Anis: Ada Salinan Sertifikat Rumah di Tas Fathanah

Kompas.com - 13/05/2013, 22:13 WIB
Penulis Icha Rastika
|
EditorHindra

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta membenarkan bahwa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapatkan salinan sertifikat lahan atas nama istrinya, Anaway Irianti Mansyur, di tas Ahmad Fathanah saat proses tangkap tangan KPK beberapa waktu lalu. Anis mengaku KPK memperlihatkan salinan sertifikat lahan itu pada pemeriksaan.

"Yang diperlihatkan kepada saya tadi itu fotokopi, bukan sertifikat asli yang ada di tasnya Fathanah. Itu bukan sertifikat aslinya," kata Anis di Gedung KPK di Jakarta, Senin (13/5/2013) seusai pemeriksaan.

Anis diperiksa KPK sebagai saksi untuk Fathanah yang menjadi tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi dan pencucian uang kuota impor daging sapi. Dia diperiksa selama kurang lebih tujuh jam. Menurut Anis, Fathanah pernah menawar rumah miliknya. Lahan itu dikelola adik Anis, Saldi Matta, yang menjadi pengusaha di bidang properti.

Rencananya lahan itu akan digunakan untuk perumahan berbentuk cluster. "Saya sudah jelaskan bahwa sertifikat ini adalah lahan saya yang sudah saya laporkan dalam daftar kekayaan saya kepada KPK. Itu ada di dalam daftar. Lahan ini selanjutnya saya serahkan kepada adik saya, Saldi Matta, untuk dijadikan suatu proyek properti, cluster," ungkapnya. Namun, lanjut Anis, belum ada transaksi jual beli antara pihaknya dengan Fathanah. Menurut Anis, Fathanah baru sekadar menawar.

"Mereka menawar, tapi tidak terjadi transaksi dengan keluarga Fathanah," ucap Anis.

Adapun Fathanah merupakan orang dekat mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq. Selain ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi kuota impor daging sapi, Fathanah dijerat dengan Pasal TPPU. Dia diduga menyamarkan uang hasil tindak pidana korupsi dengan sejumlah cara, salah satunya mentransfer ke pihak lain, atau membelikan barang untuk pihak lain. KPK juga menetapkan Luthfi sebagai tersangka untuk kasus yang sama.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Pada HUT IDI, Jokowi Sampaikan Dukacita untuk Dokter yang Gugur karena Covid-19

    Pada HUT IDI, Jokowi Sampaikan Dukacita untuk Dokter yang Gugur karena Covid-19

    Nasional
    HUT IDI, Presiden Jokowi: Covid-19 Jadi Momentum Transformasi Sistem Kesehatan

    HUT IDI, Presiden Jokowi: Covid-19 Jadi Momentum Transformasi Sistem Kesehatan

    Nasional
    UPDATE 24 Oktober: Ada 63.556 Kasus Aktif Covid-19

    UPDATE 24 Oktober: Ada 63.556 Kasus Aktif Covid-19

    Nasional
    Hingga 24 Oktober, Pemerintah Telah Periksa 4.293.347 Spesimen dari 2.711.239 Orang Terkait Covid-19

    Hingga 24 Oktober, Pemerintah Telah Periksa 4.293.347 Spesimen dari 2.711.239 Orang Terkait Covid-19

    Nasional
    UPDATE 24 Oktober: Kasus Suspek Covid-19 Capai 166.380

    UPDATE 24 Oktober: Kasus Suspek Covid-19 Capai 166.380

    Nasional
    UPDATE 24 Oktober: Tambah 4.119, Pasien Covid-19 Sembuh Kini Ada 309.219 Orang

    UPDATE 24 Oktober: Tambah 4.119, Pasien Covid-19 Sembuh Kini Ada 309.219 Orang

    Nasional
    UPDATE 24 Oktober: Pasien Covid-19 Meninggal Jadi 13.205

    UPDATE 24 Oktober: Pasien Covid-19 Meninggal Jadi 13.205

    Nasional
    UPDATE 24 Oktober: Tambah 4.070, Kasus Positif Covid-19 Jadi 385.980

    UPDATE 24 Oktober: Tambah 4.070, Kasus Positif Covid-19 Jadi 385.980

    Nasional
    Wapres Sebut Perkembangan Industri Halal Harus Seiring Kebijakan Pro-UMKM

    Wapres Sebut Perkembangan Industri Halal Harus Seiring Kebijakan Pro-UMKM

    Nasional
    Hingga Oktober 2020, Realisasi Anggaran BP3S Capai 61,47 Persen

    Hingga Oktober 2020, Realisasi Anggaran BP3S Capai 61,47 Persen

    Nasional
    KSPI Akan Demo Besar-besaran 1 November jika Jokowi Teken UU Cipta Kerja

    KSPI Akan Demo Besar-besaran 1 November jika Jokowi Teken UU Cipta Kerja

    Nasional
    Jumlah Halaman UU Cipta Kerja Berubah Lagi, KSPI: Seperti Sinetron Kejar Tayang

    Jumlah Halaman UU Cipta Kerja Berubah Lagi, KSPI: Seperti Sinetron Kejar Tayang

    Nasional
    PBNU Dukung Penangkapan Gus Nur, Sebut Sudah Berulang Kali Bikin Marah Warga NU

    PBNU Dukung Penangkapan Gus Nur, Sebut Sudah Berulang Kali Bikin Marah Warga NU

    Nasional
    Wapres Ma'ruf Soroti Ekspor Produk Halal RI Kalah dengan Brazil dan Australia

    Wapres Ma'ruf Soroti Ekspor Produk Halal RI Kalah dengan Brazil dan Australia

    Nasional
    Dini Hari, Polisi Tangkap Gus Nur di Kediamannya

    Dini Hari, Polisi Tangkap Gus Nur di Kediamannya

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X