Hanura Targetkan Masuk 3 Besar pada Pemilu 2014

Kompas.com - 02/07/2013, 16:57 WIB
Calon presiden dan wakil presiden yang diusung Partai Hanura Wiranto dan Hary Tanoesoedibjo (berbaju putih tengah) menyapa pendukungnya saat acara deklarasi capres-cawapres dari Partai Hanura di Jakarta, Selasa (2/7/2013). Sebelum diusung sebagai cawapres Partai Hanura, Hary Tanoesoedibjo sempat bergabung dengan Partai NasDem yang dipimpin Surya Paloh.  TRIBUNNEWS/DANY PERMANA Calon presiden dan wakil presiden yang diusung Partai Hanura Wiranto dan Hary Tanoesoedibjo (berbaju putih tengah) menyapa pendukungnya saat acara deklarasi capres-cawapres dari Partai Hanura di Jakarta, Selasa (2/7/2013). Sebelum diusung sebagai cawapres Partai Hanura, Hary Tanoesoedibjo sempat bergabung dengan Partai NasDem yang dipimpin Surya Paloh.
|
EditorHindra Liauw

JAKARTA, KOMPAS.com — Kendati belum menentukan target perolehan suara yang jelas pada Pemilu 2014, Partai Hanura, yang baru mengusung Wiranto-Hary Tanoesoedibjo sebagai bakal capres-cawapres, optimistis masuk ke dalam 3 besar partai yang memperoleh suara paling banyak.

“Tetapi yang pasti masuk tiga besar, tapi persentase suaranya berapa yang menjadi target masih akan dibicarakan dulu pasca-deklarasi itu,” ujar Ketua DPP Partai Hanura Susaningtyas Kertopati di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (2/7/2013).

Nuning mengatakan, target Pemilu 2014 akan dibahas oleh seluruh pengurus tingkat daerah dan pusat. Target ini akan menjadi rujukan sikap Fraksi Partai Hanura dalam pembahasan RUU Pilpres. Selama ini, Hanura selalu meminta agar presidential threshold (PT) diturunkan.

Lebih lanjut, Nuning menampik anggapan bahwa Partai Hanura masih tergolong partai kecil. “Partai kecil itu ada masanya. Kami kembali pada realitas yang ada, tapi kami yakin kami bisa lebih besar dengan pilihan baru ini. Kami menargetkan bisa menjaring floating mass (massa mengambang),” katanya.

Seperti diberitakan, Partai Hanura akhirnya mendeklarasikan Wiranto-Hary Tanoe sebagai bakal capres dan cawapres. Penetapan pasangan ini dilakukan setahun sebelum pelaksanaan pemilu legislatif. Di Partai Hanura, Hary Tanoe baru saja bergabung dan langsung dilantik sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu partai ini.

Pencalonan Wiranto-Hary Tanoe terbilang mengejutkan karena Hanura memutuskan mencalonkan dua kader internalnya. Padahal, partai-partai lain masih menunggu hasil Pileg 2014. Selain itu, hal ini juga dilakukan untuk menjalin koalisi.

Politisi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, menilai keputusan Hanura menduetkan keduanya adalah aksi bunuh diri karena selama ini Hanura selalu berada di posisi buncit dalam survei-survei yang ada. Ruhut pesimistis Hanura bisa memperoleh presidential threshold yang cukup untuk mengajukan capres-cawapres dari partai sendiri.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Jadi Pengacara Bambang Trihatmodjo, Busyro Muqoddas: Itu Bukan Kasus Korupsi, tapi TUN

    Jadi Pengacara Bambang Trihatmodjo, Busyro Muqoddas: Itu Bukan Kasus Korupsi, tapi TUN

    Nasional
    KontraS Kecam Pengangkatan Eks Tim Mawar Jadi Pejabat Kemenhan

    KontraS Kecam Pengangkatan Eks Tim Mawar Jadi Pejabat Kemenhan

    Nasional
    Sejumlah Pegawai Mundur, Pimpinan KPK: Hanya Pecinta Sejati yang Mampu Bertahan

    Sejumlah Pegawai Mundur, Pimpinan KPK: Hanya Pecinta Sejati yang Mampu Bertahan

    Nasional
    Cerita Anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo, Dikejar Suster karena Takut Tes Swab

    Cerita Anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo, Dikejar Suster karena Takut Tes Swab

    Nasional
    Sebaran Penambahan 4.494 Kasus Covid-19, Terbanyak di DKI Jakarta

    Sebaran Penambahan 4.494 Kasus Covid-19, Terbanyak di DKI Jakarta

    Nasional
    Baleg DPR: Sanksi Pidana Tak Dibahas dalam Klaster Ketenagakerjaan RUU Cipta Kerja

    Baleg DPR: Sanksi Pidana Tak Dibahas dalam Klaster Ketenagakerjaan RUU Cipta Kerja

    Nasional
    Sejumlah Pegawai Mundur, Pimpinan KPK: Ini Ujian, KPK Bukan Tempat Santai

    Sejumlah Pegawai Mundur, Pimpinan KPK: Ini Ujian, KPK Bukan Tempat Santai

    Nasional
    UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 26 September 2020

    UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 26 September 2020

    Nasional
    Imbas Mundurnya Sejumlah Pegawai, Pimpinan KPK Akan Evaluasi Sistem Kepegawaian KPK

    Imbas Mundurnya Sejumlah Pegawai, Pimpinan KPK Akan Evaluasi Sistem Kepegawaian KPK

    Nasional
    Hingga 26 September, Pemerintah Telah Periksa 3.169.783 Spesimen Terkait Covid-19

    Hingga 26 September, Pemerintah Telah Periksa 3.169.783 Spesimen Terkait Covid-19

    Nasional
    UPDATE 26 September: Ada 119.379 Suspek Terkait Covid-19

    UPDATE 26 September: Ada 119.379 Suspek Terkait Covid-19

    Nasional
    UPDATE 26 September: Ada 61.628 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

    UPDATE 26 September: Ada 61.628 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

    Nasional
    UPDATE 26 September: Bertambah 3.207, Kini Ada 199.403 Orang yang Sembuh dari Covid-19 di Indonesia

    UPDATE 26 September: Bertambah 3.207, Kini Ada 199.403 Orang yang Sembuh dari Covid-19 di Indonesia

    Nasional
    UPDATE 26 September: Tambah 90 Orang, Pasien Meninggal akibat Covid-19 Jadi 10.308

    UPDATE 26 September: Tambah 90 Orang, Pasien Meninggal akibat Covid-19 Jadi 10.308

    Nasional
    Pemerintah Sebut Pesangon PHK Beratkan Pengusaha, Minta Aturan di RUU Cipta Kerja Diubah

    Pemerintah Sebut Pesangon PHK Beratkan Pengusaha, Minta Aturan di RUU Cipta Kerja Diubah

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X