Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ikuti KTT Ke-43 ASEAN, Wapres AS dan PM China Sudah Tiba di Jakarta

Kompas.com - 06/09/2023, 09:58 WIB
Ardito Ramadhan,
Diamanty Meiliana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah kepala negara/pemerintahan terus berdatangan ke Jakarta untuk mengikuti rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 ASEAN yang berlangsung sejak Selasa (5/9/2023) hingga Kamis (7/9/2023) besok.

Selain pemimpin negara-negara ASEAN yang sudah lebih dulu tiba, pemimpin negara mitra ASEAN pun berangsur-angsur sudah mendarat di Indonesia pada Selasa kemarin.

Pada Selasa kemarin, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau merupakan pemimpin negara yang pertama tiba pada pukul 11.45 WIB.

Pada Selasa sore, Trudeau pun telah mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka.

Baca juga: PM Kanada Justin Trudeau Puji Kepemimpinan RI di ASEAN

Kemudian, tiga pemimpin negara Asia Timur bergantian mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Selasa siang hingga petang.

Perdana Menteri China Li Qiang tiba pada pukul 15.30 WIB, diikuti Presiden Republik Korea Yoon Suk Yeol pada pukul 16.40 WIB, dan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida pada pukul 18.00 WIB.

Pada Selasa malam, giliran Perdana Menteri Anthony Albanese dan Wakil Presiden Amerika Serikat Kamala Harris yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta.

Albanese tiba pada pukul 20.15 WIB, disusul oleh Harris pada pukul 22.00 WIB.

Baca juga: ASEAN Kejar 73 Proyek Potensial Senilai 17,8 Miliar Dollar AS

Sebelumnya, para pemimpin negara ASEAN dan dua negara undangan yakni Bangladesh dan Kepulauan Cook sudah berada di Jakarta dan mengikuti KTT ke-43 ASEAN sesi pleno dan retreat pada Selasa kemarin.

Pada hari ini, dijadwalkan akan ada KTT ASEAN dengan negara-negara mitra serta gala dinner KTT ke-43 ASEAN yang akan diikuti oleh para pemimpin.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Tanggal 19 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 19 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Tanggal 18 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 18 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Di Sidang SYL, Saksi Akui Ada Pembelian Keris Emas Rp 105 Juta Pakai Anggaran Kementan

Di Sidang SYL, Saksi Akui Ada Pembelian Keris Emas Rp 105 Juta Pakai Anggaran Kementan

Nasional
Dede Yusuf Minta Pemerintah Perketat Akses Anak terhadap Gim Daring

Dede Yusuf Minta Pemerintah Perketat Akses Anak terhadap Gim Daring

Nasional
Mesin Pesawat Angkut Jemaah Haji Rusak, Kemenag Minta Garuda Profesional

Mesin Pesawat Angkut Jemaah Haji Rusak, Kemenag Minta Garuda Profesional

Nasional
Anggota Fraksi PKS Tolak Presiden Bebas Tentukan Jumlah Menteri: Nanti Semaunya Urus Negara

Anggota Fraksi PKS Tolak Presiden Bebas Tentukan Jumlah Menteri: Nanti Semaunya Urus Negara

Nasional
Usai Operasi di Laut Merah, Kapal Perang Belanda Tromp F-803 Merapat di Jakarta

Usai Operasi di Laut Merah, Kapal Perang Belanda Tromp F-803 Merapat di Jakarta

Nasional
Kriteria KRIS, Kemenkes: Maksimal 4 Bed Per Ruang Rawat Inap

Kriteria KRIS, Kemenkes: Maksimal 4 Bed Per Ruang Rawat Inap

Nasional
Soroti DPT Pilkada 2024, Bawaslu: Pernah Kejadian Orang Meninggal Bisa Memilih

Soroti DPT Pilkada 2024, Bawaslu: Pernah Kejadian Orang Meninggal Bisa Memilih

Nasional
Direktorat Kementan Siapkan Rp 30 Juta Tiap Bulan untuk Keperluan SYL

Direktorat Kementan Siapkan Rp 30 Juta Tiap Bulan untuk Keperluan SYL

Nasional
Setuju Sistem Pemilu Didesain Ulang, Mendagri: Pilpres dan Pileg Dipisah

Setuju Sistem Pemilu Didesain Ulang, Mendagri: Pilpres dan Pileg Dipisah

Nasional
Menko Airlangga: Kewajiban Sertifikasi Halal Usaha Menengah dan Besar Tetap Berlaku 17 Oktober

Menko Airlangga: Kewajiban Sertifikasi Halal Usaha Menengah dan Besar Tetap Berlaku 17 Oktober

Nasional
Serius Transisi Energi, Pertamina Gandeng KNOC dan ExxonMobil Kembangkan CCS

Serius Transisi Energi, Pertamina Gandeng KNOC dan ExxonMobil Kembangkan CCS

Nasional
Bawaslu Akui Kesulitan Awasi 'Serangan Fajar', Ini Sebabnya

Bawaslu Akui Kesulitan Awasi "Serangan Fajar", Ini Sebabnya

Nasional
Kontras Desak Jokowi dan Komnas HAM Dorong Kejagung Selesaikan Pelanggaran HAM Berat Secara Yudisial

Kontras Desak Jokowi dan Komnas HAM Dorong Kejagung Selesaikan Pelanggaran HAM Berat Secara Yudisial

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com