Salin Artikel

Kemlu: Indonesia Kutuk Serangan Teroris di Masjid Kota Peshawar Pakistan

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan bahwa Indonesia mengutuk serangan teroris di salah satu masjid di Kota Peshawar, Pakistan.

Keterangan tersebut disampaikan melalui akun resmi Twitter Kemlu RI, yang disampaikan oleh Direktur Informasi dan Media Kemlu Hartyo Harkomoyo, Selasa (31/1/2023).

Adapun serangan teroris itu merupakan sebuah bom kuat yang meledak di masjid dan kantor polisi Kota Peshawar pada Senin (30/1/2023).

"Indonesia mengutuk serangan keji teroris yang terjadi di masjid di kota Peshawar, yang telah mengakibatkan banyak korban meninggal dunia dan melukai para jemaah," kata Kemlu dalam cuitannya di akun Twitter @Kemlu_RI, Selasa.

Kemlu menyampaikan rasa bela sungkawa kepada keluarga yang anggotanya menjadi korban kekejaman teroris tersebut.

"Kami menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga yang berduka dan mendoakan agar korban yang terluka dapat segera pulih," kicaunya.

Sebelumnya diberitakan, bom meledak di masjid tempat sejumlah besar orang berkumpul untuk shalat, kata polisi Sikandar Khan kepada kantor berita Reuters.

“Sebagian bangunan ambruk dan beberapa orang diyakini berada di bawahnya,” tambah Khan, dikutip dari Al Jazeera.

Juru bicara Rumah Sakit Lady Reading di Peshawar yaitu Mohammad Asim mengatakan, mereka menerima 90 orang korban luka-luka, beberapa di antaranya dalam kondisi kritis.

Laporan Al Jazeera dari Islamabad menerangkan, ledakan bom di Peshawar dilakukan oleh seorang pembom bunuh diri.

“Kami juga mendapatkan detail... pelaku bom bunuh diri itu sendiri sedang duduk di barisan depan shalat berjamaah di dalam masjid,” menurut laporan Kamal Hyder dari kantor berita tersebut.

https://nasional.kompas.com/read/2023/01/31/18011971/kemlu-indonesia-kutuk-serangan-teroris-di-masjid-kota-peshawar-pakistan

Terkini Lainnya

TKN Klaim 10.000 Pendukung Prabowo-Gibran Akan Ajukan Diri Jadi 'Amicus Curiae' di MK

TKN Klaim 10.000 Pendukung Prabowo-Gibran Akan Ajukan Diri Jadi "Amicus Curiae" di MK

Nasional
Tepis Tudingan Terima Bansos, 100.000 Pendukung Prabowo-Gibran Gelar Aksi di Depan MK Jumat

Tepis Tudingan Terima Bansos, 100.000 Pendukung Prabowo-Gibran Gelar Aksi di Depan MK Jumat

Nasional
Jaksa KPK Sentil Stafsus SYL Karena Ikut Urusi Ultah Nasdem

Jaksa KPK Sentil Stafsus SYL Karena Ikut Urusi Ultah Nasdem

Nasional
PAN Minta 'Amicus Curiae' Megawati Dihormati: Semua Paslon Ingin Putusan yang Adil

PAN Minta "Amicus Curiae" Megawati Dihormati: Semua Paslon Ingin Putusan yang Adil

Nasional
KPK Ultimatum.Pengusaha Sirajudin Machmud Hadiri Sidang Kasus Gereja Kingmi Mile 32

KPK Ultimatum.Pengusaha Sirajudin Machmud Hadiri Sidang Kasus Gereja Kingmi Mile 32

Nasional
KSAU Pimpin Sertijab 8 Pejabat Utama TNI AU, Kolonel Ardi Syahri Jadi Kadispenau

KSAU Pimpin Sertijab 8 Pejabat Utama TNI AU, Kolonel Ardi Syahri Jadi Kadispenau

Nasional
Pendukung Prabowo-Gibran Akan Gelar Aksi di MK Kamis dan Jumat Besok

Pendukung Prabowo-Gibran Akan Gelar Aksi di MK Kamis dan Jumat Besok

Nasional
Menteri PAN-RB Enggan Komentari Istrinya yang Diduga Diintimidasi Polisi

Menteri PAN-RB Enggan Komentari Istrinya yang Diduga Diintimidasi Polisi

Nasional
Pengemudi Fortuner yang Mengaku Adik Jenderal Juga Dilaporkan Korban ke Puspom TNI

Pengemudi Fortuner yang Mengaku Adik Jenderal Juga Dilaporkan Korban ke Puspom TNI

Nasional
LPSK Berikan Perlindungan Fisik kepada Eks Ajudan dan Sopir Syahrul Yasin Limpo

LPSK Berikan Perlindungan Fisik kepada Eks Ajudan dan Sopir Syahrul Yasin Limpo

Nasional
Menko PMK Sebut Pembangunan 'Buffer Zone' Pelabuhan Merak Terhambat Pembebasan Lahan

Menko PMK Sebut Pembangunan "Buffer Zone" Pelabuhan Merak Terhambat Pembebasan Lahan

Nasional
Pemerintah Bakal Rekrut 200.000 CASN untuk Ditempatkan di IKN

Pemerintah Bakal Rekrut 200.000 CASN untuk Ditempatkan di IKN

Nasional
MK: Amicus Curiae yang Diserahkan Setelah Tanggal 16 April Tak Jadi Pertimbangan dalam RPH

MK: Amicus Curiae yang Diserahkan Setelah Tanggal 16 April Tak Jadi Pertimbangan dalam RPH

Nasional
Ungkit Prabowo-Gibran Selalu Dituding Curang, TKN: Kami Sulit Menahan Pendukung untuk Tidak Reaktif

Ungkit Prabowo-Gibran Selalu Dituding Curang, TKN: Kami Sulit Menahan Pendukung untuk Tidak Reaktif

Nasional
Pemerintah Sebut Sistem 'One Way', 'Contraflow' dan Ganjil-Genap Terus Disempurnakan

Pemerintah Sebut Sistem "One Way", "Contraflow" dan Ganjil-Genap Terus Disempurnakan

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke