Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Polri Belum Tahu Keberadaan Adelin Lis

Kompas.com - 04/08/2008, 22:17 WIB

JAKARTA, SENIN - Polri sudah menyebar red notice ke 182 negara untuk meminta bantuan mencari informasi dan menangkap terpidana 10 pejara kasus pembalakan liar Adelin Lis yang diduga melarikan diri ke luar negeri. Red notice itu sudah disebar sejak ia kabur dari tahanan LP Tanjung Gusta, Sumatera Utara, 5 November tahun lalu. Namun sampai sekarang belum tahu kabarnya.

"Sebelum ada keputusan MA yang memvonis Adelin Lis 10 tahun penjara, kita sudah mencarinya. Kita sudah menyebar red notice lewat interpol. Soalnya dia kan saat itu statusnya masih sebagai tersangka kasus lain yang tengah disidik Polri, yakni money laundering," jelas Kadiv Humas Mabes Polri, Abubakar Nataprawira, Senin (4/8).

Menurut keterangan Abubakar, Adelin Lis tidak hanya dijerat pasal pembalakan liar. Di luar itu, ia juga ditetapkan sebagai tersangka kasus pencucian uang. Namun begitu Pengadilan Negeri Medan memutusnya bebas dari jeratan hukum, tengah malam ia dikeluarkan dari tahanan dan langsung melarikan diri dari sampai sekarang tidak diketahui rimbanya.

"Sebenarnya saat itu, begitu keluar dari tahanan setelah dinyatakan bebas oleh PN Medan, kita akan menahannya lagi. Kan dia statusnya masih tersangka kasus pencucian uang. Tapi ia sudah keburu melarikan diri," ungkap Abubakar.

Cukong kayu kelas kakap dari Sumatera Utara ini pertama kabur dari LP Tanjung Gusta pada tanggal 5 November 2007 setelah PN Medan memutus dia tidak bersalah atas tuduhan melakukan pembalakan liar di wilayah Mandailing Natal.

Mengetahui Adelin Lis diputus bebas, Polri segera koordinasi dengan LP tempat menahannya. Tujuannya agar polisi bisa kembali menahannnya sebagai tersangka kasus money laundering. Tapi ternyata koordinasi ini tidak berjalan seperti yang diharapkan. Beberapa oknum yang telah dibayarnya diduga mengatur agar ia lolos dari penangkapan polisi.

Tengah malam setelah diputus bebas Adelin Lis dikeluarkan dari LP Tanjung Gusta, Medan. Polisi tidak ada yang tahu. Polisipun kelabakan mencarinya. Tidak tahu dimana ia bersembunyi. Namun yang jelas ia masih berada di wilayah Sumatera Utara.

Baru pada awal Desember 2007, dengan dibantu sopirnya Romli Saragih dan salah seorang stafnya Kok Mim, Adelin Lis berhasil kabur ke luar dari wilayah Sumatera Utara lewat jalan darat. Setelah sampai di Riau, sopir dan stafnya yang membawa Adelin Lis kabur lewat jalan darat, diam diam dicekoki obat tidur lewat minuman yang dipesat khusus dari sebuah rumah makan. Begitu terbangun, keduanya sudah tidak lagi melihat Adelin Lis. Mereka mengaku tidak tahu kemana bosnya pergi.

Kasus kaburnya Adelin Lis, diduga ada konspirasi karena adanya surat Kajari yang memerintahkan jaksa agar mengeluarkan Adelin Lis dengan surat Print 03/FT 1/03-2007, tertanggal 3 Maret 2007, berdasarkan surat pembebasan Pengadilan Medan No.2240/Pid/ B/2007/PN Medan, 1 November 2007 terhadap Adelin Lis. Padahal, surat vonis Adelin Lis dan sidang vonis tertanggal 5 November 2007. (Persda Network/Sugiyarto)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Ahli Hukum: Tak Mungkin Jaksa Agung Limpahkan Wewenang ke Jaksa KPK

Ahli Hukum: Tak Mungkin Jaksa Agung Limpahkan Wewenang ke Jaksa KPK

Nasional
Istri Ungkap SYL Suka Marah jika Ia Masih Beli Tas

Istri Ungkap SYL Suka Marah jika Ia Masih Beli Tas

Nasional
Brimob Keliling Kejagung Disebut Rangkaian dari Penguntitan Jampidsus

Brimob Keliling Kejagung Disebut Rangkaian dari Penguntitan Jampidsus

Nasional
KPK Tetapkan 2 Tersangka dalam Kasus Dugaan Korupsi di PT PGN

KPK Tetapkan 2 Tersangka dalam Kasus Dugaan Korupsi di PT PGN

Nasional
KPK Panggil Pengacara Jadi Saksi Kasus Harun Masiku

KPK Panggil Pengacara Jadi Saksi Kasus Harun Masiku

Nasional
Kejagung Serahkan Anggota Densus 88 Penguntit Jampidsus ke Propam Polri

Kejagung Serahkan Anggota Densus 88 Penguntit Jampidsus ke Propam Polri

Nasional
Surya Paloh Disebut Tetap Meminta Organisasi Sayap Nasdem Lanjutkan Kegiatan yang Didanai Kementan

Surya Paloh Disebut Tetap Meminta Organisasi Sayap Nasdem Lanjutkan Kegiatan yang Didanai Kementan

Nasional
Menpan-RB Apresiasi Perbaikan Pelayanan Proses Bisnis Visa dan Itas Kemenkumham

Menpan-RB Apresiasi Perbaikan Pelayanan Proses Bisnis Visa dan Itas Kemenkumham

Nasional
Beda Keterangan SYL dan Istrinya soal Durian

Beda Keterangan SYL dan Istrinya soal Durian

Nasional
Kejagung: Jampidsus Dikuntit Anggota Densus 88 Fakta, Bukan Isu

Kejagung: Jampidsus Dikuntit Anggota Densus 88 Fakta, Bukan Isu

Nasional
Cuaca Arab Saudi Tembus 43 Derajat Celsius, Jemaah Haji Indonesia Diimbau Gunakan Masker

Cuaca Arab Saudi Tembus 43 Derajat Celsius, Jemaah Haji Indonesia Diimbau Gunakan Masker

Nasional
Sidang Sengketa Pileg, Saksi Golkar dari Ambon Hilang Kontak Jelang Terbang ke Jakarta

Sidang Sengketa Pileg, Saksi Golkar dari Ambon Hilang Kontak Jelang Terbang ke Jakarta

Nasional
Benarkan Isu Penguntitan, Jampidsus: Sudah Jadi Urusan Kelembagaan

Benarkan Isu Penguntitan, Jampidsus: Sudah Jadi Urusan Kelembagaan

Nasional
Bertambah, Kerugian Keuangan Negara Kasus Korupsi Timah Jadi Rp 300 Triliun

Bertambah, Kerugian Keuangan Negara Kasus Korupsi Timah Jadi Rp 300 Triliun

Nasional
Dukung Optimalisasi Bisnis Lewat Energi Terbarukan, Pertamina Hulu Rokan Bangun PLTS Terbesar di Indonesia

Dukung Optimalisasi Bisnis Lewat Energi Terbarukan, Pertamina Hulu Rokan Bangun PLTS Terbesar di Indonesia

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com