Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 dari 34 Provinsi Rampungkan Rekapitulasi Suara

Kompas.com - 09/05/2019, 12:55 WIB
Fitria Chusna Farisa,
Krisiandi

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak Lima dari 34 provinsi di Indonesia telah selesai melakukan rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara pemilu.

Oleh karenanya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) berencana untuk menggelar rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara tingkat nasional, Jumat (10/5/2019) besok.

"Besok Insyallah kita mulai (rekap nasional), sebab lima provinsi, Bangka Belitung, Gorontalo, Kalimantan Utara, Bali, Kalimantan Tengah telah selesai (rekap provinsi)," kata Komisioner KPU Ilham Saputra di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/5/2019).

Baca juga: Hasil Rekapitulasi KPU Nias, Jokowi-Maruf Unggul 93,78 persen

Ilham mengatakan, sejumlah provinsi lainnya masih melakukan rekapitulasi. Namun, di sejumlah daerah, rekapitulasi masih berlangsung di tingkat kecamatan.

Ia berharap, rekapitulasi tingkat daerah bisa segera diselesaikan.

"Semoga hari ini ada yang selesai, sampai malam," katanya.

Baca juga: Rekapitulasi Suara Luar Negeri: Jokowi Unggul di 79 Wilayah, Prabowo 13

Hingga saat ini, KPU masih terus melakukan rapat pleno rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara pemilu luar negeri.

Sampai Kamis (9/5/2019) siang, rekapitulasi suara yang telah ditetapkan mencapai 111 dari total 130 wilayah. Ditargetkan, rekapitulasi suara luar negeri tuntas hari ini.

Kompas TV Pasca-ricuhnya aksi demonstrasi ratusan massa pendukung caleg tingkat keamanan di luar gedung rapat pleno KPU Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, ditingkatkan. Kamis (9/5) pagi ini merupakan pelaksanaan hari terakhir rapat pleno rekapitulasi hasil pemilu Kabupaten Lombok Tengah. Penjagaan di lokasi rapat pleno dijaga ketat dan yang diperbolehkan masuk hanya yang memiliki tanda pengenal khusus, seperti petugas KPU, PPS, dan KPPS, serta para saksi dan calon legislatif yang memiliki undangan resmi. <strong>#KPULombok #PlenoKPU #DemoKPU</strong>
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Status Taruna STIP yang Aniaya Junior Bakal Dicopot

Status Taruna STIP yang Aniaya Junior Bakal Dicopot

Nasional
Mencegah 'Presidential Club' Rasa Koalisi Pemerintah

Mencegah "Presidential Club" Rasa Koalisi Pemerintah

Nasional
Nasdem-PKB Gabung Prabowo, Zulhas Singgung Pernah Dicap Murtad dan Pengkhianat

Nasdem-PKB Gabung Prabowo, Zulhas Singgung Pernah Dicap Murtad dan Pengkhianat

Nasional
Pengamat HI Harap Menlu Kabinet Prabowo Paham Geopolitik, Bukan Cuma Ekonomi

Pengamat HI Harap Menlu Kabinet Prabowo Paham Geopolitik, Bukan Cuma Ekonomi

Nasional
PDI-P Harap MPR Tak Lantik Prabowo-Gibran, Gerindra: MK Telah Ambil Keputusan

PDI-P Harap MPR Tak Lantik Prabowo-Gibran, Gerindra: MK Telah Ambil Keputusan

Nasional
Sepakat dengan Luhut, Golkar: Orang 'Toxic' di Pemerintahan Bahaya untuk Rakyat

Sepakat dengan Luhut, Golkar: Orang "Toxic" di Pemerintahan Bahaya untuk Rakyat

Nasional
Warung Madura, Etos Kerja, dan Strategi Adaptasi

Warung Madura, Etos Kerja, dan Strategi Adaptasi

Nasional
BMKG: Suhu Panas Mendominasi Cuaca Awal Mei, Tak Terkait Fenomena 'Heatwave' Asia

BMKG: Suhu Panas Mendominasi Cuaca Awal Mei, Tak Terkait Fenomena "Heatwave" Asia

Nasional
Momen Unik di Sidang MK: Ribut Selisih Satu Suara, Sidang 'Online' dari Pinggir Jalan

Momen Unik di Sidang MK: Ribut Selisih Satu Suara, Sidang "Online" dari Pinggir Jalan

Nasional
Maksud di Balik Keinginan Prabowo Bentuk 'Presidential Club'...

Maksud di Balik Keinginan Prabowo Bentuk "Presidential Club"...

Nasional
Resistensi MPR Usai PDI-P Harap Gugatan PTUN Bikin Prabowo-Gibran Tak Dilantik

Resistensi MPR Usai PDI-P Harap Gugatan PTUN Bikin Prabowo-Gibran Tak Dilantik

Nasional
“Presidential Club” Butuh Kedewasaan Para Mantan Presiden

“Presidential Club” Butuh Kedewasaan Para Mantan Presiden

Nasional
Prabowo Dinilai Bisa Bentuk 'Presidential Club', Tantangannya Ada di Megawati

Prabowo Dinilai Bisa Bentuk "Presidential Club", Tantangannya Ada di Megawati

Nasional
Bantah Bikin Partai Perubahan, Anies: Tidak Ada Rencana Bikin Ormas, apalagi Partai

Bantah Bikin Partai Perubahan, Anies: Tidak Ada Rencana Bikin Ormas, apalagi Partai

Nasional
Luhut Minta Prabowo Tak Bawa Orang “Toxic” ke Pemerintahan, Cak Imin: Saya Enggak Paham Maksudnya

Luhut Minta Prabowo Tak Bawa Orang “Toxic” ke Pemerintahan, Cak Imin: Saya Enggak Paham Maksudnya

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com