Kemendagri: E-KTP Boleh Difotokopi - Kompas.com

Kemendagri: E-KTP Boleh Difotokopi

Kompas.com - 16/05/2013, 16:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Irman mengatakan, kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP boleh difotokopi. Menurut Irman, cip dalam e-KTP itu tak akan rusak bila difotokopi.

"Tidak ada masalah kalau difotokopi dan tidak ada larangan bagi masyarakat untuk memfotokopi," kata Irman seusai rapat bersama Komisi V di Gedung DPR, Kamis (16/52013).

Irman mengatakan, warga tak perlu khawatir bila telanjur memfotokopi e-KTP. Ia juga menjamin bahwa permasalahan e-KTP tak akan mengganggu proses pemilihan di masa pemilihan umum.

Ada beberapa teknologi dalam e-KTP, di antaranya smart card blangko yang di dalamnya telah disertai cip. Blangko ini memiliki tujuh lapisan, cip terletak di lapisan tengah setebal 330 mikron. Karena terletak di dalam, cip ini tak bisa dilihat dari luar dan disebut cip nirsentuh.

Cip itu berbeda dari beberapa kartu kredit yang menggunakan cip di lapisan luar (terlihat) atau cip pada kartu SIM untuk telepon seluler yang mudah ditandai keberadaannya. Teknologi yang dipakai dalam e-KTP adalah contactless card. Teknologi ini berbasis pada radio-frequency identification (RFID), yakni memakai gelombang radio untuk berkomunikasi. Adapun near field communication (NFC) merupakan salah satu teknologi komunikasi yang berbasis pada frekuensi radio.

Teknologi contactless card pada e-KTP beroperasi pada frekuensi 13,56 MHz. Teknologi NFC juga beroperasi pada frekuensi yang hampir sama. Inilah yang memungkinkan perangkat dengan teknologi NFC bisa mengetahui keberadaan cip di e-KTP. Meski demikian, tidak ada cip NFC dalam e-KTP. Meski bisa mengetahui keberadaan cip, perangkat dengan teknologi NFC tidak akan dapat membaca data yang tersimpan dalam e-KTP.

E-KTP dirancang secara khusus dan dilengkapi dengan fitur keamanan sehingga hanya bisa dibaca oleh perangkat pembaca e-KTP. Saat ini, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terus mengembangkan perangkat pembaca e-KTP. Perangkat pembaca e-KTP yang sudah dikembangkan BPPT saat ini dilengkapi dengan modul biometrik sidik jari yang berguna untuk melakukan verifikasi pemegang e-KTP.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorLaksono Hari W
    Komentar

    Terkini Lainnya

    Setya Novanto Divonis 15 Tahun Penjara

    Setya Novanto Divonis 15 Tahun Penjara

    Nasional
    Kapolri Instruksikan Jajarannya: Peringatan 'May Day' Harus Kondusif

    Kapolri Instruksikan Jajarannya: Peringatan "May Day" Harus Kondusif

    Nasional
    Penindakan Diskotek Old City, Satpol PP Tunggu Perintah Anies

    Penindakan Diskotek Old City, Satpol PP Tunggu Perintah Anies

    Megapolitan
    Penumpang yang Mobilnya Mendadak Berhenti di Tengah Jalan Ikuti Tes Narkoba

    Penumpang yang Mobilnya Mendadak Berhenti di Tengah Jalan Ikuti Tes Narkoba

    Regional
    Bioskop di Selandia Baru Larang Penonton Pakai Piyama dan Sepatu Kotor

    Bioskop di Selandia Baru Larang Penonton Pakai Piyama dan Sepatu Kotor

    Internasional
    Tersiram Air Panas di Pesawat, Penumpang Qantas Tuntut Ganti Rugi

    Tersiram Air Panas di Pesawat, Penumpang Qantas Tuntut Ganti Rugi

    Internasional
    Menurut Kontras, Ini Penyebab Terjadinya Tindakan Penyiksaan terhadap Warga Sipil

    Menurut Kontras, Ini Penyebab Terjadinya Tindakan Penyiksaan terhadap Warga Sipil

    Nasional
    KSPI Akan Uji Materi Perpres TKA ke Mahkamah Agung

    KSPI Akan Uji Materi Perpres TKA ke Mahkamah Agung

    Nasional
    Anies dan Sandi Disebut Akan Resmikan Musala di Kampung Akuarium

    Anies dan Sandi Disebut Akan Resmikan Musala di Kampung Akuarium

    Megapolitan
    Ini Penampakan Bus Transjakarta yang Dilukis Anak-anak Autisme

    Ini Penampakan Bus Transjakarta yang Dilukis Anak-anak Autisme

    Megapolitan
    Dibuat Permanen, Pengerjaan Jembatan Babat-Widang Diprediksi Rampung H-10 Lebaran

    Dibuat Permanen, Pengerjaan Jembatan Babat-Widang Diprediksi Rampung H-10 Lebaran

    Regional
    Kunjungi Maroko, Anies Ingin Indonesia Berbagi Pengalaman dengan Negara Lain

    Kunjungi Maroko, Anies Ingin Indonesia Berbagi Pengalaman dengan Negara Lain

    Megapolitan
    Trump Dilaporkan Gunakan Ponsel Pribadi untuk Hubungi Penasihatnya

    Trump Dilaporkan Gunakan Ponsel Pribadi untuk Hubungi Penasihatnya

    Internasional
    Hakim: Setya Novanto Terbukti Menyalahgunakan Kewenangan

    Hakim: Setya Novanto Terbukti Menyalahgunakan Kewenangan

    Nasional
    Kades di Pemalang Diduga Tidak Netral, Bawaslu Hentikan Kasusnya karena Terlapor Menghilang

    Kades di Pemalang Diduga Tidak Netral, Bawaslu Hentikan Kasusnya karena Terlapor Menghilang

    Regional

    Close Ads X