Kompas.com - 03/11/2013, 16:13 WIB
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menemui buruh yang berunjuk rasa di depan Balaikota Jakarta, Kamis (31/10/2013). KOMPAS.com/FABIAN JANUARIUS KUWADOGubernur DKI Jakarta Joko Widodo menemui buruh yang berunjuk rasa di depan Balaikota Jakarta, Kamis (31/10/2013).
|
EditorEgidius Patnistik


JAKARTA, KOMPAS.com —
Lingkaran Survei Indonesia (LSI) membuat sejumlah simulasi pasangan calon presiden dan wakil presiden yang mungkin diusung oleh koalisi poros tengah jilid II.

Ada tiga nama yang muncul sebagai kandidat capres yang muncul dari poros tengah jilid II ini, yakni Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto, dan Ketua Umum Partai Hanura Wiranto.

Peneliti LSI Ardian Sopa menuturkan, dalam simulasi yang dilakukan LSI, capres yang dipilih berasal dari partai politik nasionalis, sementara untuk cawapresnya dari tokoh Islam. "Ini karena tokoh nasionalis lebih kuat pamor dan dukungannya dibandingkan tokoh Islam," ujar Ardian dalam jumpa pers di kantor LSI di Rawamangun, Jakarta, Minggu (3/11/2013).

Dalam survei yang dilakukan bulan Oktober 2013, LSI menggunakan metode multistage random sampling dengan jumlah responden awal 1.200 orang. Teknik pengambil data dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner.

Pertanyaannya adalah, "Seandainya pemilu presiden dilaksanakan hari ini, dari nama di bawah ini siapa yang ibu/bapak pilih?". Nama Jokowi berada di posisi teratas dengan tingkat dukungan 38,3 persen. Posisi selanjutnya ialah Prabowo Subianto (11,1 persen) dan Wiranto (10 persen). Sementara tokoh lainnya, seperti Dahlan Iskan dan Surya Paloh, mengantongi tingkat dukungan di bawah 10 persen.

Ardian menjelaskan, nama Jokowi masuk dalam bursa capres dari poros tengah dengan asumsi PDI Perjuangan tetap mengusung nama Megawati Soekarnoputri.

Sementara nama Ketua Umum Partai Golkar Aburizal "Ical" Bakrie tidak dimasukkan karena Partai Golkar dinilai akan mampu meraih presidential treshold (PT) dan membentuk koalisi sendiri.

Untuk sosok cawapres, nama Hatta Rajasa berada di posisi teratas dengan dukungan 31,3 persen. Selanjutnya diikuti Yusril Ihza Mahendra (15,2 persen), Muhaimin Iskandar (11,8 persen), Suryadharma Ali (10,7 persen), dan Anis Matta (7,5 persen).

Dari hasil survei itu, Ardian menuturkan LSI membuat tiga skenario. Skenario pertama, Hatta Rajasa sebagai cawapres dan pasangan capres adalah Jokowi atau Prabowo atau  Wiranto. Skenario kedua, Yusril Ihza Mahendra sebagai cawapres, dengan kemungkinan pasangan capresnya adalah Jokowi atau Prabowo atau Wiranto. Skenario ketiga, Muhaimin cawapres, dengan kemungkinan pasagan capresnya Jokowi atau Prabowo atau Wiranto.

LSI baru menetapkan skenario pasangan capres dan cawapres, belum ada survei yang dilakukan untuk mengetahui elektabilitasnya. Survei baru sebatas elektabilitas kandidat capres dan kandidat cawapres. Itu pun masih menggunakan data survei yang lalu dengan tema "Capres Riil dan Capres Wacana".

Menurut Ardian, pihaknya akan melakukan survei untuk ketiga skenario itu dalam bulan-bulan mendatang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanggapi Survei Tingkat Kepuasan Kinerja Jokowi, Begini Kata KSP

Tanggapi Survei Tingkat Kepuasan Kinerja Jokowi, Begini Kata KSP

Nasional
PPP Sebut Isu Koalisi Indonesia Bersatu Arahan Istana sebagai Imajinasi

PPP Sebut Isu Koalisi Indonesia Bersatu Arahan Istana sebagai Imajinasi

Nasional
Menteri PPPA: Umat Buddha Punya Peran Besar Ciptakan Lingkungan Aman bagi Perempuan dan Anak

Menteri PPPA: Umat Buddha Punya Peran Besar Ciptakan Lingkungan Aman bagi Perempuan dan Anak

Nasional
Kejagung Imbau Terdakwa Tidak Pakai Atribut Keagamaan di Ruang Sidang

Kejagung Imbau Terdakwa Tidak Pakai Atribut Keagamaan di Ruang Sidang

Nasional
Mencermati Perpres Natuna Utara

Mencermati Perpres Natuna Utara

Nasional
Berkaca Pandemi Covid-19 dan Hepatitis Misterius, Pemerintah Didesak Ciptakan Kemandirian di Bidang Vaksin

Berkaca Pandemi Covid-19 dan Hepatitis Misterius, Pemerintah Didesak Ciptakan Kemandirian di Bidang Vaksin

Nasional
Hari Ini, KPK Panggil Boyamin Saiman Terkait Kasus Pencucian Uang Budhi Sarwono

Hari Ini, KPK Panggil Boyamin Saiman Terkait Kasus Pencucian Uang Budhi Sarwono

Nasional
PDSI Usul UU Pendidikan Kedokteran Direvisi, IDI: Selama Dilakukan Bukan untuk Kepentingan Pribadi, Kami Dukung

PDSI Usul UU Pendidikan Kedokteran Direvisi, IDI: Selama Dilakukan Bukan untuk Kepentingan Pribadi, Kami Dukung

Nasional
Kasdam Pattimura Meninggal Dunia, KSAD: TNI AD Kehilangan Salah Satu Perwira Terbaik

Kasdam Pattimura Meninggal Dunia, KSAD: TNI AD Kehilangan Salah Satu Perwira Terbaik

Nasional
Oditur Militer Akan Sampaikan Bantahan atas Pleidoi Kolonel Priyanto Siang Ini

Oditur Militer Akan Sampaikan Bantahan atas Pleidoi Kolonel Priyanto Siang Ini

Nasional
Pengertian Partai Pengusung dan Pendukung

Pengertian Partai Pengusung dan Pendukung

Nasional
Arah Koalisi Baru dan Prediksi Airlangga Bakal Berujung Jadi Cawapres

Arah Koalisi Baru dan Prediksi Airlangga Bakal Berujung Jadi Cawapres

Nasional
Mengenal Sejarah, Tugas, dan Wewenang KPU

Mengenal Sejarah, Tugas, dan Wewenang KPU

Nasional
[POPULER NASIONAL] Wawancara Khusus Wali Kota Solo Gibran Rakabuming | Sikap AHY soal Koalisi Baru

[POPULER NASIONAL] Wawancara Khusus Wali Kota Solo Gibran Rakabuming | Sikap AHY soal Koalisi Baru

Nasional
Mayoritas Publik Puas Kinerja Jokowi, Stafsus Mensesneg: Tantangan Pemerintah Semakin Besar

Mayoritas Publik Puas Kinerja Jokowi, Stafsus Mensesneg: Tantangan Pemerintah Semakin Besar

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.