Kompas.com - 14/05/2013, 15:24 WIB
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Tindak pidana pencucian uang yang dilakukan Ahmad Fathanah terus ditelusuri. Bukan tidak mungkin akan ada tersangka baru dalam kasus ini.

Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) M Yusuf mengatakan, kasus pencucian uang yang dilakukan Fathanah masih sangat mungkin menjerat tersangka baru. Alat untuk menjeratnya, kata Yusuf, adalah menggunakan Pasal 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

"Kalau mengacu pada Pasal 5, pihak lain ada (yang terjerat)," kata Yusuf di Gedung PPATK, Jakarta, Selasa (14/5/2013).

Dengan pasal TPPU itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat menjerat kerabat, keluarga, atau teman dekat Fathanah yang diduga menerima atau menguasai asetnya. Pasal 5 Ayat 1 Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang menyebutkan bahwa penerima hasil korupsi dapat dikenakan pidana serta denda. Pasal itu menyebutkan, "Setiap orang yang menerima atau menguasai penempatan, pentransferan, pembayaran, hibah, sumbangan, penitipan, penukaran, atau menggunakan harta kekayaan yang diketahuinya atau patut diduganya merupakan hasil tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat 1 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar".

Sebelumnya, Yusuf menyebutkan bahwa PPATK menemukan adanya aliran dana dari Fathanah senilai puluhan juta sampai semiliaran rupiah kepada beberapa wanita. PPATK menyebutkan bahwa Fathanah mengalirkan dana sejak 10 tahun lalu kepada 20 wanita.  Meski demikian, Yusuf belum bisa memastikan motif di balik pemberian sejumlah uang dari Fathanah kepada 20 wanita.

Selain itu, PPATK juga menemukan bahwa ada aliran dana dari Fathanah kepada mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq. Saat ini, PPATK masih mendalami semua aliran dana tersebut. "Ini yang sedang kita dalami. Kalau bisnis tidak ada underline-nya, hubungan keluarga juga tidak," ujarnya.

Fathanah dan Luthfi menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi dan pencucian uang terkait penambahan kuota impor daging sapi. Keduanya diduga menerima pemberian hadiah atau janji dari Direktur PT Indoguna Utama Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi. Pemberian uang tersebut diduga berkaitan dengan jasa Luthfi dan Fathanah dalam mengupayakan penambahan kuota impor daging sapi untuk PT Indoguna.

Terkait penyidikan kasus Fathanah, KPK pernah memeriksa Sefti dua kali. Dia dianggap tahu seputar aset Fathanah. KPK menduga Fathanah melakukan pencucian uang dengan menyamarkan uang hasil tindak pidana korupsi. Fathanah diduga mentransfer uang ke sejumlah pihak atau membeli aset yang diatasnamakan orang lain.

Sejauh ini, KPK telah menyita sejumlah aset terkait Fathanah. KPK menyita Honda Jazz terkait Fathanah dari model cantik Vitalia Shesya, Honda Freed dari penyanyi dangdut bernama Tri Kurnia Rahayu, serta barang-barang mewah lainnya dari dua perempuan itu. Selain itu, KPK menemukan aliran dana Rp 20 juta dan 1.800 dollar AS ke Ayu Azhari yang kemudian uang tersebut dikembalikan Ayu ke KPK beberapa waktu lalu.

Uang Fathanah juga diduga mengalir ke kas PKS untuk mendanai pemenangan Wali Kota Makassar Ilham Arif Sirajuddin dalam Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan 2013-2018 dan ke Saldi Matta, adik Presiden PKS Anis Matta. Beberapa waktu lalu, Saldi mengaku dapat transferan uang Rp 50 juta dari Fathanah. Uang itu, menurut dia, merupakan pembayaran utang. Fathanah meminjam uang Rp 50 juta dari Saldi pada September tahun lalu dan baru dibayarkan pada Januari 2013.

Bukan hanya itu, Fathanah juga disebut menyiapkan uang Rp 1,3 miliar untuk mengurus proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal. Belum diketahui kepada siapa uang Rp 1,3 miliar itu diberikan.

Baca juga:
Kisah KPK Memburu Mobil-mobil Mewah Terkait Luthfi Hasan
Soal Mobil yang Akan Disita KPK, Luthfi Bilang Enggak 'Nonton' TV
Ada 'Daging' untuk Pak Luthfi...
Ditanya Mobil-mobil Mewahnya, Luthfi Cuma Senyum
Sederet Mobil Mewah Terkait Luthfi Hasan Ishaaq

Ikuti berita terkait kasus ini dalam topik:
Skandal Suap Impor Daging Sapi

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Berikan Motor Roda Tiga untuk Gading, Mensos Risma: Dia Inspirasi Banyak Orang

    Berikan Motor Roda Tiga untuk Gading, Mensos Risma: Dia Inspirasi Banyak Orang

    Nasional
    Pemeriksaan Spesimen Terkait Covid-19 Menurun, Ini Penjelasan Doni Monardo

    Pemeriksaan Spesimen Terkait Covid-19 Menurun, Ini Penjelasan Doni Monardo

    Nasional
    Doni Monardo Sebut Persentase Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia Meningkat

    Doni Monardo Sebut Persentase Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia Meningkat

    Nasional
    Kutuk Keras Serangan Israel ke Palestina, PKS: Tindakan Israel Bertentangan dengan Norma, HAM, dan Hukum Internasional

    Kutuk Keras Serangan Israel ke Palestina, PKS: Tindakan Israel Bertentangan dengan Norma, HAM, dan Hukum Internasional

    Nasional
    Antisipasi Arus Balik di Bakauheni-Merak, Ketua Satgas Covid-19 Sampaikan 7 Arahan

    Antisipasi Arus Balik di Bakauheni-Merak, Ketua Satgas Covid-19 Sampaikan 7 Arahan

    Nasional
    UPDATE: 8.970.715 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 13.737.596 Dosis Pertama

    UPDATE: 8.970.715 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 13.737.596 Dosis Pertama

    Nasional
    UPDATE: Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia Capai 81.809 Orang

    UPDATE: Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia Capai 81.809 Orang

    Nasional
    UPDATE 16 Mei: Bertambah 126, Total Pasien Covid-19 yang Meninggal Dunia 48.093 Orang

    UPDATE 16 Mei: Bertambah 126, Total Pasien Covid-19 yang Meninggal Dunia 48.093 Orang

    Nasional
    UPDATE: Bertambah 3.790, Pasien Sembuh dari Covid-19 Mencapai 1.600.857

    UPDATE: Bertambah 3.790, Pasien Sembuh dari Covid-19 Mencapai 1.600.857

    Nasional
    UPDATE 16 Mei: Ada 90.800 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

    UPDATE 16 Mei: Ada 90.800 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

    Nasional
    UPDATE: Bertambah 3.080, Kasus Covid-19 di Indonesia Mencapai 1.739.750

    UPDATE: Bertambah 3.080, Kasus Covid-19 di Indonesia Mencapai 1.739.750

    Nasional
    Selasa 18 Mei, Buruh Akan Gelar Aksi Solidaritas untuk Palestina

    Selasa 18 Mei, Buruh Akan Gelar Aksi Solidaritas untuk Palestina

    Nasional
    Menko PMK: Antisipasi Arus Balik Pemudik Bukan Hanya di DKI Jakarta

    Menko PMK: Antisipasi Arus Balik Pemudik Bukan Hanya di DKI Jakarta

    Nasional
    Transformasi Digital pada Sistem Pertahanan dan Keamanan

    Transformasi Digital pada Sistem Pertahanan dan Keamanan

    Nasional
    Anggota Komisi I DPR Dukung Upaya Pemerintah Bantu Selesaikan Agresi Israel ke Palestina

    Anggota Komisi I DPR Dukung Upaya Pemerintah Bantu Selesaikan Agresi Israel ke Palestina

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X