Fathanah Timang-timang Bayi Perempuannya Sebelum Sidang

Kompas.com - 24/06/2013, 12:48 WIB
Ahmad Fathanah menggendong putrinya saat menunggu sidang perdana di Pengadilan Khusus Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (24/6/2013). Ia menjadi tersangka kasus dugaan korupsi dan pencucian uang kepengurusan kuota impor daging sapi . KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOAhmad Fathanah menggendong putrinya saat menunggu sidang perdana di Pengadilan Khusus Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (24/6/2013). Ia menjadi tersangka kasus dugaan korupsi dan pencucian uang kepengurusan kuota impor daging sapi .
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com — Ahmad Fathanah, tersangka kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang, masih menunggu di ruang tunggu terdakwa Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Selatan, Senin (24/6/2013). Di ruangan itu, Fathanah terlihat menggendong bayi perempuannya yang masih berumur sekitar 4 bulan.

Dalam pangkuan Fathanah, bayi itu tampak tenang, kemudian sang istri Sefti Sanustika memberikan botol susu putih untuk bayi mereka.

Bayi itu merupakan anak pertama dari pernikahan Fathanah bersama Sefti. Hampir tiga jam lamanya Fathanah berada di ruang tunggu terdakwa, ditemani Sefti.

Sesekali beberapa kerabatnya juga memasuki ruang tunggu terdakwa itu. Fathanah hadir ke Pengadilan Tipikor mengenakan kemaja batik lengan panjang berwarna coklat dan bercorak biru. Adapun Sefti dengan jilbabnya mengenakan pakaian berwarna ungu. Fathanah menunggu untuk menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan surat dakwaan oleh tim jaksa penuntut umum.

Saat ini, sidang masih berlangsung untuk rekan Fathanah, yaitu Luthfi Hasaan Ishaaq. Menurut jadwal, Fathanah akan menjalani sidang perdana setelah Luthfi. Sebelumnya, Fathanah mengaku siap menjalani sidang perdananya. Dia pun tak mempermasalahkan jika sang istri dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan selanjutnya.

"Kalau memang harus, ya harus dijalankan," katanya.

Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan keduanya sebagai tersangka kasus korupsi karena diduga menerima pemberian hadiah atau janji dari Juard dan Arya (Direktur PT Indoguna Utama) terkait kepengurusan kuota impor daging sapi untuk perusahaan tersebut senilai Rp 1 miliar. Dalam pengembangannya, KPK juga menjerat keduanya dengan pasal tindak pidana pencucian uang.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang dari Proyek Fiktif di Waskita Karya

    KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang dari Proyek Fiktif di Waskita Karya

    Nasional
    Polri: Kalau Demonstrasi Sudah Anarkis, Polisi akan Bertindak...

    Polri: Kalau Demonstrasi Sudah Anarkis, Polisi akan Bertindak...

    Nasional
    Tindaklanjuti Putusan Bawaslu, KPU Tetapkan 3 Eks Koruptor jadi Calon Kepala Daerah

    Tindaklanjuti Putusan Bawaslu, KPU Tetapkan 3 Eks Koruptor jadi Calon Kepala Daerah

    Nasional
    Pemda Diminta Tegakkan Protokol Kesehatan Selama Libur Panjang

    Pemda Diminta Tegakkan Protokol Kesehatan Selama Libur Panjang

    Nasional
    Azwar Anas Beberkan Persiapan Protokol Kesehatan di Banyuwangi Jelang Liburan

    Azwar Anas Beberkan Persiapan Protokol Kesehatan di Banyuwangi Jelang Liburan

    Nasional
    Bareskrim Tunda Pemeriksaan Petinggi KAMI Ahmad Yani

    Bareskrim Tunda Pemeriksaan Petinggi KAMI Ahmad Yani

    Nasional
    Satgas Ingatkan Kepala Daerah agar Transparan soal Data Kasus Covid-19

    Satgas Ingatkan Kepala Daerah agar Transparan soal Data Kasus Covid-19

    Nasional
    Singgung Rendahnya Indeks Pembangunan Pemuda, Menko PMK Ingatkan Kolaborasi Semua Pihak

    Singgung Rendahnya Indeks Pembangunan Pemuda, Menko PMK Ingatkan Kolaborasi Semua Pihak

    Nasional
    Jelang Libur Panjang, Kemendagri Imbau Pemda Siapkan Protokol Kesehatan di Lokasi Wisata

    Jelang Libur Panjang, Kemendagri Imbau Pemda Siapkan Protokol Kesehatan di Lokasi Wisata

    Nasional
    Kejagung: Kerugian Negara akibat Kasus Korupsi Impor Tekstil Sebesar Rp 1,6 Triliun

    Kejagung: Kerugian Negara akibat Kasus Korupsi Impor Tekstil Sebesar Rp 1,6 Triliun

    Nasional
    Maulid Nabi, Kemenag Imbau Hindari Kegiatan yang Ciptakan Kerumunan

    Maulid Nabi, Kemenag Imbau Hindari Kegiatan yang Ciptakan Kerumunan

    Nasional
    Walhi Kecam Pembangunan 'Jurassic Park Komodo', Tak Berbasis Keilmuan

    Walhi Kecam Pembangunan "Jurassic Park Komodo", Tak Berbasis Keilmuan

    Nasional
    Kominfo Sorot Praktik Politik Uang dan Identitas pada Pilkada 2020

    Kominfo Sorot Praktik Politik Uang dan Identitas pada Pilkada 2020

    Nasional
    Ulin Yusron Jadi Komisaris BUMN Dinilai sebagai Imbal Jasa Jokowi

    Ulin Yusron Jadi Komisaris BUMN Dinilai sebagai Imbal Jasa Jokowi

    Nasional
    Survei Tunjukkan Kualitas Demokrasi Indonesia Menurun, Pemerintah Diminta Evaluasi

    Survei Tunjukkan Kualitas Demokrasi Indonesia Menurun, Pemerintah Diminta Evaluasi

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X