Kompas.com - 27/06/2012, 05:58 WIB
Penulis Icha Rastika
|
EditorLatief

JAKARTA, KOMPAS.com - Operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Buol, Sulawesi Tengah, diwarnai insiden perlawanan. Penyidik KPK hampir mengalami cedera dan satu kendaraan yang dipakai rusak.

"Ada insiden perlawanan dari orang yang diduga melakukan tindak pidana, karena bersama-sama kelompok lainnya," kata Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, di Jakarta, Selasa (26/6/2012).

Seperti diberitakan, KPK kembali melakukan operasi tangkap tangan, Selasa pagi kemarin, di Buol (KPK Tangkap Tangan di Buol, Sulteng). Dari operasi tersebut, penyidik mengamankan seorang pengusaha berinisial A. Pengusaha tersebut juga ditetapkan sebagai tersangka karena diduga sebagai pemberi suap.

Selain A, KPK masih mengejar pihak-pihak lain yang diduga terlibat. Informasi dari KPK menyebutkan, pihak lain tersebut salah adalah Bupati Buol, Amran Batalipu.

Bambang mengungkapkan, dalam operasi tangkap tangan kali ini penyidik KPK sudah bekerjasama dengan lembaga penegak hukum setempat.

"Pak Ketua mendapat dukungan Kapolri, karena ada komunikasi dengan Kapolri, Kapolda, Kapolres. Ini bagian penting, ingin menunjukkan KPK bekerja betul-betul dari dukungan publik," ujar Bambang.

Dugaan sementara, kasus di Buol ini merupakan kasus suap terkait dengan penerbitan hak. Namun, Bambang belum dapat menjelaskan lebih jauh soal penerbitan hak yang dimaksudnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia menambahkan, ada uang dengan nilai tertentu terkait kasus ini. Adapun A, yang ditetapkan sebagai tersangka, masih berada di Toli-Toli, Sulawesi Tengah.

Mengenai kemungkinan A akan dibawa ke Jakarta, Bambang mengatakan, hal itu tergantung penyidik. Adapun KPK menjerat A dengan Pasal 5 Ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Penambahan 12.906 Kasus Covid-19 dalam Sehari, Beban Nakes Meningkat Pesat

    Penambahan 12.906 Kasus Covid-19 dalam Sehari, Beban Nakes Meningkat Pesat

    Nasional
    Disebut DPO Berisiko Tinggi, Proses Pemulangan Adelin Lis Dijaga Secara Ketat

    Disebut DPO Berisiko Tinggi, Proses Pemulangan Adelin Lis Dijaga Secara Ketat

    Nasional
    Tiba Di Jakarta, Adelin Lis Lakukan Karantina 14 Hari di Rutan Kejagung

    Tiba Di Jakarta, Adelin Lis Lakukan Karantina 14 Hari di Rutan Kejagung

    Nasional
    Kejagung Segera Eksekusi Uang Pengganti Adelin Lis Sebesar Rp 119 Miliar

    Kejagung Segera Eksekusi Uang Pengganti Adelin Lis Sebesar Rp 119 Miliar

    Nasional
    'Jokowi-Prabowo 2024, Cebong-Kampret Bergabung Lawan Kotak Kosong...'

    "Jokowi-Prabowo 2024, Cebong-Kampret Bergabung Lawan Kotak Kosong..."

    Nasional
    Adelin Lis Dipulangkan ke Indonesia dengan Pesawat Charter

    Adelin Lis Dipulangkan ke Indonesia dengan Pesawat Charter

    Nasional
    Buron Adelin Lis Akhirnya Ditangkap, Jaksa Agung Berterima Kasih kepada Singapura

    Buron Adelin Lis Akhirnya Ditangkap, Jaksa Agung Berterima Kasih kepada Singapura

    Nasional
    Positif Covid-19, Jubir Satgas Wiku Adisasmito Ingatkan Masyarakat Patuhi Protokol

    Positif Covid-19, Jubir Satgas Wiku Adisasmito Ingatkan Masyarakat Patuhi Protokol

    Nasional
    Buronan Kejagung, Adelin Lis Tiba di Indonesia

    Buronan Kejagung, Adelin Lis Tiba di Indonesia

    Nasional
    Jaksa Agung: Alhamdulillah, Terpidana Adelin Lis Dapat Kita Bawa

    Jaksa Agung: Alhamdulillah, Terpidana Adelin Lis Dapat Kita Bawa

    Nasional
    Demokrat: Indonesia Bukan Hanya Jokowi dan Prabowo Semata

    Demokrat: Indonesia Bukan Hanya Jokowi dan Prabowo Semata

    Nasional
    Sebelum Positif Covid-19, Wiku Adisasmito Berkunjung ke Kudus dan Bangkalan

    Sebelum Positif Covid-19, Wiku Adisasmito Berkunjung ke Kudus dan Bangkalan

    Nasional
    Ditanya Soal Jokowi-Prabowo 2024, PKB: Presiden Sudah Sampaikan Menolak

    Ditanya Soal Jokowi-Prabowo 2024, PKB: Presiden Sudah Sampaikan Menolak

    Nasional
    Positif Covid-19, Jubir Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito dalam Kondisi Baik

    Positif Covid-19, Jubir Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito dalam Kondisi Baik

    Nasional
    Sepakat dengan Sultan HB X Soal Opsi Lockdown, Epidemiolog Usul Dilakukan Serentak

    Sepakat dengan Sultan HB X Soal Opsi Lockdown, Epidemiolog Usul Dilakukan Serentak

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X