Salin Artikel

Pukul 12.05 WIB, “One Way” Diberlakukan di Km 70 GT Cikatama hingga Km 414 GT Kalikangkung

JAKARTA, KOMPAS.com – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri kembali memberlakukan skema one way atau satu arah di sepanjang ruas jalan tol Km 70 Gerbang Tol Cikampek Utama (GT Cikatama) hingga Km 414 GT Kalikangkung pada Sabtu (30/4/2022) siang.

Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Korlantas Polri Kombes Eddy Djunaedi mengatakan, pemberlakuan one way tersebut dimulai pada 12.05 WIB.

“Pada pukul 12:05 (WIB) telah dilaksanakan one way dari Km 70 sampai GT KaliKangkung Km 414,” kata Eddy kepada wartawan, Sabtu (30/4/2022).

Sedangkan untuk titik Km 47 hingga Km 70 GT Cikatama tidak diberlakukan one way. Namun, ruas jalan tersebut masih akan menerapkan skema contraflow atau lawan arus.

“Contraflow dua jalur tetap dilaksanakan dari Km 47 ke Km 70,” ucapnya.

Pemberlakuan kebijakan ini nantinya akan menyesuaikan situasi di lapangan.

Diberitakan sebelumnya, pada pagi hari tadi, polisi menghentikan pembelakuan skema ganjil genap di ruas jalan tol mulai dari Km 47 sampai 414 Kalikangkung.

Sejak pukul 08.00 WIB, polisi melakukan penutupan skema one way dari Km 70 GT Cikatama hingga Km 414 GT Kalikangkung.

Kemudian, mulai dari Km 70 GT Cikatama hingga Km 86 akan dilakukan contraflow satu lajur.

Hal ini dilakukan untuk menampung arus kendaraan yang berangkat dari Jakarta ke arah timur. Sedangkan untuk Km 86 hingga Km 414 dan sebaliknya akan berlaku normal.

“Arus dari timur (Kalikangkung) menuju Jakarta dinormalkan," tambahnya.

Kini, kebijakan diubah sehingga skema one way kembali diberlakukan di Km 70 Gerbang Tol Cikampek Utama (GT Cikatama) hingga Km 414 GT Kalikangkung.

https://nasional.kompas.com/read/2022/04/30/13290731/pukul-1205-wib-one-way-diberlakukan-di-km-70-gt-cikatama-hingga-km-414-gt

Terkini Lainnya

[POPULER NASIONAL] Prabowo Minta yang Tak Mau Kerja Sama Jangan Ganggu | Yusril Sebut Ide Tambah Kementerian Bukan Bagi-bagi Kekuasaan

[POPULER NASIONAL] Prabowo Minta yang Tak Mau Kerja Sama Jangan Ganggu | Yusril Sebut Ide Tambah Kementerian Bukan Bagi-bagi Kekuasaan

Nasional
Tanggal 13 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 13 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Kesiapan Infrastruktur Haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina Sudah 75 Persen

Kesiapan Infrastruktur Haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina Sudah 75 Persen

Nasional
Cek Pelabuhan Ketapang, Kabaharkam Pastikan Kesiapan Pengamanan World Water Forum 2024

Cek Pelabuhan Ketapang, Kabaharkam Pastikan Kesiapan Pengamanan World Water Forum 2024

Nasional
Prabowo Sebut Soekarno Milik Bangsa Indonesia, Ini Respons PDI-P

Prabowo Sebut Soekarno Milik Bangsa Indonesia, Ini Respons PDI-P

Nasional
Ganjar Serahkan ke PDI-P soal Nama yang Bakal Maju Pilkada Jateng

Ganjar Serahkan ke PDI-P soal Nama yang Bakal Maju Pilkada Jateng

Nasional
Prabowo Minta Pemerintahannya Tak Diganggu, Ini Kata Ganjar

Prabowo Minta Pemerintahannya Tak Diganggu, Ini Kata Ganjar

Nasional
Bertemu Calon-calon Kepala Daerah, Zulhas Minta Mereka Tiru Semangat Jokowi dan Prabowo

Bertemu Calon-calon Kepala Daerah, Zulhas Minta Mereka Tiru Semangat Jokowi dan Prabowo

Nasional
7 Jenis Obat-obatan yang Disarankan Dibawa Jamaah Haji Asal Indonesia

7 Jenis Obat-obatan yang Disarankan Dibawa Jamaah Haji Asal Indonesia

Nasional
Visa Terbit, 213.079 Jemaah Haji Indonesia Siap Berangkat 12 Mei

Visa Terbit, 213.079 Jemaah Haji Indonesia Siap Berangkat 12 Mei

Nasional
Soal Usulan Yandri Susanto Jadi Menteri, Ketum PAN: Itu Hak Prerogatif Presiden

Soal Usulan Yandri Susanto Jadi Menteri, Ketum PAN: Itu Hak Prerogatif Presiden

Nasional
Di Australia, TNI AU Bahas Latihan Bersama Angkatan Udara Jepang

Di Australia, TNI AU Bahas Latihan Bersama Angkatan Udara Jepang

Nasional
BPK Buka Suara usai Auditornya Disebut Peras Kementan Rp 12 Miliar

BPK Buka Suara usai Auditornya Disebut Peras Kementan Rp 12 Miliar

Nasional
Chappy Hakim: Semua Garis Batas NKRI Punya Potensi Ancaman, Paling Kritis di Selat Malaka

Chappy Hakim: Semua Garis Batas NKRI Punya Potensi Ancaman, Paling Kritis di Selat Malaka

Nasional
Prabowo Diminta Cari Solusi Problem Rakyat, Bukan Tambah Kementerian

Prabowo Diminta Cari Solusi Problem Rakyat, Bukan Tambah Kementerian

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke