DPR Tak Perlu Marah Diolok-olok

Kompas.com - 05/05/2011, 13:49 WIB
EditorHeru Margianto

JAKARTA, KOMPAS.com — Lingkar Madani Indonesia (Lima) mengacungkan jempol atas langkah Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia (PPIA) dalam melontarkan kritik terhadap kunjungan kerja anggota Komisi VIII DPR ke Australia. 

Menurut Direktur Lima Ray Rangkuti, PPIA telah membuka mata masyarakat Indonesia bahwa DPR tak juga dapat membenahi persoalan-persoalan mudah dan sepele tapi substantif di tengah-tengah wacana perbaikan dan peningkatan kualitas anggota Dewan. 

"Pertanyaan adakah alamat e-mail sangat sederhana, tapi prinsipiil dalam komunikasi masyarakat modern. Kenyataannya bahwa alamat e-mail Komisi VIII tak tersedia mengakibatkan narasi-narasi besar perbaikan kualitas DPR itu terlihat lucu. Bahkan, untuk hal yang sangat mudah dan ringan pun dalam pembuatannya ternyata tak tersedia di DPR," katanya kepada wartawan, Kamis (5/5/2011). 

Ia dimintai komentarnya mengenai insiden e-mail yang terjadi dalam dialog antara Komisi VIII dan PPIA yang berlangsung di Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Melbourne, Australia, Sabtu (30/4/2011). Video soal e-mail tersebut diunggah ke Youtube oleh anggota PPIA.

Ray juga meminta Komisi VIII tak perlu garang terhadap wacana debat soal e-mail yang kemudian diunggah videonya di Youtube. Menurut dia, tak ada yang berlebihan dalam pemuatan itu. Ia juga tak melihat hal ini sebagai upaya menjatuhkan wibawa DPR. 

Justru, lanjutnya, tindakan DPR yang tak mendengar protes masyarakat atas pembangunan gedung baru dan rencana pelesiran ke luar negerilah yang lebih tepat disebut berlebihan dan mempermalukan DPR, juga bangsa Indonesia. Pasalnya, wakil rakyatnya sendiri sudah begitu saja mengabaikan protes mayoritas warganya. Bahkan, tindakan DPR seperti ini dinilainya mengancam demokrasi. 

"Oleh karena itu, sikap DPR yang terlihat garang menunjukkan keangkuhan jabatan itu. Dalam suasana di mana protes masyarakat sudah tak lagi berguna, mengolok-olok elite politik akan mencuat. Tinggal apakah elite politiknya dapat menyadari dan memahami substansi olok-olok itu atau seperti yang mulai ditunjukkan oleh Komisi VIII, akan menguatkan posisi mereka dalam keangkuhan jabatan. Kita lihat saja," tandasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    UPDATE 17 Mei: Tambah 1.029, Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 5.890.826

    UPDATE 17 Mei: Tambah 1.029, Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 5.890.826

    Nasional
    Update 17 Mei: Bertambah 17, Jumlah Pasien Covid-19 yang Meninggal Jadi 156.481

    Update 17 Mei: Bertambah 17, Jumlah Pasien Covid-19 yang Meninggal Jadi 156.481

    Nasional
    Ridwan Kamil Temui Koalisi Indonesia Bersatu, Golkar Sebut Silaturahmi Lebaran

    Ridwan Kamil Temui Koalisi Indonesia Bersatu, Golkar Sebut Silaturahmi Lebaran

    Nasional
    Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Ekspor CPO Minyak Goreng

    Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Ekspor CPO Minyak Goreng

    Nasional
    Pengadaan Gorden Rp 43,5 Miliar Dibatalkan, BURT DPR: Kami Dengar Aspirasi Publik

    Pengadaan Gorden Rp 43,5 Miliar Dibatalkan, BURT DPR: Kami Dengar Aspirasi Publik

    Nasional
    Polri: Kecelakaan di Tol Sumo Terjadi Setelah Bus Melaju 17 Km dan Diganti Sopir Cadangan

    Polri: Kecelakaan di Tol Sumo Terjadi Setelah Bus Melaju 17 Km dan Diganti Sopir Cadangan

    Nasional
    Golkar Sebut Koalisi Indonesia Bersatu Terbuka bagi Partai Lain

    Golkar Sebut Koalisi Indonesia Bersatu Terbuka bagi Partai Lain

    Nasional
    Kriteria Warga yang Boleh Lepas dan Masih Wajib Pakai Masker

    Kriteria Warga yang Boleh Lepas dan Masih Wajib Pakai Masker

    Nasional
    Cegah Hepatitis Akut, RSCM: Anak Jangan Berbagi Makanan di Sekolah

    Cegah Hepatitis Akut, RSCM: Anak Jangan Berbagi Makanan di Sekolah

    Nasional
    Jokowi: Masyarakat Boleh Tak Pakai Masker Saat Aktivitas di Luar Ruangan yang Tak Padat

    Jokowi: Masyarakat Boleh Tak Pakai Masker Saat Aktivitas di Luar Ruangan yang Tak Padat

    Nasional
    UPDATE 17 Mei: Tambah 247, Total Kasus Covid-19 Capai 6.051.205

    UPDATE 17 Mei: Tambah 247, Total Kasus Covid-19 Capai 6.051.205

    Nasional
    Jokowi: Kegiatan di Ruang Tertutup dan Transportasi Publik Tetap Harus Pakai Masker

    Jokowi: Kegiatan di Ruang Tertutup dan Transportasi Publik Tetap Harus Pakai Masker

    Nasional
    Penjelasan Imigrasi soal Ditolaknya Ustaz Abdul Somad di Singapura

    Penjelasan Imigrasi soal Ditolaknya Ustaz Abdul Somad di Singapura

    Nasional
    40 Petani Ditangkap di Bengkulu, Pengacara Siapkan Praperadilan

    40 Petani Ditangkap di Bengkulu, Pengacara Siapkan Praperadilan

    Nasional
    Proyek Pengadaan Gorden Rumah Dinas Anggota DPR Resmi Tidak Dilanjutkan

    Proyek Pengadaan Gorden Rumah Dinas Anggota DPR Resmi Tidak Dilanjutkan

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.