Irjen Paulus Waterpauw Batal Ikut Pilkada Papua - Kompas.com

Irjen Paulus Waterpauw Batal Ikut Pilkada Papua

Ambaranie Nadia Kemala Movanita
Kompas.com - 03/01/2018, 07:21 WIB
Gubernur Sumatera Utara Erry Nuradi dan Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw usai apel Operasi Zebra Toba 2017 di Lapangan Merdeka Medan, Rabu (1/11/2017)KOMPAS.com / Mei Leandha Gubernur Sumatera Utara Erry Nuradi dan Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw usai apel Operasi Zebra Toba 2017 di Lapangan Merdeka Medan, Rabu (1/11/2017)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolda Sumatera Utara Irjen Paulus Waterpauw batal ikut Pemilihan Gubernur Papua 2018. Sebelumnya, ia berencana maju menjadi calon Gubernur Papua.

"Pak Kapolda Sumut, Paulus Waterpauw mundur kan. Enggak jadi, sudah enak jadi Kapolda," ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Selasa (2/1/2017).

Pernyataan tersebut menanggapi pertanyaan soal perwira tinggi Polri yang berniat mengikuti Pilkada. Sejauh ini yang bakal maju yakni Komandan Korps Brimob Polri Irjen Murad Ismail di Pilkada Provinsi Maluku, Kapolda Kalimantan Timur Irjen Safaruddin di Pilkada Provinsi Kalimantan Timur, dan Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri Irjen Anton Charliyan di Pilkada Provinsi Jawa Barat.

Dikonfirmasi terpisah, Paulus membenarkan ihwal mundurnya dia dari kontestasi politik itu. Ia mengatakan, masa baktinya di Polri masih lama, yakni sekitar empat tahun lagi. Selain itu, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian juga telah menyampaikan pembatalan itu saat rapat dengar pendapat di Komisi III DPR RI, Oktober 2017 lalu.

"Saya telah mengundurkan diri karena masih punya masa bakti di Polri sampai 2022," kata Paulus kepada Kompas.com, Selasa malam.

Baca juga: Pilkada Papua 2018 Jadi Fokus Perhatian Pemerintah

Berbeda dengan Jenderal bintang dua lainnya yang mencalonkan diri sebagai kepala daerah, Paulus menyadari bahwa dirinya masih kalah senior. Jenderal polisi yang ikut pesta politik itu rata-rata masa pensiunnya tinggal satu tahun lagi. Ia mengaku sama sekali tak ada intervensi dari atasan kepada dirinya untuk batal mencalonkan diri menjadi gubernur.

"Justru mereka mendorong untuk maju, tetapi saya putuskan mundur," kata Paulus.

Sebelumnya, wacana keikutsertaan Paulus dalam Pilgub Papua terlontar dari Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Papua Yorrys Raweyai saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) Golkar se-wilayah I Tabi di kantor DPD di Jalan Percetakan, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Senin (10/4/2017). Yorrys mewacanakan mengusung Paulus sebagai calon gubernur di Bumi Cenderawasih periode 2018-2023.

Paulus pun tak menampik mendapat banyak dukungan untuk maju sebagai calon gubernur. Namun, saat ini ia memilih fokus terlebih dulu dengan tugasnya di kepolisian.

PenulisAmbaranie Nadia Kemala Movanita
EditorSabrina Asril
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM