Iswahyudin Dapat Senjata dari Iqbal Khusaeni

Kompas.com - 22/08/2013, 15:42 WIB
Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Agus Rianto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (26/4/2013). DIAN MAHARANIKepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Agus Rianto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (26/4/2013).
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHindra Liauw

JAKARTA, KOMPAS.com — Senjata yang disita tim Densus 88 Antiteror pada saat penangkapan terduga teroris Iswahyudi diduga berasal dari Iqbal Khusaeni. Iqbal merupakan terduga teroris lainnya yang ditangkap pada hari yang sama, Selasa (20/8/2013) kemarin.

"IS (Iswahyudi) juga mendapat senjata api dari IK (Iqbal Khusaeni)," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Kombes Pol Agus Rianto di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (22/8/2013).

Pada saat penangkapan Iswahyudi di rumahnya di kawasan Pintu Air RT 6/3, Kelurahan Harapan Mulya, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat, petugas menyita sejumlah barang bukti yaitu sepucuk senjata api jenis Browning, 70 butir peluru kaliber 9 milimeter, tiga buah magazen, dan satu unit laptop.

Selain itu, dalam penggerebekan selanjutnya di rumah Iqbal di Jalan Masjid No 25, Kelurahan/Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, petugas menyita dua pucuk senjata api jenis Barreta Makarov kaliber 32 dan Walter PPK 765 kaliber 35, dua pucuk air soft gun jenis pistol, 43 butir peluru kaliber 22, 53 butir peluru kaliber 32, dan 2 butir peluru kaliber 32 jenis colt.

Selain menangkap Iswahyudi, petugas juga menangkap tiga orang lain di Percetakan Andescre Jalan Mayor Hasibuan No 12, Bekasi Timur, Jawa Barat. Ketiganya adalah Khaerul Ikhwan (32), warga Desa Sare Mulyo, Kelurahan Wonosari, Jawa Timur; Andri Wahono (21) warga Dusun Gardu, Kelurahan Gamping, Kecamatan Suruti, Jawa Timur; dan Ahmad Irfan (22) warga Bogares Kidul, Kelurahan Pangkalan, Kecamatan Tegal.

Setelah dilakukan pemeriksaan, baru Khaerul Ikhwan alias Irul yang diduga memiliki hubungan dengan jaringan teroris. Irul diketahui memiliki hubungan dengan jaringan Sigit Indrajit dan Rohadi, dua terduga teroris yang sebelumnya telah ditangkap Densus 88. Keduanya diduga merencanakan pengeboman di Kedubes Myanmar di Jakarta beberapa waktu lalu.

Dari tangan Irul, petugas juga menyita sebuah buku cara merakit bom. "KI (Khaerul Ikhwan) adalah pembuat atau perakit bom bersama dengan MZ (Muhammad Zakaria) untuk peledakan Kedubes Myanmar beberapa waktu lalu," terangnya.

Sebelumnya, pada Minggu (18/8/2013) kemarin, Densus mengamankan Muhammad Zakaria di Perum Dasana Indah, Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Tangerang, Banten.

"MZ (Muhammad Zakaria) sesuai data yang kita miliki, menyerahkan sebuah bom ke saudara Rohadi. Rohadi sebelumnya sudah kami tangkap," kata Agus.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X