Salin Artikel

Pertemuan AHY dan Jokowi yang Berbuntut "Serangan" ke SBY...

Meski begitu, arah politik sejumlah partai politik sudah terlihat tak lama setelah lembaga survei merilis hasil hitung cepat setelah pemungutan suara pada 17 April silam.

Sejak saat itu, sikap dan arah para anggota koalisi mulai mendapat banyak sorotan, terutama sikap politik yang dilakukan oleh kubu yang dinyatakan tidak memenangkan Pemilu.

Setiap pertemuan antara dua pihak berbeda, yaitu partai pendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin dengan Prabowo-Sandiaga Uno, mendapat banyak perhatian, tanpa memperhatikan konteks pertemuan yang terjadi.

Misalnya, sorotan terjadi saat ketua MPR yang berasal dari Partai Amanat Nasional, Zulkifli Hasan bertemu Presiden Joko Widodo saat pelantikan Gubernur Maluku terpilih pada 24 April lalu.

Berbagai pihak menerka bahwa ini menjadi awal rekonsiliasi antara kubu Jokowi-Ma’ruf dengan Prabowo-Sandiaga. Meskipun, setelah itu Zulkifli Hasan menjelaskan keberadaannya di Istana terkait tugasnya sebagai ketua MPR.

Hal serupa juga dialami oleh putra sulung Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Ia sempat dua kali bertemu dengan Jokowi. Pertemuan itu memantik banyak persepsi bermunculan di masyarakat.

Hingga akhirnya, SBY mengaku banyak serangan yang diterima Agus, dirinya, dan tak terkecuali Partai Demokrat setelah pertemuan dengan Jokowi.

Pertemuan di Istana Merdeka

Pada 2 Mei 2019, AHY yang merupakan Komandan Komando Tugas Bersama Partai Demokrat bertandang ke Istana Merdeka, Jakarta memenuhi panggilan Joko Widodo.

Keduanya terlibat percakapan empat mata, sehingga tidak ada satu pun yang mengetahui apa isi perbincangan keduanya.

Lagi-lagi, pertemuan itu disebut sebagai langkah politik yang diambil Demokrat usai Pilpres usai. Banyak yang menyebut Partai Demokrat mulai menunjukkan kecondongannya terhadap kubu pemerintah di masa depan.

Akan tetapi, Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat, Amir Syamsuddin menyebut terlalu dini untuk membicarakan koalisi di pertemuan tersebut.

Sementara dari pihak Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, menilai pertemuan ini baik untuk diikuti oleh pihak lainnya untuk mendinginkan suasana pasca kampanye dan pemilu yang cukup menaikkan tensi masyarakat.

Pertemuan di Istana Bogor

Rupanya tak cukup sekali AHY hadir ke Istana dan bertemu Capres Petahana tersebut, kali ini pertemuan terjadi di Istana Bogor pada Rabu (22/5/2019) kemarin.

Menjelaskan tentang pertemuannya, AHY menyebut Jokowi memintanya menjadi penghubung dengan SBY yang saat ini ada di Singapura, mendampingi sang istri menjalani pengobatan atas kanker darah.

AHY mengatakan, Jokowi masih ingin menjaga selalu komunikasi dan silaturahmi dengan SBY yang sebelumnya juga menjabat Presiden Republik Indonesia selama dua periode. 

Jokowi berharap dapat mendiskusikan berbagai permasalahan bangsa dengan SBY.

Pertemuan yang "berdampak"

Namun, SBY merasa dua pertemuan yang dilakukan oleh anaknya bersama Jokowi, justru mendatangkan banyak serangan, baik kepada AHY itu sendiri, dirinya, maupun Partai Demokrat.

"Akibat pertemuan itu, AHY, SBY, dan Partai Demokrat diserang habis oleh kalangan tertentu. Setelah itu AHY di-bully sangat kejam. Mungkin itu cara Tuhan untuk menggembleng orang yang baru masuk di dunia politik," kata SBY melalui sebuah video.

Sejauh ini, memang hanya Partai Demokrat yang kerap dinilai akan merapat ke pemerintah, meskipun tak mendukung Jokowi-Ma'ruf dalam pemilu. Hal itu, dilihat dari sikap-sikap politik partai juga anggota Demokrat yang tidak selalu terlibat dalam agenda Prabowo-Sandiaga.

Hal itu pula yang disampaikan oleh SBY.

"Dari serangan itu, sebenarnya kita tahu dari kelompok mana serangan sengit itu berasal," ujar SBY.

SBY juga mengatakan, hal inilah yang membedakan pihaknya dengan pihak pendukung Prabowo-Sandi yang lain.

"Di situ perbedaan kami dengan pihak tertentu itu. Memang ada yang bersikap tabu dan dilarang keras pihak 02 berkomunikasi dengan 01. Barangkali ada yang bersumpah tak akan komunikasi dan berkawan selamanya. Barangkali pula dendam yang membara harus dipertahankan," ucap SBY.

Jika benar ada yang merasa demikian, ia meminta untuk tidak memaksa Partai Demokrat untuk mengikuti cara itu.

"Kami prinsip ikhtiar perjuangan untuk menang harus dilakukan sekuat tenaga. Namun, setelah selesai, ya, selesai," lanjutnya.

                                                                                

https://nasional.kompas.com/read/2019/05/29/05493361/pertemuan-ahy-dan-jokowi-yang-berbuntut-serangan-ke-sby

Terkini Lainnya

Tanggal 5 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 5 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Sempat Berkelakar Hanif Dhakiri Jadi Menteri, Muhaimin Bilang Belum Ada Pembicaraan dengan Prabowo

Sempat Berkelakar Hanif Dhakiri Jadi Menteri, Muhaimin Bilang Belum Ada Pembicaraan dengan Prabowo

Nasional
PKS Janji Fokus Jika Gabung ke Prabowo atau Jadi Oposisi

PKS Janji Fokus Jika Gabung ke Prabowo atau Jadi Oposisi

Nasional
Gerindra Ungkap Ajakan Prabowo Buat Membangun Bangsa, Bukan Ramai-ramai Masuk Pemerintahan

Gerindra Ungkap Ajakan Prabowo Buat Membangun Bangsa, Bukan Ramai-ramai Masuk Pemerintahan

Nasional
PKB Terima Pendaftaran Bakal Calon Kepala Daerah Kalimantan, Salah Satunya Isran Noor

PKB Terima Pendaftaran Bakal Calon Kepala Daerah Kalimantan, Salah Satunya Isran Noor

Nasional
ICW Sebut Alasan Nurul Ghufron Absen di Sidang Etik Dewas KPK Tak Bisa Diterima

ICW Sebut Alasan Nurul Ghufron Absen di Sidang Etik Dewas KPK Tak Bisa Diterima

Nasional
Nasdem Kaji Duet Anies-Sahroni di Pilkada Jakarta

Nasdem Kaji Duet Anies-Sahroni di Pilkada Jakarta

Nasional
PDI-P Tuding KPU Gelembungkan Perolehan Suara PAN di Dapil Kalsel II

PDI-P Tuding KPU Gelembungkan Perolehan Suara PAN di Dapil Kalsel II

Nasional
Demokrat Tak Ingin Ada 'Musuh dalam Selimut' di Periode Prabowo-Gibran

Demokrat Tak Ingin Ada "Musuh dalam Selimut" di Periode Prabowo-Gibran

Nasional
Maju di Pilkada Jakarta atau Jabar, Ridwan Kamil: 1-2 Bulan Lagi Kepastiannya

Maju di Pilkada Jakarta atau Jabar, Ridwan Kamil: 1-2 Bulan Lagi Kepastiannya

Nasional
Demokrat Harap Tak Semua Parpol Merapat ke Prabowo Supaya Ada Oposisi

Demokrat Harap Tak Semua Parpol Merapat ke Prabowo Supaya Ada Oposisi

Nasional
Bingung dengan Objek Gugatan PDI-P di PTUN, KPU Belum Tahu Mau Jawab Apa

Bingung dengan Objek Gugatan PDI-P di PTUN, KPU Belum Tahu Mau Jawab Apa

Nasional
Gugat Dewas ke PTUN hingga 'Judicial Review' ke MA, Wakil Ketua KPK: Bukan Perlawanan, tapi Bela Diri

Gugat Dewas ke PTUN hingga "Judicial Review" ke MA, Wakil Ketua KPK: Bukan Perlawanan, tapi Bela Diri

Nasional
Sengketa Pileg, PPP Klaim Suara Pindah ke Partai Lain di 35 Dapil

Sengketa Pileg, PPP Klaim Suara Pindah ke Partai Lain di 35 Dapil

Nasional
Pemerintah Akan Bangun Sekolah Aman Bencana di Tiga Lokasi

Pemerintah Akan Bangun Sekolah Aman Bencana di Tiga Lokasi

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke