Survei: Parpol Berbasis Agama Jarang Gelar Program Sosial - Kompas.com

Survei: Parpol Berbasis Agama Jarang Gelar Program Sosial

Kompas.com - 24/11/2013, 14:54 WIB
Kompas.com Ilustrasi Poros Tengah Jilid II

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai politik berbasis agama dinilai jarang menyelenggarakan program sosial dibandingkan parpol berideologi nasional. Hal itu merupakan kesimpulan dari hasil penelitian yang dilakukan Lembaga Penelitian Psikologi Universitas Indonesia (LPPsi-UI), Indonesia NGO Forum for Indonesia Development (INFID), Perkumpulan Prakarsa dan Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D).

"Partai berbasis agama agak rendah kuantitas program sosialnya. Mayoritas partai tidak melakukan program mensejahterakan rakyat," kata peneliti LPPsi-UI Bagus Takwin saat memaparkan hasil survei di Kantor INFID, Jakarta Selatan, Minggu (24/11/2013).

Bagus mengatakan, dari sembilan parpol yang kini berada di parlemen, Partai Keadilan dan Sejahtera, Partai Amanat Nasional, Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Kebangkitan Bangsa dinilai responden agak tidak peduli terhadap program sosial.

"Parpol lainnya hanya pada tataran agak peduli," katanya.


Ia menambahkan, meski bukan ranah utamanya, kebanyakan parpol yang mendapat bangku di DPR tidak menyelenggarakan program sosial. Program yang dimaksud adalah program pangan, pendidikan dan kesehatan.

Ia menjabarkan, hanya 17,7 persen dari 2.442 responden yang menyatakan PKB melakukan program sosial bagi masyarakat. Urutan dua terendah diduduki PPP dengan angka 19,9 persen.

Menduduki peringkat lebih tinggi, yakni PAN. Partai berlambang matahari itu dinilai oleh 21,4 persen responden menyelenggarakan program sosial. Adapun, PKS mendapat 26,5 persen suara.

Partai nasional yang juga mendapat nilai rendah adalah Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Partai besutan Wiranto itu hanya dinilai oleh 20,7 persen responden pernah melakukan program sosial.

Adapun Partai Golkar dianggap sebagai parpol yang paling banyak melakukan program sosial. Sebanyak 34,7 persen responden menilai hal itu. Survei tersebut dilakukan pada September hingga November 2013 dengan tingkat kesalahan penelitian sebesar 1,98 persen.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorSandro Gatra

Terkini Lainnya

KPU Tegaskan Kotak Suara Berbahan Karton Bukan Kali Pertama Digunakan

KPU Tegaskan Kotak Suara Berbahan Karton Bukan Kali Pertama Digunakan

Nasional
Disdukcapil Palopo Musnahkan Puluhan Ribu Keping KTP

Disdukcapil Palopo Musnahkan Puluhan Ribu Keping KTP

Regional
Wali Kota Tasikmalaya Akui Pernah Titip Proposal Anggaran ke Pegawai Kemenkeu

Wali Kota Tasikmalaya Akui Pernah Titip Proposal Anggaran ke Pegawai Kemenkeu

Nasional
Jelang Natal dan Tahun Baru, Polda Bangka Belitung Sidak Sembako dan BBM

Jelang Natal dan Tahun Baru, Polda Bangka Belitung Sidak Sembako dan BBM

Regional
Diprotes DPRD, Proyek Pusat Kuliner di Pluit Dihentikan Sementara

Diprotes DPRD, Proyek Pusat Kuliner di Pluit Dihentikan Sementara

Megapolitan
Rekonstruksi Pengeroyokan Anggota TNI, 5 Tersangka Dihadirkan

Rekonstruksi Pengeroyokan Anggota TNI, 5 Tersangka Dihadirkan

Megapolitan
Relawan yang Dipimpin Putra Gus Sholah Siap Menangkan Jokowi-Ma'ruf Amin

Relawan yang Dipimpin Putra Gus Sholah Siap Menangkan Jokowi-Ma'ruf Amin

Regional
Tidak Kunjung Pulang, Yuli Dilaporkan Hilang di Hutan

Tidak Kunjung Pulang, Yuli Dilaporkan Hilang di Hutan

Regional
Jokowi: La Nyalla Sudah Minta Maaf 3 Kali, Saya Maafkan...

Jokowi: La Nyalla Sudah Minta Maaf 3 Kali, Saya Maafkan...

Nasional
Pengojek Online yang Beli Mini Cooper Rp 12.000 Pilih Jual Mobilnya

Pengojek Online yang Beli Mini Cooper Rp 12.000 Pilih Jual Mobilnya

Megapolitan
Kasus E-KTP, KPK Eksekusi Keponakan Novanto dan Oka Masagung ke Lapas

Kasus E-KTP, KPK Eksekusi Keponakan Novanto dan Oka Masagung ke Lapas

Nasional
Wiranto: Oknum Demokrat dan PDI-P Terlibat Perusakan Atribut Kampanye di Riau

Wiranto: Oknum Demokrat dan PDI-P Terlibat Perusakan Atribut Kampanye di Riau

Nasional
Warga Bandung Dapat Gunakan Bus Gratis Menuju Bandara Kertajati

Warga Bandung Dapat Gunakan Bus Gratis Menuju Bandara Kertajati

Regional
Di Balik Perusakan Atribut Partai Demokrat di Pekanbaru, Hati SBY Sedih hingga Waspadai Upaya Adu Domba

Di Balik Perusakan Atribut Partai Demokrat di Pekanbaru, Hati SBY Sedih hingga Waspadai Upaya Adu Domba

Regional
Sepanjang 2018, TNI AU Catat Ada 127 Kasus Pelanggaran Wilayah Udara Nasional

Sepanjang 2018, TNI AU Catat Ada 127 Kasus Pelanggaran Wilayah Udara Nasional

Nasional

Close Ads X