Kompas.com - 13/09/2013, 13:04 WIB
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri (dua kanan) berfoto bersama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (dua kiri) dan Ketua Panitia Rakernas III PDIP Puan Maharani (kanan) usai mengikuti acara penutupan di Ancol, Jakarta, Minggu (8/9/2013). Jokowi yang merupakan kader PDI Perjuangan tersebuyt digadang-gadang akan menjadi calon presiden dari PDI Perjuangan dalam pilpres 2014 mendatang.  TRIBUNNEWS/DANY PERMANAKetua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri (dua kanan) berfoto bersama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (dua kiri) dan Ketua Panitia Rakernas III PDIP Puan Maharani (kanan) usai mengikuti acara penutupan di Ancol, Jakarta, Minggu (8/9/2013). Jokowi yang merupakan kader PDI Perjuangan tersebuyt digadang-gadang akan menjadi calon presiden dari PDI Perjuangan dalam pilpres 2014 mendatang.
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com – Hubungan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo semakin "mesra". Jokowi bahkan mengaku dalam seminggu empat kali melakukan pertemuan dengan Presiden RI kelima tersebut.

Hal ini terungkap saat wartawan bertanya kepada Jokowi tentang isi pembicaraan mereka. Awalnya internal PDI Perjuangan sempat mengungkapkan sinyal dipilihnya Jokowi sudah semakin kuat. Selain kerap diikutkan ke sejumlah daerah, Jokowi disebutkan juga selalu melakukan pertemuan khusus dengan Megawati dua kali dalam seminggu.

“Dua kali seminggu? Empat kali malahan dalam seminggu. Ha-ha-ha,” ujar Jokowi di Kompleks Parlemen, Jumat (13/9/2013).

Namun, Jokowi menampik pertemuan dia dengan Megawati membahas urusan politik. Jokowi pun berseloroh dia dan Megawati sudah layaknya seperti anak dan orang tua, sehingga Jokowi merasa wajar jika seorang anak kerap mendatangi orang tuanya. Apa saja yang dilakukan Jokowi bersama Megawati?

“Kalau sama Ibu itu, saya makan malam, kadang-kadang makan ke keluar, kadang ke kawinan ya itu saja,” tutur kader PDI Perjuangan ini.

Jika di meja makan, Jokowi juga mengaku sama sekali tak membahas urusan politik. Lagi-lagi Jokowi berkilah.

“Kalau makan malam urusannya nasi goreng, bicara urusan ayam goreng. Urusan masalah rendang. Nggak percaya? Ikut gimana?” seloroh Jokowi.

Sebelumnya, Jokowi mendapat dukungan hampir dari seluruh pengurus daerah tingkat I dari Aceh hingga Papua PDI Perjuangan untuk maju sebagai capres yang diusung partai berlambang banteng moncong putih itu. Hal ini terungkap dalam pandangan daerah rapat kerja nasional III PDI Perjuangan pekan lalu.

Selain dukungan daerah, Jokowi juga seolah mendapatkan sinyal restu dari Megawati. Mega mendapuk Jokowi sebagai pembaca naskah pidato Bung Karno yang berjudul “Dedication of Life”. Usai Jokowi membacakan naskah itu, Mega pun memuji Jokowi memiliki getaran seperti Bung Karno.

Jokowi, kata Mega, juga merupakan salah satu pemimpin muda potensial. Namun, hasil keputusan Rakernas III memberikan mandat sepenuhnya kepada Megawati untuk menentukan capres dan momentum pendeklarasian.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyuap Edhy Prabowo Sebut Lebih Banyak Rugi Ketika Ekspor Benur

Penyuap Edhy Prabowo Sebut Lebih Banyak Rugi Ketika Ekspor Benur

Nasional
Saat 75 Pegawai KPK Dinyatakan Tak Lolos Tes Wawasan Kebangsaan...

Saat 75 Pegawai KPK Dinyatakan Tak Lolos Tes Wawasan Kebangsaan...

Nasional
KSP Sebut Tol Becakayu Bisa Beroperasi Penuh Akhir Tahun Ini

KSP Sebut Tol Becakayu Bisa Beroperasi Penuh Akhir Tahun Ini

Nasional
Antsipasi Terpapar Varian Baru Virus Corona, Doni Monardo: Prokes Adalah Kunci

Antsipasi Terpapar Varian Baru Virus Corona, Doni Monardo: Prokes Adalah Kunci

Nasional
Diikuti 1.351 Pegawainya, Ini Rangkaian Tes Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK...

Diikuti 1.351 Pegawainya, Ini Rangkaian Tes Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK...

Nasional
Ada 3 Syarat Pemecatan Pegawai KPK, Tes Wawasan Kebangsaan Disebut Tak Termasuk

Ada 3 Syarat Pemecatan Pegawai KPK, Tes Wawasan Kebangsaan Disebut Tak Termasuk

Nasional
[POPULER NASIONAL] Elektabilitas PDI-P Tertinggi di Survei Indikator | Tes Covid-19 Disarankan Pakai Rapid Antigen, Bukan GeNose

[POPULER NASIONAL] Elektabilitas PDI-P Tertinggi di Survei Indikator | Tes Covid-19 Disarankan Pakai Rapid Antigen, Bukan GeNose

Nasional
Polri Belum Tugaskan Densus 88 untuk Tindak KKB di Papua

Polri Belum Tugaskan Densus 88 untuk Tindak KKB di Papua

Nasional
Anggota Komisi III: Publik Butuh Informasi Utuh soal Tes Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK

Anggota Komisi III: Publik Butuh Informasi Utuh soal Tes Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK

Nasional
Arsul Sani: Semestinya Dewas KPK Tak Berwenang Berikan Izin Penyadapan

Arsul Sani: Semestinya Dewas KPK Tak Berwenang Berikan Izin Penyadapan

Nasional
Evaluasi Fungsi Pengawasan, Formappi: Beberapa Rekomendasi DPR Diabaikan Mitra Kerja

Evaluasi Fungsi Pengawasan, Formappi: Beberapa Rekomendasi DPR Diabaikan Mitra Kerja

Nasional
Menag Instruksikan Pengetatan Pengawasan Protokol Kesehatan di Rumah Ibadah

Menag Instruksikan Pengetatan Pengawasan Protokol Kesehatan di Rumah Ibadah

Nasional
Jokowi dan Sri Mulyani Disebut Sudah Satu Suara soal THR ASN

Jokowi dan Sri Mulyani Disebut Sudah Satu Suara soal THR ASN

Nasional
Pemprov Jawa Timur Antisipasi Dampak Kepulangan 14.000 Pekerja Migran

Pemprov Jawa Timur Antisipasi Dampak Kepulangan 14.000 Pekerja Migran

Nasional
75 Pegawai Tak Penuhi Syarat TWK, Tjahjo: Sejak Awal Ini Masalah Internal KPK

75 Pegawai Tak Penuhi Syarat TWK, Tjahjo: Sejak Awal Ini Masalah Internal KPK

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X