PPP: Wajah Merah Menteri Agama bukan Marah, melainkan Kaget

Kompas.com - 04/09/2013, 18:09 WIB
Suryadharma Ali saat tiba di kediaman pribadi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di Puri Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (13/10/2011). KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESSuryadharma Ali saat tiba di kediaman pribadi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di Puri Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (13/10/2011).
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Vernita Darwis menyatakan, reaksi wajah Menteri Agama Suryadharma Ali (SDA) yang memerah saat pidatonya dipotong suara azan bukan karena marah, melainkan kaget. Menurutnya, keterkejutan SDA itu dipicu karena lantangnya suara beduk yang tak jauh dari posisinya saat berpidato.

"Pak SDA itu kan wajahnya putih, jadi kalau kaget jadi merah," ujarnya saat memberikan klarifikasi di Jakarta, Rabu (4/9/2013).

Ia mengaku bahwa dirinya mengetahui persis kejadian tersebut karena ikut dalam rombongan Kementerian Agama. Menurutnya, ketika mendengar beduk dan azan zuhur, Suryadharma menghentikan pidato dan menundukkan kepala sebagai bentuk penghormatan kepada azan.

"Usai azan, Pak SDA komat-kamit bukan karena marah, tapi membaca doa (setelah azan)," katanya.

Selain itu, Vernita juga membantah bahwa ada agenda peletakan batu pertama di Masjid Agung Tasikmalaya. Menurutnya, acara tersebut hanya memberikan santunan kepada bekas jemaah Ahmadiyah senilai Rp 1 miliar. Ia menambahkan, Suryadharma juga tidak langsung pergi meninggalkan lokasi karena usai azan Suryadharma masih membacakan kalimat penutup.

"Pak SDA tidak shalat di masjid bukan karena marah, tapi karena sesuai agenda, Pak SDA dan jajaran Muspida akan shalat sekaligus makan siang di pendopo," jelasnya.

Ia justru menyalahkan pihak Badan Zakat Nasional (Baznas) yang tidak menghargai protokol yang sudah dibuat Kementerian Agama dan Pemkab Tasikmalaya. Padahal, tidak ada perintah dari Kementerian Agama dan Pemkab untuk memukul beduk.

"Baznas tidak punya hak untuk mengatur protokol Kemenag ataupun Pemkab," tegasnya.

KOMPAS.com/IRWAN NUGRAHA Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum.

Seperti diberitakan, insiden kecil berbuntut panjang dialami Menteri Agama Suryadharma Ali saat memberikan sambutan di Masjid Agung Kabupaten Tasikmalaya, Senin (2/9/2013). Sambutan Suryadharma harus terhenti saat tiba-tiba suara seorang muazin mengumandangkan azan zuhur.

Suryadharma, yang tengah serius memberikan sambutan, langsung terhenyak. Ia menunduk, tetapi kemudian kembali menegakkan kepalanya. Posisi itu dilakukannya hingga azan berakhir. Entah karena sudah tak mood, Suryadharma langsung menyudahi sambutannya begitu muazin selesai azan.

Kejadian itu terjadi saat Suryadharma menghadiri acara pemberian bantuan untuk lembaga keagamaan dan para mantan anggota jemaah Ahmadiyah yang memeluk agama Islam. Acara itu dihadiri ibu-ibu pengajian, organisasi massa, dan Dharma Wanita Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya. Seusai acara, Suryadharma tampak terburu-buru menuju kendaraan. Namun, ia sempat mempertanyakan insiden yang menimpanya.

Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum beberapa kali memohon maaf atas insiden tersebut. Suryadharma juga sempat menolak meresmikan proyek bangunan keagamaan. Langkah Menteri Agama menuju kendaraan baru terhenti setelah para wartawan mengerubutinya. Saat diwawancarai sejumlah wartawan, Suryadharma mengungkapkan rasa kecewa atas insiden yang menimpanya. Uu juga mengaku prihatin atas insiden tersebut.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jubir Luruskan Pernyataan Luhut agar Pemeriksaan Edhy Prabowo Tak Berlebihan

Jubir Luruskan Pernyataan Luhut agar Pemeriksaan Edhy Prabowo Tak Berlebihan

Nasional
KPAI: 83,68 Persen Sekolah Belum Siap Lakukan Pertemuan Tatap Muka

KPAI: 83,68 Persen Sekolah Belum Siap Lakukan Pertemuan Tatap Muka

Nasional
Sekilas tentang Operasi Tinombala yang Bertugas Menumpas Kelompok MIT Ali Kalora

Sekilas tentang Operasi Tinombala yang Bertugas Menumpas Kelompok MIT Ali Kalora

Nasional
Gonjang-ganjing Jelang Ganti Kapolri, Geng Solo, Makassar, Pejaten, dan Independen

Gonjang-ganjing Jelang Ganti Kapolri, Geng Solo, Makassar, Pejaten, dan Independen

Nasional
Jauhkan Diri Dari Money Politics, Mahasiswa DIharapkan Lakukan Ini di Pilkada 2020

Jauhkan Diri Dari Money Politics, Mahasiswa DIharapkan Lakukan Ini di Pilkada 2020

Nasional
RS Ummi dan MER-C Diminta Penuhi Panggilan Polisi, Mahfud: Harus Datang, Harus Koperatif

RS Ummi dan MER-C Diminta Penuhi Panggilan Polisi, Mahfud: Harus Datang, Harus Koperatif

Nasional
Ketua Satgas Covid-19: Kami Minta Rizieq Shihab untuk Kooperatif dan Beri Teladan

Ketua Satgas Covid-19: Kami Minta Rizieq Shihab untuk Kooperatif dan Beri Teladan

Nasional
Soal Kerumunan, Mahfud Minta Rizieq Shihab Kooperatif Penuhi Panggilan Polisi

Soal Kerumunan, Mahfud Minta Rizieq Shihab Kooperatif Penuhi Panggilan Polisi

Nasional
Tanggapi Luhut yang Minta Edhy Prabowo Tak Diperiksa Berlebihan, Firli: Ibarat Obat, Pas Takarannya

Tanggapi Luhut yang Minta Edhy Prabowo Tak Diperiksa Berlebihan, Firli: Ibarat Obat, Pas Takarannya

Nasional
Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj Positif Covid-19

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj Positif Covid-19

Nasional
PKS Luncurkan Lambang Baru, Kini Berwarna Oranye dan Berbentuk Bulat

PKS Luncurkan Lambang Baru, Kini Berwarna Oranye dan Berbentuk Bulat

Nasional
Pemerintah Bakal Tindak Tegas Masyarakat yang Tak Kooperatif Buka Hasil Swab Test

Pemerintah Bakal Tindak Tegas Masyarakat yang Tak Kooperatif Buka Hasil Swab Test

Nasional
Rekor Penambahan Kasus Covid-19, Kedisiplinan Warga, dan Rencana Libur Akhir Tahun

Rekor Penambahan Kasus Covid-19, Kedisiplinan Warga, dan Rencana Libur Akhir Tahun

Nasional
Jusuf Kalla Kecam Aksi Teror di Sigi, Minta Polisi Tumpas Tuntas Terorisme

Jusuf Kalla Kecam Aksi Teror di Sigi, Minta Polisi Tumpas Tuntas Terorisme

Nasional
Janji Pemerintah Tindak Tegas Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Sigi

Janji Pemerintah Tindak Tegas Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Sigi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X