Fraksi PAN Minta Pengesahan RUU Ormas Ditunda

Kompas.com - 11/04/2013, 19:55 WIB
EditorRobert Adhi Ksp

JAKARTA, KOMPAS.com - Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN) DPR RI mendesak Pansus agar pengesahan Rancangan Undang-undang (RUU) Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang dijadwalkan Jumat (12/4/2013) besok, ditunda.

Pernyataan ini disampaikan Ketua Fraksi PAN di DPR, Ir.H.Tjatur Sapto Edy, Kamis (11/4/2013). "Hari Jumat 12 April akan ada demo besar, demi menjaga kepentingan yang lebih besar. Fraksi PAN DPR RI menegaskan kembali untuk menolak pengesahan RUU Ormas pada tanggal 12 April 2013," ujarnya.  

Selanjutnya Fraksi PAN DPR RI meminta kepada Pansus agar melakukan uji publik serta mengembangkan forum-forum sosialisasi yang lebih intensif kepada seluruh pemangku kepentingan agar substansi dan poin-poin prinsipil yang diatur dalam RUU Ormas ini dapat dipahami dan disepakati bersama.  

Anggota Komisi I dari Fraksi PAN, Muhammad Najib mengatakan, jika RUU Ormas dipaksakan untuk disahkan saat ini, dikhawatirkan maksud baik penyusunan RUU ini justru dipahami sebaliknya, sehingga menempatkan negara berhadapan dengan masyarakat.

Hal ini dikarenakan di ujung pembahasan, ternyata masih ada beberapa poin krusial dalam RUU Ormas yang masih menimbulkan kontroversi dan penolakan keras dari berbagai komponen masyarakat.  (Viola Oyong) 

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    UPDATE 5 Juli: 1.607 Kasus Baru Covid-19, Jatim Catat Kenaikan Tertinggi

    UPDATE 5 Juli: 1.607 Kasus Baru Covid-19, Jatim Catat Kenaikan Tertinggi

    Nasional
    Pemerintah: Rata-rata Kematian Covid-19 di Indonesia Lebih Tinggi Dibanding Global

    Pemerintah: Rata-rata Kematian Covid-19 di Indonesia Lebih Tinggi Dibanding Global

    Nasional
    UPDATE 5 Juli: 915.482 Spesimen Sudah Diperiksa Terkait Covid-19

    UPDATE 5 Juli: 915.482 Spesimen Sudah Diperiksa Terkait Covid-19

    Nasional
    UPDATE 5 Juli: ODP Covid-19 Jadi 39.928, PDP Ada 13.767 Orang

    UPDATE 5 Juli: ODP Covid-19 Jadi 39.928, PDP Ada 13.767 Orang

    Nasional
    UPDATE 5 Juli: Bertambah 886, Pasien yang Sembuh dari Covid-19 Capai 29.105 Orang

    UPDATE 5 Juli: Bertambah 886, Pasien yang Sembuh dari Covid-19 Capai 29.105 Orang

    Nasional
    Tak Cuma Perkuat BPIP, RUU PIP Jaga Eksistensi Pancasila Masa Kini dan Mendatang

    Tak Cuma Perkuat BPIP, RUU PIP Jaga Eksistensi Pancasila Masa Kini dan Mendatang

    Nasional
    UPDATE 5 Juli: Tambah 82 Kematian, Total 3.171 Pasien Covid-19 Meninggal di Indonesia

    UPDATE 5 Juli: Tambah 82 Kematian, Total 3.171 Pasien Covid-19 Meninggal di Indonesia

    Nasional
    UPDATE 5 Juli: Tambah 1.607, Total  63.749 Kasus Covid-19 di Indonesia

    UPDATE 5 Juli: Tambah 1.607, Total 63.749 Kasus Covid-19 di Indonesia

    Nasional
    Dokter Ingatkan Masyarakat Tak Nongkrong Setelah Bersepeda

    Dokter Ingatkan Masyarakat Tak Nongkrong Setelah Bersepeda

    Nasional
    Bersepeda dengan Masker? Ini yang Harus Diperhatikan Menurut Dokter

    Bersepeda dengan Masker? Ini yang Harus Diperhatikan Menurut Dokter

    Nasional
    Sambut Kebiasaan Baru, Destinasi Wisata Banyuwangi Hanya Buka 5 Hari dalam Sepekan

    Sambut Kebiasaan Baru, Destinasi Wisata Banyuwangi Hanya Buka 5 Hari dalam Sepekan

    Nasional
    Ketua MPR Dorong Kementan Uji Klinis Kalung Eucalyptus

    Ketua MPR Dorong Kementan Uji Klinis Kalung Eucalyptus

    Nasional
    Ini Destinasi Pariwisata Banyuwangi yang Mulai Dibuka

    Ini Destinasi Pariwisata Banyuwangi yang Mulai Dibuka

    Nasional
    Sambut Kebiasaan Baru, Pariwisata Banyuwangi Mulai Dibuka

    Sambut Kebiasaan Baru, Pariwisata Banyuwangi Mulai Dibuka

    Nasional
    Wantimpres: Isu Reshuffle Diharap Picu Kerja Menteri Lebih Keras

    Wantimpres: Isu Reshuffle Diharap Picu Kerja Menteri Lebih Keras

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X