SBY: Million Friends, Zero Enemy

Kompas.com - 20/10/2009, 13:08 WIB
EditorEdj

JAKARTA, KOMPAS.com - Selama lima tahun kepemimpinannya bersama Jusuf Kalla, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merasa telah membawa Indonesia ke posisi yang cukup terhormat di dunia internasional. Berbagai pencapaian, seperti pertumbuhan ekonomi yang dinilainya signifikan, menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara yang mampu mengantisipasi dampak krisis ekonomi global. Dengan posisi Indonesia saat ini, SBY mengatakan, Indonesia sekarang bisa melakukan seluruh kebijakan luar negeri.

Dikatakan SBY, Indonesia juga tidak pernah merasa memusuhi negara mana pun dan dimusuhi negara mana pun sehingga bisa meluaskan ker. "Dengan demikian, Indonesia bisa melakukan all direction foreign policy. Kita harus menciptakan million friends and zero enemy. Kita bisa kerja sama dengan siapa pun," kata SBY dalam pidatonya seusai dilantik bersama Boediono sebagai Presiden dan Wakil Presiden 2009-2014, di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Selasa (20/10). 

Ia juga mengingatkan, Indonesia harus menjaga jati diri dan mempertahankan nilai "ke-Indonesia-an". Nilai tersebut, menurut SBY, membedakan Indonesia dengan bangsa lain. "Ada kepribadian yang membuat kita unggul dan tidak mudah goyah. Sikap toleransi, keberagaman, moderat dan kemanusiaan, harus kita jaga dan pupuk di sanubari kita," ujar SBY.

Di akhir pidatonya, SBY mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersatu bersama selama 5 tahun ke depan dengan optimisme dan percaya diri.




Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X