Jusuf Kalla "Capek" Jawab Pertanyaan Investor soal Capres RI

Kompas.com - 21/09/2013, 08:34 WIB
Jusuf Kalla saat menjadi pembicara pada acara Kompasianival di Skeeno Hall, Lantai 3, Gandaria City, Jakarta Selatan, Sabtu (17/11/2012.   KOMPAS IMAGES/ANDREAN KRISTIANTO Jusuf Kalla saat menjadi pembicara pada acara Kompasianival di Skeeno Hall, Lantai 3, Gandaria City, Jakarta Selatan, Sabtu (17/11/2012.
Penulis Suhartono
|
EditorGlori K. Wadrianto
SINGAPURA, KOMPAS.com — Mantan Wakil Presiden RI, Muhammad Jusuf Kalla, mengaku lelah dalam menjawab banyak pertanyaan yang sama dari sejumlah pengusaha dan pejabat asing soal calon pemimpin Indonesia tahun 2014-2019.

"Mereka dari China, Singapura, dan lain-lain selalu bertanya, bagaimana pemilu tahun depan? Siapa calon presidennya? Siapa yang punya peluang dan lain-lain. Saya capek juga menjawabnya, he-he-he," ujar Kalla saat ditanya pers seusai menghadiri jamuan makan malam bagi peserta Singapore Summit semalam di Hotel Shangri-la Singapura.

Menurut Kalla, saat ini sulit untuk melihat peta politik, siapa calon kuat, atau siapa yang berpeluang besar. "Kita lihat saja beberapa bulan ke depan. Kalau sekarang masih sulit untuk menentukan. Sekarang, terus terang saja, belum bisa untuk mengatakan apa-apa," ujar Kalla.

Kalla juga mengaku belum tahu soal pencalonannya pada tahun depan. Hal itu diutarakannya saat ada yang menanyakan peluangnya maju sebagai calon presiden atau wakil presiden.

"Misalnya, apakah partai-partai yang akan mencalonkan bisa mendapatkan 20 persen suara untuk mengusung calon? Ini karena persyaratannya demikian," ujar Kalla lagi.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X