Zulkifli Hasan: Tampaknya Ada yang Ingin Mengadu Kita - Kompas.com

Zulkifli Hasan: Tampaknya Ada yang Ingin Mengadu Kita

Kompas.com - 13/02/2018, 07:40 WIB
Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menyaksikan konser pianis muda Indonesia Joey Alexander di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang, Minggu (12/11/2017).KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENG Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menyaksikan konser pianis muda Indonesia Joey Alexander di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang, Minggu (12/11/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menilai, penyerangan terhadap Gereja Santa Lidwina, Sleman, Yogyakarta merupakan upaya untuk memecah belah umat beragama. Umat beragama sengaja diadu domba agar hubungannya retak.

"Ini ada tampaknya yang ingin mengadu kita, mengadu antar-umat beragama, Islam, Kristen, Hindu, Budha, diserang seperti itu. Saya kira agar menimbulkan kemarahan," ujar Zulkifli di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (12/2/2018) malam.

Zulkifli menilai kejadian itu bukan soal intoleransi, tetapi soal upaya adu domba. Orang yang mengadu domba antar-umat beragama, kata dia, adalah musuh semua agama.

"Gara-gara tindakan seperti inilah saya kira yang merusak hubungan kita. Karena umat beragama akur-akur saja, saling menghormati, saling menghargai," kata Zulkifli.

Baca juga : Kapolri: Penyerang Gereja Santa Lidwina Terindikasi Kena Paham Radikal

Dia meminta masyarakat tetap tenang. Kasus itu, kata Zulkifli, diserahkan sepenuhnya kepada polisi. Dia yakin polisi bisa menyelesaikan dengan cepat kasus penyerangan Gereja Santa Lidwina itu.

Seorang pria dengan menggunakan senjata tajam menyerang umat Gereja Santa Lidwina Bedog, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Sleman, Yogyakarta, pada Minggu pagi dua hari lalu saat mereka merayakan misa. Tiga orang umat, seorang pastor, dan satu anggota polisi mengalami luka akibat sabetan pedang si penyerang yang belakangan diketahui bernama Suliono.

Polisi awalnya kesulitan menangkap pelaku karena terus melawan. Suliono, yang diketahui berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur itu, akhirnya bisa dilumpuhkan setelah petugas menembakkan dua peluru ke kakinya.

Baca juga : Orangtua Penyerang Gereja Santa Lidwina Mengurung Diri di Rumah


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar

Close Ads X