Kompas.com - 10/08/2012, 16:09 WIB
EditorHindra

Tradisi buka puasa bersama itu berlangsung sejak 15 Oktober 2004 dan menjadi agenda rutin setiap Ramadhan. Umat Islam yang berpuasa, terutama pengayuh becak, warga sekitar, dan mereka yang sedang dalam perjalanan pun, bisa singgah sesaat di klenteng untuk membatalkan puasa. Undangan itu bersifat terbuka dan umum, tidak perlu undangan khusus untuk berbuka puasa di klenteng itu.

Ketua Umum TITD Hok Swie Bio, Hari Widodo, menuturkan, intinya adalah melaksanakan sikap saling menghormati sesama, khususnya umat Islam yang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan.

”Kami pengurus dan umat klenteng sangat peduli kemajemukan agama dan golongan di bumi pertiwi. Kita tetap satu bangsa Indonesia. Adanya buka puasa bersama setiap Jumat saat Ramadhan bisa mempererat tali silaturahim dan memperkokoh keimanan masing-masing,” katanya.

Juru kunci klenteng, Endang Yuliawati, menambahkan, penyediaan hidangan buka puasa bagi umat Islam dilakukan setiap Jumat selama Ramadhan. Pengurus Tri Dharma Hok Swie Bio sudah menyediakan anggaran khusus untuk makanan berbuka puasa. Pengurus dan jemaat klenteng merasa bahagia bisa berbagi makanan dengan warga Muslim. ”Siapa saja boleh datang. Kami senang bisa saling berbagi dan melayani,” ujarnya.

Tak perlu antre

Warga yang buka puasa sebagian besar terdiri dari tukang becak, pedagang keliling, warga sekitar kelenteng, dan banyak pula warga dari kampung lain yang lewat. Mereka bisa menikmati makanan yang disediakan.

Lasuri (56), pengayuh becak asal Soko, Kabupaten Tuban, menuturkan, dia sudah lima kali Ramadhan ini ikut buka puasa di klenteng itu. Setiap Jumat dia tidak perlu harus membeli makanan untuk buka puasa. ”Sebelum waktu berbuka saya menunggu bersama teman-teman pengayuh becak lainnya. Lumayan tidak perlu antre di warung. Mau pulang juga jauh,” ujarnya.

Warga Banjarjo, Bojonegoro, Sumaji (33), juga hampir setiap tahun ikut buka puasa di klenteng. Bahkan, tahun ini dia ikut buka puasa di klenteng bersama anak dan istrinya. Sumaji menuturkan, awalnya dia ikut-ikutan warga lain.

Menurut dia, ternyata menyenangkan juga bisa berbaur dengan warga lainnya. ”Kami salut umat lain saja bisa menghormati orang Islam yang menjalankan ibadah puasa, bahkan menyediakan makanan untuk berbuka,” tuturnya.

Alangkah indahnya jika semua umat dan suku bangsa yang berbeda di negeri ini bisa saling menghormati, bahkan saling berbagi seperti ditunjukkan umat TITD Hok Swie Bio di Bojonegoro. Mereka menggelar buka puasa bersama ini didasari niatan tulus ingin ikut berbagi bersama dan saling menghormati umat Islam yang sedang menunaikan ibadah puasa.

Halaman:
Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Larangan bagi Polisi saat Melakukan Penggeledahan

    Larangan bagi Polisi saat Melakukan Penggeledahan

    Nasional
    Tanggal 27 Mei Memperingati Hari Apa?

    Tanggal 27 Mei Memperingati Hari Apa?

    Nasional
    Tanggal 25 Mei Memperingati Hari Apa?

    Tanggal 25 Mei Memperingati Hari Apa?

    Nasional
    Upaya Paksa Kepolisian dalam Penyidikan Tindak Pidana

    Upaya Paksa Kepolisian dalam Penyidikan Tindak Pidana

    Nasional
    Tanggal 26 Mei Memperingati Hari Apa?

    Tanggal 26 Mei Memperingati Hari Apa?

    Nasional
    Tanggal 24 Mei Memperingati Hari Apa?

    Tanggal 24 Mei Memperingati Hari Apa?

    Nasional
    Tahapan Dalam Proses Peradilan Pidana

    Tahapan Dalam Proses Peradilan Pidana

    Nasional
    Kapabilitas Nasional dan Internasional dalam Sistem Politik

    Kapabilitas Nasional dan Internasional dalam Sistem Politik

    Nasional
    Kapabilitas Simbolik dalam Sistem Politik

    Kapabilitas Simbolik dalam Sistem Politik

    Nasional
    3 Jenis Acara Pemeriksaan Persidangan Perkara Pidana

    3 Jenis Acara Pemeriksaan Persidangan Perkara Pidana

    Nasional
    Kapabilitas Responsif dalam Sistem Politik

    Kapabilitas Responsif dalam Sistem Politik

    Nasional
    Kapabilitas Regulatif dalam Sistem Politik

    Kapabilitas Regulatif dalam Sistem Politik

    Nasional
    Diskresi dalam Penegakan Hukum: Pengertian, Contoh dan Masalahnya

    Diskresi dalam Penegakan Hukum: Pengertian, Contoh dan Masalahnya

    Nasional
    Terawan: Saya Bersaksi Achmad Yurianto Orang Baik...

    Terawan: Saya Bersaksi Achmad Yurianto Orang Baik...

    Nasional
    Jokowi Sebut Indonesia Sudah Tidak Impor Beras Selama 3 Tahun

    Jokowi Sebut Indonesia Sudah Tidak Impor Beras Selama 3 Tahun

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.