Kompas.com - 26/12/2013, 20:35 WIB
Peserta konvensi calon Presiden Partai Demokrat, Anies Baswedan, saat bertemu dengan relawan Kompas.com/SABRINA ASRILPeserta konvensi calon Presiden Partai Demokrat, Anies Baswedan, saat bertemu dengan relawan "Turun Tangan" dalam kampanye 3000 km keliling pulau Jawa di Bandung, Jumat (20/12/2013).
|
EditorHindra Liauw

Media Relation relawan Turun Tangan, Dira Rachmat menjelaskan, saat ini sudah ada 6.200 relawan yang terdaftar secara online maupun secara aktif melakukan sosialisasi tentang Anies. Mereka tersebar dari Sabang sampai Merauke. Rata-rata usia para relawan ini adalah 20-30 tahun. Tetapi, Dira mengatakan ada pula relawan yang sudah berusia di atas 50 tahun.

Para relawan ini, kata Dira, mengkampanyekan ide dan gagasan turun tangan di lingkungan sekitarnya tanpa diiming-imingi uang. “Mereka memang tidak dibayar karena mas Anies percaya kalau relawan tak dibayar, bukan karena tak bernilai, tetapi karena kerja keras mereka mensosialisasikan gerakan turun tangan ini tidak ternilai harganya,” ujar Dira.

Meski tak dibayar, Dira menuturkan para relawan ini memiliki kebanggann tersendiri saat bisa turut bergabung. “Rasanya nggak ada yang bisa ngalahin rasa bangga itu ketika kita berhasil mengajak satu orang lagi untuk ikut bergabung dan dengan tulus rela menjadi relawan,” kata Dira.

Kotak Harapan

Setiap pertemuan dengan relawan atau kelolmpok masyarakat lain, Anies selalu menyempatkan diri meminta relawan dan masyarakat mengisi surat harapan. Setelah berkeliling Jawa selama enam hari, puluhan surat sudah masuk ke dalam kotak harapan.

Lucunya, tak hanya surat yang dimasukkan masyarakat ke dalam kotak itu. Banyak yang mengira itu adalah kotak sumbangan sehingga mengisinya dengan uang receh, seperti yang terjadi saat pertemuan Anies dengan para relawan di Taman Bungkul, Surabaya.

Menurut Anies, isi kotak harapan ini akan terus dikumpulkannya dalam perjalanan berkeliling Indonesia. “Ini semuanya yang terkumpul akan kami tuliskan semuanya. Akan dituliskan dan dibuat secara online dan menjadi masukan serta pemantik bagi kami untuk melanjutkan perjalanan berikutnya,” tutur Anies.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPK Segel Ruang Hakim PN Surabaya yang Terkena OTT

KPK Segel Ruang Hakim PN Surabaya yang Terkena OTT

Nasional
Babak Baru Kasus Korupsi Satelit Kemenhan yang Diduga Rugikan Negara Miliaran Rupiah…

Babak Baru Kasus Korupsi Satelit Kemenhan yang Diduga Rugikan Negara Miliaran Rupiah…

Nasional
Pemerintah Terima 651.130 Dosis Vaksin AstraZeneca dari Jepang

Pemerintah Terima 651.130 Dosis Vaksin AstraZeneca dari Jepang

Nasional
Hakim-Panitera Terjaring OTT KPK di Surabaya, Diduga Terkait Penanganan Perkara

Hakim-Panitera Terjaring OTT KPK di Surabaya, Diduga Terkait Penanganan Perkara

Nasional
TNI AL Segera Dapat Hibah 3 Kapal Perang 'Korvet' dari Korea Selatan

TNI AL Segera Dapat Hibah 3 Kapal Perang "Korvet" dari Korea Selatan

Nasional
Jokowi Minta Masyarakat Jangan Gegabah soal Omicron, Anggota DPR: Pemerintah Juga Perlu Berbenah

Jokowi Minta Masyarakat Jangan Gegabah soal Omicron, Anggota DPR: Pemerintah Juga Perlu Berbenah

Nasional
Jokowi Sebut Istana dan Sejumlah Kementerian Akan Pindah ke IKN Baru pada 2024

Jokowi Sebut Istana dan Sejumlah Kementerian Akan Pindah ke IKN Baru pada 2024

Nasional
Tak Hanya Panitera dan Pengacara, KPK Juga Tangkap Hakim PN Surabaya

Tak Hanya Panitera dan Pengacara, KPK Juga Tangkap Hakim PN Surabaya

Nasional
Polri Sebut Operasi Damai Cartenz Digelar di 5 Wilayah Papua yang Rawan Kekerasan KKB

Polri Sebut Operasi Damai Cartenz Digelar di 5 Wilayah Papua yang Rawan Kekerasan KKB

Nasional
Rentetan 3 OTT KPK dalam 14 Hari: Dari Wali Kota Bekasi, Bupati PPU, hingga Bupati Langkat

Rentetan 3 OTT KPK dalam 14 Hari: Dari Wali Kota Bekasi, Bupati PPU, hingga Bupati Langkat

Nasional
OTT KPK di Surabaya, Panitera dan Pengacara Ditangkap

OTT KPK di Surabaya, Panitera dan Pengacara Ditangkap

Nasional
Wapres Akan Tinjau Lokasi Terdampak Gempa Bumi di Pandeglang

Wapres Akan Tinjau Lokasi Terdampak Gempa Bumi di Pandeglang

Nasional
Jokowi Sebut Proses Pemindahan Ibu Kota Negara Bisa sampai 20 Tahun

Jokowi Sebut Proses Pemindahan Ibu Kota Negara Bisa sampai 20 Tahun

Nasional
Risma Sebut Rp 2,7 Triliun Dana Bansos Tertahan di Bank Himbara

Risma Sebut Rp 2,7 Triliun Dana Bansos Tertahan di Bank Himbara

Nasional
Guru PPPK Bisa Jadi Kepala Sekolah, Apa Saja Kriterianya?

Guru PPPK Bisa Jadi Kepala Sekolah, Apa Saja Kriterianya?

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.