Anies Baswedan, Menggugah dan Menginspirasi Melalui Twitter

Kompas.com - 04/02/2014, 22:41 WIB
Anies Rasyid Baswedan dalam sesi wawancara saat berkunjung ke kantor redaksi Kompas.com, Palmerah, Jakarta, Rabu (29/1/2014). Anies Rasyid Baswedan merupakan salah satu peserta Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat.  KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Anies Rasyid Baswedan dalam sesi wawancara saat berkunjung ke kantor redaksi Kompas.com, Palmerah, Jakarta, Rabu (29/1/2014). Anies Rasyid Baswedan merupakan salah satu peserta Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat.
EditorSandro Gatra

KOMPAS.com — "Anak muda memang minim pengalaman, maka ia tak menawarkan masa lalu. Anak muda menawarkan masa depan."

Itulah salah satu contoh kicauan (tweet) Anies Baswedan pada 28 Oktober 2012, yang dapat ditemukan pembaca dalam buku berjudul Melampaui Mimpi Anies Baswedan @Twitterland, yang di-retweet (atau digaungkan) sebanyak 651 kali, dan 97 orang menandainya sebagai favorit.

"Jarang ada kicauan tokoh yang digaungkan hingga ratusan kali begitu, apalagi karena saya tahu persis Anies tidak menyuruh ahli informasi teknologi untuk menggunakan 'mesin pengganda' seperti yang dilakukan sementara (oleh) tokoh untuk merekayasa konten media sosial mereka," kata Syafiq Basri Assegaff, penulis buku tersebut, saat peluncuran di Jakarta, Senin (3/2/2014), seperti dikutip dari Antara.

Buku pertama tentang Anies Baswedan itu berisi sejarah singkat Anies dan ratusan kicauannya yang inspiratif di Twitter.

Buku setebal 243 halaman itu juga mengungkapkan alasan mengapa tokoh seperti Goenawan Mohamad, Najwa Shihab, John Riyadi (Lippo), pengamat politik Yunarto Wijaya, Hanta Yuda, dan politisi Priyo Budi Santoso mengikuti (follow) akun Anies di Twitter.

Selain mereka, akun @aniesbaswedan diikuti 385.000 orang, termasuk mantan Wapres RI, Jusuf Kalla; Gita Wirjawan; serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh.

Acara peluncuran buku yang diterbitkan Kelompok Penerbit Mizan itu antara lain dihadiri Yunus Husein (mantan Ketua PPATK), para aktivis anti-korupsi, dosen Universitas Paramadina, serta sejumlah pengajar muda (dari Gerakan Indonesia Mengajar) dan puluhan relawan.

Menurut Syafiq, alasan terbanyak orang mengikuti akun Anies adalah karena mayoritas tweet Anies sangat menggugah, serta penuh optimisme dan inspirasi.

Pada 3 Januari 2014 lalu, sebuah ucapan Anies yang dikutip oleh akun @MataNajwa mendapat gaung sebanyak 1.828 kali dan lebih dari 300 favorit, jauh di atas ungkapan tokoh lain yang juga dikutip @MataNajwa. Ucapan yang disampaikan Anies pada acara MataNajwa, 1 Januari 2014, itu berbunyi begini: "Pemimpin itu harus tulus. Ketika dipuji dia tidak terbang, ketika dicaci dia tidak tumbang."

Anies sendiri mengatakan bahwa lazimnya ia nge-tweet jika sedang senggang, misalnya saat macet di perjalanan, atau menunggu pesawat di bandara. "Tapi biasanya saya menulis karena hati, perasaan saya, ingin mengutarakan sesuatu; tidak terlalu banyak dipikir," kata Anies.

Maka dari itu, dalam diskusi kemarin itu, Syafiq pun menimpali, "Justru karena menulisnya dengan hati, tidak heran bila tweet-tweet Anies itu merasuk ke hati pembacanya."

Menurut Syafiq, banyak tokoh yang menulis hingga puluhan ribu tweet, sedangkan Anies justru relatif hemat dengan kicauannya. "Anies tidak cerewet dibandingkan banyak tokoh lain yang memiliki ratusan ribu follower," kata Syafiq.

"Namun, sekali muncul tulisannya di linimasa Twitter, segera saja ratusan orang menggaungkan tweet-nya."

Oleh karena itu, ada ratusan tweet Anies yang digaungkan ratusan kali. Selain menarik dan inspiratif, banyak ucapan Anies, khususnya yang ada di Twitter, sangat menyentuh sehingga beberapa kali sempat membuat orang menangis.

Menjawab pertanyaan peserta diskusi, Anies menegaskan bahwa ia sendirilah yang mengelola akun Twitternya, dan tidak menyerahkan kepada orang lain atau asisten pribadi. "Jariku adminku," kata Anies berseloroh.

Menurut Anies, Twitter adalah salah satu media sosial yang menantang. Ketika banyak orang mengungkapkan ide sederhana secara rumit dan berpanjang lebar, Twitter justru berbeda. "Di Twitter itu kita ditantang untuk mengungkapkan 'what is happening' atau apa saja yang ada dalam benak kita secara sangat singkat, dalam 140 karakter," kata Anies.

Bagi banyak orang yang menggunakan atau mengamati media sosial seperti Twitter, RT sebanyak itu jarang terjadi. Akibatnya, Anies meraih banyak pengikut. Hingga 8 Desember 2013 lalu, follower-nya mencapai 338.445 akun, naik dari 320.860 akun pada sebulan sebelumnya (8 November 2013). Follower itu naik terus, tanpa Anies harus membayar atau menggunakan buzer yang kini banyak dipakai tokoh lain. Pada awal Februari 2014, jumlah follower Anies mencapai 385.000 akun.

Itu dua alasan mengapa buku ini ditulis. Alasan lain, harus diakui, bahwa buku ini menjadi menarik karena Anies ikut konvensi pencalonan presiden dalam konvensi Partai Demokrat. "Meski sebenarnya buku ini telah saya siapkan sejak sekitar pertengahan 2012 lalu, jauh sebelum ada konvensi oleh Partai Demokrat," kata Syafiq.

Di luar urusan konvensi itu, hal penting yang menarik dari Anies adalah wawasan dan inisiatifnya yang luas dan dalam, mulai soal korupsi, pendidikan, partai politik, hingga perkara kekerasan atas nama agama, dan peranan media massa.

Dia mengajak dan memotivasi orang untuk tidak hanya bermimpi, atau berangan-angan, tetapi benar-benar bekerja, turun tangan, dan melampaui mimpi mereka.

Anies memimpin berbagai gerakan. Ia mengajak ribuan orang lain ikut memikul masalah bersama dan mencari penyelesaiannya bersama-sama pula; bukan hanya pandai protes, memaki atau mencela, tanpa berbuat apa-apa. "Lebih baik menyalakan lilin, daripada mengutuk kegelapan."

Ia memotivasi orang untuk melampaui mimpi mereka. "Bisa melihat perubahan itu biasa; bisa membuat perubahan itu baru keren," kata Anies dalam tweet pada 8 Desember 2013.

------------------------------------------------------
Anies Baswedan, President Paramadina University, Initiator & Chairman Indonesia Mengajar, akan menjadi pembicara pada Asia Pacific Media Forum (APMF) 2014 di Bali, 18-20 September 2014. Info lengkap mengenai APMF dapat dilihat di www.apmf.com.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenang Angkatan '45: Sayidiman Suryohadiprojo...

Mengenang Angkatan '45: Sayidiman Suryohadiprojo...

Nasional
Mahfud MD Kenang Saat Belajar Kemiliteran dari Almarhum Sayidiman Suryohadiprodjo

Mahfud MD Kenang Saat Belajar Kemiliteran dari Almarhum Sayidiman Suryohadiprodjo

Nasional
Gubernur Lemhanas: Gagasan dan Pemikiran Sayidiman Suryohadiprojo Patut Dicontoh

Gubernur Lemhanas: Gagasan dan Pemikiran Sayidiman Suryohadiprojo Patut Dicontoh

Nasional
UPDATE 16 Januari: Tambah 370, Kasus Covid-19 di Depok Kini 21.453

UPDATE 16 Januari: Tambah 370, Kasus Covid-19 di Depok Kini 21.453

Nasional
Selamat Jalan Pak Sayidiman...

Selamat Jalan Pak Sayidiman...

Nasional
BNPB: Jalur Darat dari Majene ke Mamuju Kembali Pulih

BNPB: Jalur Darat dari Majene ke Mamuju Kembali Pulih

Nasional
BNPB Salurkan Dana Siap Pakai Rp 3,5 Miliar untuk Banjir Kalsel

BNPB Salurkan Dana Siap Pakai Rp 3,5 Miliar untuk Banjir Kalsel

Nasional
Mantan Gubernur Lemhanas Letjen TNI (Purn) Sayidiman Suryohadiprojo Meninggal Dunia

Mantan Gubernur Lemhanas Letjen TNI (Purn) Sayidiman Suryohadiprojo Meninggal Dunia

Nasional
Ketua IDI: Menkes Cepat soal Vaksinasi, tetapi Belum Maksimal Tekan Penularan Covid-19

Ketua IDI: Menkes Cepat soal Vaksinasi, tetapi Belum Maksimal Tekan Penularan Covid-19

Nasional
UPDATE Banjir Kalsel: 5 Orang Meninggal, 27.111 Rumah Terendam, 112.709 Warga Mengungsi

UPDATE Banjir Kalsel: 5 Orang Meninggal, 27.111 Rumah Terendam, 112.709 Warga Mengungsi

Nasional
Kasus Covid-19 Catat Rekor 4 Hari Beruntun, Pemerintah Dinilai Tak Antisipasi Prediksi

Kasus Covid-19 Catat Rekor 4 Hari Beruntun, Pemerintah Dinilai Tak Antisipasi Prediksi

Nasional
Gempa Majene, BNPB: Sulawesi Barat Tanggap Darurat Bencana

Gempa Majene, BNPB: Sulawesi Barat Tanggap Darurat Bencana

Nasional
UPDATE Gempa Majene-Mamuju: 46 Meninggal, 826 Luka-luka

UPDATE Gempa Majene-Mamuju: 46 Meninggal, 826 Luka-luka

Nasional
Ibu Negara Iriana Jarang Tampak Dampingi Jokowi, Ini Penjelasan Istana

Ibu Negara Iriana Jarang Tampak Dampingi Jokowi, Ini Penjelasan Istana

Nasional
UPDATE: 13.224 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 33 Provinsi, DKI Terbanyak

UPDATE: 13.224 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 33 Provinsi, DKI Terbanyak

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X