Kompas.com - 04/07/2013, 14:30 WIB
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary
JAKARTA, KOMPAS.com — Polda Riau masih mendalami dugaan keterkaitan 8 perusahaan perkebunan kelapa sawit dalam kasus kebakaran kawasan hutan atau lahan di Riau. Hingga saat ini, satu perusahaan, yakni PT Adei Plantation (PT AP) telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Penyelidikan perusahaan lain tetap berjalan. Ada 8 (perusahaan) terkait ini masih dalam penyelidikan,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (4/7/2013).

Penetapan tersangka pada korporasi, kata Boy, dilihat dari tindakan perusahaan yang membuka lahan perkebunan dengan melakukan pembakaran. Namun, tidak berarti perusahaan terlibat jika terdapat titik api pada lahannya. Kebakaran lahan perusahaan tersebut bisa disebabkan dari pembakaran lahan orang lain atau perusahaan lain.

“Tindakan pembakaran itu dikarenakan kegiatan perusahaan itu. Titik api yang ada di perusahaan, kita tidak bisa menyimpulkan. Jadi dilihat apakah aktivitas pembakaran berkait tindakan tugas yang diberikan perusahaan pada pelaku,” ujar Boy.

Dalam kasus ini, kepolisian telah menetapkan sebanyak 25 tersangka, satu di antaranya pihak perusahaan (PT AP). Sebanyak 24 lainnya adalah warga setempat yang melakukan pembakaran hutan atau lahan di Riau. Sebanyak 6 tersangka di wilayah Bengkalis, 2 tersangka di Dumai, 11 tersangka Rokan Hilir, 3 Siak, dan 2 tersangka di Pelalawan. Adapun tersangka korporasi PT AP ditangani di Polda Riau.

Sebelumnya, Kepala Bareskrim Polri Komisaris Jenderal Sutarman mengatakan, modus perusahaan AP adalah membiayai koperasi berinisial TS untuk membakar lahan yang diberikan perusahaan. Sesuai aturan, perusahaan diwajibkan memberikan sebagian lahan untuk warga. Hal itu merupakan hasil penyelidikan sementara.

Seperti diberitakan, banyaknya titik api di kawasan hutan Riau menyebabkan kabut asap meluas hingga ke Singapura dan Malaysia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sekitar 3,9 juta hektar lahan gambut di Riau telah beralih fungsi menjadi perkebunan.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan permintaan maaf kepada kedua negara itu. Presiden juga menginstruksikan agar dilakukan penegakan hukum terhadap mereka yang membakar lahan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    M Kece Mengaku Dapat Tekanan Teken Surat Permintaan Maaf kepada Irjen Napoleon

    M Kece Mengaku Dapat Tekanan Teken Surat Permintaan Maaf kepada Irjen Napoleon

    Nasional
    Gubernur Lemhannas Sebut Transformasi Militer Tidak Cukup Hanya Sampai 2045

    Gubernur Lemhannas Sebut Transformasi Militer Tidak Cukup Hanya Sampai 2045

    Nasional
    Langkah Kemenkes Antisipasi Penyebaran Hepatitis Akut di Sekolah

    Langkah Kemenkes Antisipasi Penyebaran Hepatitis Akut di Sekolah

    Nasional
    Jokowi: Dulu Pasokan Minyak Goreng 64.500 Ton Per Bulan, Setelah Ekspor Dilarang Jadi 211.000 Ton

    Jokowi: Dulu Pasokan Minyak Goreng 64.500 Ton Per Bulan, Setelah Ekspor Dilarang Jadi 211.000 Ton

    Nasional
    Bareskrim Ungkap Investasi Bodong Suntikan Modal Alat Kesehatan, Kerugian Capai Rp 110 Miliar

    Bareskrim Ungkap Investasi Bodong Suntikan Modal Alat Kesehatan, Kerugian Capai Rp 110 Miliar

    Nasional
    Menko PMK: Angka Kecelakaan Mudik Turun 11 Persen

    Menko PMK: Angka Kecelakaan Mudik Turun 11 Persen

    Nasional
    Wamen ATR/BPN Sebut Tak Ada Tumpang Tindih Perizinan Lahan di Kawasan IKN Nusantara

    Wamen ATR/BPN Sebut Tak Ada Tumpang Tindih Perizinan Lahan di Kawasan IKN Nusantara

    Nasional
    Soal Distribusi Minyak Goreng, Jokowi: Saya Tidak Mau Ada yang Bermain-main, Dampaknya Mempersulit Rakyat

    Soal Distribusi Minyak Goreng, Jokowi: Saya Tidak Mau Ada yang Bermain-main, Dampaknya Mempersulit Rakyat

    Nasional
    Jokowi: Beberapa Minggu ke Depan Harga Minyak Goreng Turun, Ketersediaan Melimpah

    Jokowi: Beberapa Minggu ke Depan Harga Minyak Goreng Turun, Ketersediaan Melimpah

    Nasional
    UPDATE 19 Mei: Sebaran 318 Kasus Baru Covid-19, DKI Terbanyak

    UPDATE 19 Mei: Sebaran 318 Kasus Baru Covid-19, DKI Terbanyak

    Nasional
    Alasan MKD Setop Kasus Harvey Nonton Porno: Tidak Sengaja dan Minta Maaf

    Alasan MKD Setop Kasus Harvey Nonton Porno: Tidak Sengaja dan Minta Maaf

    Nasional
    Jokowi: Pemerintah Akan Benahi Prosedur Pasokan Minyak Goreng

    Jokowi: Pemerintah Akan Benahi Prosedur Pasokan Minyak Goreng

    Nasional
    Lepas Masker Dibolehkan, Apakah Indonesia Masih Darurat Pandemi Covid-19?

    Lepas Masker Dibolehkan, Apakah Indonesia Masih Darurat Pandemi Covid-19?

    Nasional
    Ekspor Minyak Goreng Dibuka, Jokowi Janji Awasi Ketat Pasokan dan Harga di Dalam Negeri

    Ekspor Minyak Goreng Dibuka, Jokowi Janji Awasi Ketat Pasokan dan Harga di Dalam Negeri

    Nasional
    Menko PMK: RSDC Wisma Atlet Akan Ditutup jika Sudah Endemi

    Menko PMK: RSDC Wisma Atlet Akan Ditutup jika Sudah Endemi

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.