Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Saya dari Moskow, Tugas Negara

Kompas.com - 19/11/2010, 08:34 WIB

KOMPAS.com — Seusai keruwetan berurusan dengan administrasi Bandara Dubai (baca: Rombongan DPR Telantarkan” TKW di Dubai), rombongan penumpang pesawat Emirates dengan nomor penerbangan EK 358 yang batal terbang menuju Jakarta akhirnya tiba di Hotel Holiday Inn, tidak jauh dari bandara, Sabtu (6/11/2010). 

Di sini, para TKW kembali gaduh. Lagi-lagi mereka bingung dengan urusan pembagian kamar. Riny Konig, Adiati Kristiarini, Agus Safari, dan sejumlah orang Indonesia kembali turun tangan mengatur mereka yang kebingungan. 

Dalam perbincangan dengan Kompas.com, beberapa waktu lalu, Riny Konig menuturkan, saat mereka tengah sibuk mengoordinasi seratusan TKW, tiba-tiba seorang perempuan menegurnya. 

”Bu, tolong, dong, dibilangin rombongannya jangan ribut, malu-maluin negara aja, kan enggak enak ribut begitu,” tegur perempuan itu kepada Riny.
”Rombongan mana, Bu?” tanya Rini.
”Itu, rombongan TKW,” kata perempuan itu.
Lha, saya bukan TKW, Bu. Saya ini ingin pulang ke Indonesia, berlibur, kebetulan bertemu dengan mereka. Mereka ribut karena bingung Bu, banyak yang bertahun-tahun enggak pulang, kasihan. Ibu mau liburan juga?” tanya Rinny.
”O enggak, saya baru pulang dari Moskow, tugas negara,” kata perempuan itu yang menurut Rinny hanya tetap berdiri tanpa ikut membantu para TKW yang gaduh karena bingung. Belakangan, Riny tahu perempuan itu adalah anggota DPR yang habis melakukan studi banding di Moskwa, Rusia. 

Mereka menginap di hotel itu satu malam. Selama satu malam itu pula Riny, Atik, Agus, dan kawan-kawan Indonesia lainnya mendata satu-satu kamar para TKW yang jumlahnya sekitar 150 orang. ”Hampir setiap jam kami berhubungan dengan informasi hotel, apa itu untuk membantu mereka urusan kamar, urusan telepon, urusan makan, shuttle bus ke Dubai City untuk menukar uang dan belanja minuman dan snack karena di hotel mahal,” terang Riny. 

Tangan melepuh dan pendarahan 

Sementara, Adiati menceritakan, di antara para TKW itu ada seorang TKW yang kedua tangannya melepuh disiram air keras oleh majikannya di Arab Saudi. Matanya pun merah karena dicolok oleh majikannya. 

”Saya lupa namanya. Dia dari Karawang. Baru satu minggu kerja sudah mendapat kekerasan dan dipulangkan. Ia tidak punya bekal uang sama sekali. Cuma bawa tas kecil berisi dua potong pakaian. Ia diam terus, tidak banyak bicara. Kasihan sekali,” tutur Adiati. 

Selain itu, ada pula seorang TKW yang perutnya mengalami pendarahan. Namanya Ipah. Ia sebenarnya sudah memiliki janji dengan seorang dokter di Jakarta untuk operasi pengambilan kista di perutnya pada hari Senin (8/11/2010). Adiati yang mendampingi Ipah selama bermalam di hotel menceritakan, Ipah  terus berbaring selama menunggu kepastian terbang.

”Tidak ada satu pun anggota Dewan yang terhormat itu menaruh perhatian pada nasib dua TKW ini. Mereka pasti tidak tahu karena memang tidak pernah mau tahu,” ucap Adiati kesal. 

Bapak, kan anggota DPR 

Esoknya, Minggu (7/11/2010), ”relawan” Indonesia dan para TKW melakukan ”konsolidasi” di lobi hotel. ”Kami mendata kembali satu per satu teman-teman TKW. Kami mengingatkan agar masing-masing jangan bergerak sendiri dan memisahkan diri supaya mudah melakukan koordinasi jika ada pengumuman kapan pesawat ke Jakarta akan terbang," ungkap Riny. 

Halaman:
Baca tentang
    Video rekomendasi
    Video lainnya


    Terkini Lainnya

    Saat Gangguan SIstem PDN Bikin Semua Layanan Imigrasi Terdampak...

    Saat Gangguan SIstem PDN Bikin Semua Layanan Imigrasi Terdampak...

    Nasional
    PSI Sebut Kaesang Hadiri Pertemuan Prabowo dan Ketum Parpol KIM, tetapi Telat

    PSI Sebut Kaesang Hadiri Pertemuan Prabowo dan Ketum Parpol KIM, tetapi Telat

    Nasional
    Jokowi Ulang Tahun Ke-63, Prabowo Doakan Sehat

    Jokowi Ulang Tahun Ke-63, Prabowo Doakan Sehat

    Nasional
    Vonis Rendah Achsanul Qosasi Disebut Alarm dalam Pemberantasan Korupsi

    Vonis Rendah Achsanul Qosasi Disebut Alarm dalam Pemberantasan Korupsi

    Nasional
    Dompet Dhuafa bersama Chef Amanda Bagikan Hewan Kurban hingga ke Bali

    Dompet Dhuafa bersama Chef Amanda Bagikan Hewan Kurban hingga ke Bali

    Nasional
    Hakim Perkara Teddy Minahasa, Jon Sarman, Dimutasi Jadi Ketua PN Medan

    Hakim Perkara Teddy Minahasa, Jon Sarman, Dimutasi Jadi Ketua PN Medan

    Nasional
    Saat Bamsoet Bicara Amendemen yang Berujung Pemanggilan MKD...

    Saat Bamsoet Bicara Amendemen yang Berujung Pemanggilan MKD...

    Nasional
    MA Proses Kasasi Johnny G Plate

    MA Proses Kasasi Johnny G Plate

    Nasional
    Deretan Tanda dan Gelar Kehormatan yang Diterima Prabowo dalam 5 Tahun Terakhir

    Deretan Tanda dan Gelar Kehormatan yang Diterima Prabowo dalam 5 Tahun Terakhir

    Nasional
    PKPU soal Syarat Baru Usia Calon Kepala Daerah Ditargetkan Terbit Juni Ini

    PKPU soal Syarat Baru Usia Calon Kepala Daerah Ditargetkan Terbit Juni Ini

    Nasional
    KPU Klaim 20 Pileg Ulang Tak Ganggu Tahapan Pilkada 2024

    KPU Klaim 20 Pileg Ulang Tak Ganggu Tahapan Pilkada 2024

    Nasional
    PSI dan PBB Tak Tampak Ikut dalam Pertemuan Prabowo dengan Ketum Parpol KIM

    PSI dan PBB Tak Tampak Ikut dalam Pertemuan Prabowo dengan Ketum Parpol KIM

    Nasional
    KLHK: Kualitas Udara di Jakarta Memburuk, tapi Tak Akan Separah 2023

    KLHK: Kualitas Udara di Jakarta Memburuk, tapi Tak Akan Separah 2023

    Nasional
    Wapres Ma'ruf: Bansos Digunakan untuk Judi 'Online', Cabut Saja

    Wapres Ma'ruf: Bansos Digunakan untuk Judi "Online", Cabut Saja

    Nasional
    [POPULER NASIONAL] Elektabilitas Ridwan Kamil di Jakarta Turun | Penjelasan Yusril Tanda Tangani Pencopotan Afriansyah Noor

    [POPULER NASIONAL] Elektabilitas Ridwan Kamil di Jakarta Turun | Penjelasan Yusril Tanda Tangani Pencopotan Afriansyah Noor

    Nasional
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    komentar di artikel lainnya
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Close Ads
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com