Inilah Studi Banding DPR di Australia!

Kompas.com - 04/05/2011, 17:21 WIB
EditorPepih Nugraha

 

MELBOURNE, KOMPAS.com — Seorang pelajar/mahasiswa Indonesia, Teguh Iskanto, menulis kegiatan studi banding anggota Komisi VIII DPR di Australia.  Didi Rul, jurnalis warga yang tinggal di Melbourne, melaporkannya di media sosial Kompasiana.

Berikut laporan selengkapnya....

Tulisan ini ditulis oleh rekan saya, Teguh Iskanto, ketika menghadiri dialog antara Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia (PPIA) dan Komisi VIII DPR RI di Ruang Bhinneka Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Melbourne pada 30 April 2011 pukul 20.00 waktu setempat.

Pembuka

Setelah bertahun-tahun menjadi WNI, akhirnya kesampaian juga saya mendapat kesempatan untuk dapat bertatap muka dan berdiskusi dengan para wakil rakyat. Terlebih, tidak terasa sudah 9 tahun 10 bulan saya meninggalkan Indonesia, dan mungkin kesempatan ini adalah satu-satunya kesempatan bagi saya untuk bisa bertemu dan bertatap muka langsung dengan para pejabat negara.

Setelah terburu-buru nyupir karena takut terlambat, akhirnya saya beserta istri sampai juga di KJRI sekitar pukul 18.15 AEST. Walhasil, sesampai di KJRI, terlihat jelas pihak konsulat sudah mempersiapkan acara dengan matang. Makanan, kursi-kursi tamu beserta meja panelis untuk pembicara, semua sudah disiapkan dengan rapi. Waktu sudah menunjukan pukul 18.19, tapi belum juga terlihat tanda-tanda kedatangan para tamu yang "terhormat", padahal di dalam undangan tertulis acara akan dimulai pukul 18.00.

Menunggu sang tamu datang

Sambil menunggu, akhirnya saya menggunakan waktu yang ada untuk shalat maghrib, bercengkerama dan beramah tamah dengan kawan-kawan. Di bagian depan terlihat banyak kamera dan video dari beberapa media komunitas Indonesia di Melbourne. Berikut ada juga perwakilan Radio ABC Australia yang datang untuk meliput. Sementara beberapa kawan dari PPIA sudah siap dengan siaran internet radio langsung yang disebarkan ke seluruh dunia via PPI Internasional, semua alat sudah diset dan disiapkan.

Seputar berita-berita negatif yang ada di internet tentang rencana studi banding anggota Dewan, saya sebelumnya juga sudah diingatkan oleh istri dan seorang kawan untuk tidak menghakimi para anggota Dewan. “Berikan mereka kesempatan untuk menjelaskan alasan mereka, dan jangan pojokan mereka, mungkin ada sesuatu yang kita tidak tahu,” begitu saran yang saya dapatkan dan saya pun setuju untuk menjadi lebih netral dan obyektif, lagi pula “who are we to judge people anyway…”.

13044058042022829676

Laporan oleh: Teguh Iskanto

Diedit oleh: Didi Rul

Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Barang Mewah hingga Air Soft Gun Milik Bos First Travel Bakal Dilelang, Berikut Daftarnya...

    Barang Mewah hingga Air Soft Gun Milik Bos First Travel Bakal Dilelang, Berikut Daftarnya...

    Nasional
    Pengusaha Penyuap Eks Aspidum Kejati DKI Dituntut 4,5 Tahun Penjara

    Pengusaha Penyuap Eks Aspidum Kejati DKI Dituntut 4,5 Tahun Penjara

    Nasional
    Selasa Sore, Tommy dan Titiek Soeharto Akan Bertemu Petinggi PKS

    Selasa Sore, Tommy dan Titiek Soeharto Akan Bertemu Petinggi PKS

    Nasional
    2 Tersangka Terkait Bom Bunuh Diri di Medan Tewas Saat Penangkapan

    2 Tersangka Terkait Bom Bunuh Diri di Medan Tewas Saat Penangkapan

    Nasional
    Mendagri Sebut Kepala Daerah Minta Dana Tunjangan demi Tekan Korupsi

    Mendagri Sebut Kepala Daerah Minta Dana Tunjangan demi Tekan Korupsi

    Nasional
    Gubernur Lemhannas: Isu Radikalisme dan Investasi Sama Pentingnya

    Gubernur Lemhannas: Isu Radikalisme dan Investasi Sama Pentingnya

    Nasional
    Terkait Desa Fiktif, Kemendagri Usul Penggabungan atau Pemecahan Desa

    Terkait Desa Fiktif, Kemendagri Usul Penggabungan atau Pemecahan Desa

    Nasional
    Siapa Perakit Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan?

    Siapa Perakit Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan?

    Nasional
    Kepala Bappenas: Presiden Ingin Istana di Ibu Kota Baru Tak Berwajah Kolonial

    Kepala Bappenas: Presiden Ingin Istana di Ibu Kota Baru Tak Berwajah Kolonial

    Nasional
    Menko Polhukam dan BNPT Gelar Pertemuan, Bahas Terorisme hingga Radikalisme

    Menko Polhukam dan BNPT Gelar Pertemuan, Bahas Terorisme hingga Radikalisme

    Nasional
    KKP Tangkap Kapal Filipina Pencuri Ikan, Isinya 200 Kg Tuna

    KKP Tangkap Kapal Filipina Pencuri Ikan, Isinya 200 Kg Tuna

    Nasional
    Mendagri Ingin Ada Kategori Daerah Siap dan Tak Siap Gelar Pilkada Langsung

    Mendagri Ingin Ada Kategori Daerah Siap dan Tak Siap Gelar Pilkada Langsung

    Nasional
    Dicecar soal 'Fee' Jadi Pembicara di Forum HRD, Ini Kata Calon Hakim Ad Hoc Mariyanto

    Dicecar soal "Fee" Jadi Pembicara di Forum HRD, Ini Kata Calon Hakim Ad Hoc Mariyanto

    Nasional
    Wakil Ketua Komisi III DPR Pertanyakan Transaksi Timah Ilegal di Babel

    Wakil Ketua Komisi III DPR Pertanyakan Transaksi Timah Ilegal di Babel

    Nasional
    Calon Hakim Ad Hoc Ini Sebut Tenaga Kerja Asing Masih Diperlukan

    Calon Hakim Ad Hoc Ini Sebut Tenaga Kerja Asing Masih Diperlukan

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X