Salin Artikel

UPDATE 25 April: Pasien Sembuh di Jawa Timur Capai 133 Orang, Bali 70 Orang

JAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah pasien yang sembuh dari virus corona (Covid-19) terus bertambah.

Berdasarkan data milik pemerintah hingga Sabtu (25/4/2020), terdapat penambahan 40 orang pasien sembuh.

Penambahan tersebut terjadi di delapan provinsi. Sebaran pasien sembuh paling banyak terdapat di DKI Jakarta, yakni sebanyak 334 orang.

Kemudian menyusul, Jawa Timur sebanyak 133 orang, Jawa Barat tercatat 93 orang, Sulawesi Selatan 82 orang, dan Bali sebanyak 70 orang.

Berikut data lengkap sebaran pasien sembuh dari Covid-19 hingga 25 April:

  1. Aceh: 4 kasus sembuh
  2. Bali: Tambah 15 kasus total 70 kasus sembuh
  3. Banten: 33 kasus sembuh
  4. Bangka Belitung: 2 kasus sembuh
  5. Bengkulu: 1 kasus sembuh
  6. DI Yogyakarta: 36 kasus sembuh
  7. DKI Jakarta: Tambah 7 kasus total 334 kasus sembuh
  8. Jambi: 1 kasus sembuh
  9. Jawa Barat: Tambah 3 kasus 93 kasus sembuh
  10. Jawa Tengah: 58 kasus sembuh
  11. Jawa Timur: Tambah 5 kasus total 133 kasus sembuh
  12. Kalimantan Barat: 7 kasus sembuh
  13. Kalimantan Timur: 11 kasus sembuh
  14. Kalimantan Tengah: 9 kasus sembuh
  15. Kalimantan Selatan: 10 kasus sembuh
  16. Kalimantan Utara: 2 kasus sembuh
  17. Kepulauan Riau: 9 kasus sembuh
  18. NTB: Tambah 5 kasus total 20 kasus sembuh
  19. Sumatera Selatan: 5 kasus sembuh
  20. Sumatera Barat: Tambah 3 kasus total 20 kasus sembuh
  21. Sulawesi Utara: 5 kasus sembuh
  22. Sumatera Utara: 21 kasus sembuh
  23. Sulawesi Tenggara: 5 kasus sembuh
  24. Sulawesi Selatan: Tambah 1 kasus total 82 kasus
  25. Sulawesi Tengah: 3 kasus sembuh
  26. Lampung: 10 kasus sembuh
  27. Riau: Tambah 1 kasus total 13 kasus
  28. Maluku Utara: 2 kasus sembuh
  29. Maluku: 10 kasus sembuh
  30. Papua: 32 kasus sembuh
  31. Sulawesi Barat: 1 kasus sembuh

https://nasional.kompas.com/read/2020/04/25/20162261/update-25-april-pasien-sembuh-di-jawa-timur-capai-133-orang-bali-70-orang

Terkini Lainnya

Tanggal 19 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 19 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Tanggal 18 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 18 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Di Sidang SYL, Saksi Akui Ada Pembelian Keris Emas Rp 105 Juta Pakai Anggaran Kementan

Di Sidang SYL, Saksi Akui Ada Pembelian Keris Emas Rp 105 Juta Pakai Anggaran Kementan

Nasional
Dede Yusuf Minta Pemerintah Perketat Akses Anak terhadap Gim Daring

Dede Yusuf Minta Pemerintah Perketat Akses Anak terhadap Gim Daring

Nasional
Mesin Pesawat Angkut Jemaah Haji Rusak, Kemenag Minta Garuda Profesional

Mesin Pesawat Angkut Jemaah Haji Rusak, Kemenag Minta Garuda Profesional

Nasional
Anggota Fraksi PKS Tolak Presiden Bebas Tentukan Jumlah Menteri: Nanti Semaunya Urus Negara

Anggota Fraksi PKS Tolak Presiden Bebas Tentukan Jumlah Menteri: Nanti Semaunya Urus Negara

Nasional
Usai Operasi di Laut Merah, Kapal Perang Belanda Tromp F-803 Merapat di Jakarta

Usai Operasi di Laut Merah, Kapal Perang Belanda Tromp F-803 Merapat di Jakarta

Nasional
Kriteria KRIS, Kemenkes: Maksimal 4 Bed Per Ruang Rawat Inap

Kriteria KRIS, Kemenkes: Maksimal 4 Bed Per Ruang Rawat Inap

Nasional
Soroti DPT Pilkada 2024, Bawaslu: Pernah Kejadian Orang Meninggal Bisa Memilih

Soroti DPT Pilkada 2024, Bawaslu: Pernah Kejadian Orang Meninggal Bisa Memilih

Nasional
Direktorat Kementan Siapkan Rp 30 Juta Tiap Bulan untuk Keperluan SYL

Direktorat Kementan Siapkan Rp 30 Juta Tiap Bulan untuk Keperluan SYL

Nasional
Setuju Sistem Pemilu Didesain Ulang, Mendagri: Pilpres dan Pileg Dipisah

Setuju Sistem Pemilu Didesain Ulang, Mendagri: Pilpres dan Pileg Dipisah

Nasional
Menko Airlangga: Kewajiban Sertifikasi Halal Usaha Menengah dan Besar Tetap Berlaku 17 Oktober

Menko Airlangga: Kewajiban Sertifikasi Halal Usaha Menengah dan Besar Tetap Berlaku 17 Oktober

Nasional
Serius Transisi Energi, Pertamina Gandeng KNOC dan ExxonMobil Kembangkan CCS

Serius Transisi Energi, Pertamina Gandeng KNOC dan ExxonMobil Kembangkan CCS

Nasional
Bawaslu Akui Kesulitan Awasi 'Serangan Fajar', Ini Sebabnya

Bawaslu Akui Kesulitan Awasi "Serangan Fajar", Ini Sebabnya

Nasional
Kontras Desak Jokowi dan Komnas HAM Dorong Kejagung Selesaikan Pelanggaran HAM Berat Secara Yudisial

Kontras Desak Jokowi dan Komnas HAM Dorong Kejagung Selesaikan Pelanggaran HAM Berat Secara Yudisial

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke