Kompas.com - 17/08/2013, 15:02 WIB
Penulis Icha Rastika
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi bisa saja menjemput paksa Wali Kota Bandung Dada Rosada jika yang bersangkutan kembali mengabaikan panggilan pemeriksaan KPK sebagai tersangka kasus dugaan penyuapan terkait penanganan kasus korupsi bantuan sosial Pemerintah Kota Bandung.

"Kalau dipanggil lagi, pasti akan dijemput paksa," kata Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas di Jakarta, Sabtu (17/8/2013).

KPK akan kembali memanggil Dada setelah orang nomor satu di Bandung itu tidak memenuhi panggilan pemeriksaan pada Jumat (16/8/2013) dengan alasan mengikuti rapat paripurna dengan DPRD di Bandung.

Menurut Busyro, sedianya Dada lebih mementingkan masalah hukum yang menjeratnya ketimbang urusan pemerintahannya.

"Satu paripurna, satu penegakan hukum. Lebih menjalani kewajiban yang mana? Kalau penegakkan hukum, kan statusnya tersangka, enggak bisa dilimpahkan ke orang lain. Kalau paripurna, kan ada yang lain, itu jadi alasan yang enggak logis," ucap Busyro.

Kendati demikian, menurut Busyro, tim penyidik KPK belum turun untuk menjemput Dada. KPK masih menunggu itikad baik dari politikus Partai Demokrat itu.

Busyro pun menyarankan, sebaiknya Dada datang saja ke kantor KPK pada Senin (19/8/2013) pekan depan untuk diperiksa, tanpa perlu menunggu undangan.

"Sebaiknya, untuk yang kedua kalinya, lebih bagus lagi enggak usah nunggu panggilan, Senin menghadap untuk lapor," ujarnya.

Jika tidak, lanjut Busyro, sikap Dada tersebut justru akan mempersulit dirinya sendiri. "Nanti malah jadi merugikan dia sendiri," tambahnya.

Saat ditanya mengenai kemungkinan Dada ditahan seusai pemeriksaan pekan depan, Busyro mengungkapkan, bahwa penahanan Dada bisa saja dilakukan tergantung pada kepentingan penyidikan.

Secara terpisah, Juru Bicara KPK Johan Budi mengungkapkan bahwa Dada akan dipanggil lagi untuk diperiksa sebagai tersangka pada Senin (19/3/2013) pekan depan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.