Kompas.com - 24/10/2012, 17:32 WIB
|
EditorHindra

JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah nyaris delapan bulan melakukan pemeriksaan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) masih belum merampungkan hasil audit investigasi terhadap proyek Hambalang di Kementerian Pemuda dan Olahraga. Hasil audit yang kini sudah rampung baru 85 persen. Hal tersebut diungkapkan Ketua BPK Hadi Poernomo, Rabu (24/10/2012), di Gedung BPK, Jakarta.

"Sudah 85 persen, tinggal 15 persen lagi. Kami berterima kasih atas semua dukungan, namun kami minta untuk mohon bersabar proses tetap berjalan," ujar Hadi.

Hadi menjelaskan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan sejak tanggal 27 Februari 2012 lalu atas permintaan DPR. Sejak saat itu, tim pemeriksa telah melakukan penelitian dokumen, wawancara, analisis, serta metode lainnya dalam rangka pengumpulan bukti.

"Terkait dengan wawancara atau pemeriksaan berbagai pihak terkait, tim pemeriksa telah melakukan sejak awal dan apabila dilakukan wawancara lebih lanjut, hal tersebut didasarkan pertimbangan untuk memperoleh kecukupan bukti sesuai dengan perkembangan data dan informasi," kata Hadi.

Saat ditanya lebih lanjut soal pihak-pihak yang sudah diperiksa BPK, Hadi enggan menjelaskan. Menurutnya, BPK tidak bisa membeberkan data yang dimiliki sebelum laporan itu diserahkan ke DPR dan KPK. Ia pun mengelak ketika ditanya soal pencantuman nama Andi Mallarangeng di dalam laporan itu.

"Saya tidak bisa sebut karena ada kode etik dan undang-undangnya," ucap Hadi. Hadi tidak bisa memastikan kapan laporan audit Hambalang bisa diselesaikan seluruhnya. Ia menuturkan bahwa saat ini BPK masih melengkapi keterangan dan bukti yang diperlukan.

Desakan publik atas independensi audit BPK terus dilontarkan berbagai pihak. Kisruh audit BPK terkait proyek Hambalang bermula dari pernyataan anggota BPK Taufiequrachman Ruki menilai laporan audit investigasi BPK telah diintervensi. Nama Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng dan sejumlah perusahaan kontraktor tidak dinyatakan terlibat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Karena tidak ada nama Menpora dan korporasi-korporasi yang menerima aliran dana dalam laporan tersebut, saya meminta tim pemeriksa untuk memperbaiki laporannya. Kalau tetap tidak ada nama Menpora dan perusahaan-perusahaan itu, saya tidak akan tanda tangan laporan tersebut," kata mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu kepada Kompas, Kamis (18/10/2012), di Jakarta.

Perusahaan-perusahaan yang menurut Taufiequrachman terlibat dalam proyek Hambalang antara lain PT Dutasari Citralaras dan PT Adhi Karya. Di PT Dutasari Citralaras, istri Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum pernah menjadi komisaris.

Tak mau sendiri

Halaman:
Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Bentrok Kopassus Vs Brimob di Papua, Panglima Andika: TNI Sudah Koordinasi dengan Polri

    Bentrok Kopassus Vs Brimob di Papua, Panglima Andika: TNI Sudah Koordinasi dengan Polri

    Nasional
    Kemenag: Asrama Haji Pondok Gede Memenuhi Syarat Sebagai Tempat Karantina Jemaah Umrah

    Kemenag: Asrama Haji Pondok Gede Memenuhi Syarat Sebagai Tempat Karantina Jemaah Umrah

    Nasional
    Jokowi Wanti-wanti Anggota Korpri Tak Lakukan Pungli dan Persulit Masyarakat

    Jokowi Wanti-wanti Anggota Korpri Tak Lakukan Pungli dan Persulit Masyarakat

    Nasional
    Kopassus dan Brimob Ribut di Papua, Anggota Komisi I: Jika Benar Dipicu Rokok, Sangat Memalukan

    Kopassus dan Brimob Ribut di Papua, Anggota Komisi I: Jika Benar Dipicu Rokok, Sangat Memalukan

    Nasional
    Fadli Zon: Jangan Sampai Isu Palestina Terpinggirkan

    Fadli Zon: Jangan Sampai Isu Palestina Terpinggirkan

    Nasional
    Kemenag Masih Bahas Skenario Penyelenggaraan Umrah di Masa Pandemi dengan Arab Saudi

    Kemenag Masih Bahas Skenario Penyelenggaraan Umrah di Masa Pandemi dengan Arab Saudi

    Nasional
    Menteri PPPA Berharap Kepala Daerah Wujudkan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak

    Menteri PPPA Berharap Kepala Daerah Wujudkan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak

    Nasional
    Bentrok Kopassus Vs Brimob, Panglima Andika: Proses Hukum Semua Oknum TNI yang Terlibat

    Bentrok Kopassus Vs Brimob, Panglima Andika: Proses Hukum Semua Oknum TNI yang Terlibat

    Nasional
    Menteri PPPA Tekankan Pentingnya Akses Informasi Berkualitas bagi Anak

    Menteri PPPA Tekankan Pentingnya Akses Informasi Berkualitas bagi Anak

    Nasional
    Kopassus Vs Brimob di Papua, Panglima TNI: Sedang Diproses Hukum

    Kopassus Vs Brimob di Papua, Panglima TNI: Sedang Diproses Hukum

    Nasional
    Bentrok TNI-Polri Kembali Terjadi, Panglima dan Kapolri Diminta Lakukan Evaluasi Menyeluruh

    Bentrok TNI-Polri Kembali Terjadi, Panglima dan Kapolri Diminta Lakukan Evaluasi Menyeluruh

    Nasional
    Jokowi: Saya Perintahkan Para Menteri Secepatnya Tindak Lanjuti Putusan MK soal UU Cipta Kerja

    Jokowi: Saya Perintahkan Para Menteri Secepatnya Tindak Lanjuti Putusan MK soal UU Cipta Kerja

    Nasional
    Aturan Baru Masuk Indonesia: WNA dari 11 Negara Dilarang, Turis Asing Lainnya Harus Penuhi Syarat Ini

    Aturan Baru Masuk Indonesia: WNA dari 11 Negara Dilarang, Turis Asing Lainnya Harus Penuhi Syarat Ini

    Nasional
    Kementerian PPPA: Tempat Kerja Lokasi Rentan Terjadi Kekerasan terhadap Perempuan

    Kementerian PPPA: Tempat Kerja Lokasi Rentan Terjadi Kekerasan terhadap Perempuan

    Nasional
    Kronologi Bentrokan Kopassus dan Brimob akibat Perkara Rokok di Timika

    Kronologi Bentrokan Kopassus dan Brimob akibat Perkara Rokok di Timika

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.