Rita Widyasari Tak Ditahan KPK, Mendagri Tak Siapkan Plt Bupati Kukar - Kompas.com

Rita Widyasari Tak Ditahan KPK, Mendagri Tak Siapkan Plt Bupati Kukar

Moh. Nadlir
Kompas.com - 02/10/2017, 15:25 WIB
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo saat ditemui di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Kamis (14/9/2017).KOMPAS.com/Kristian Erdianto Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo saat ditemui di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Kamis (14/9/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan, Kementerian Dalam Negeri tak perlu menunjuk pelaksana tugas (Plt) Bupati Kutai Kartanegara setelah Bupati Kukar Rita Widyasari ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK).

Rita diduga menerika suap terkait izin perkebunan kelapa sawit dan gratifikasi sejumlah proyek di daerahnya.

Tjahjo mengatakan, dalam kasus ini, Rita tak ditangkap dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT) dan tak ditahan KPK. 

"Tapi kan Ibu Rita hanya tersangka. Jadi dia bisa lakukan tugas sehari-hari sebagai kepala daerah sampai nanti menanti hukum tetap," kata Tjahjo di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, Senin (2/10/2017).

Baca: KPK Dalami Dugaan Pencucian Uang Bupati Kukar Rita Widyasari

Menurut Tjahjo, berbeda jika kepala daerah ditangkap dalam sebuah OTT dan langsung ditahan oleh KPK. Dalam hal seperti ini, Kemendagri akan menyiapkan Plt kepala daerah. 

"Menteri, gubernur, bupati, wali kota itu kalau dia OTT dan ditahan, ia diberhentikan sementara sampai putusan inkracht. Kalau OTT dan ditahan ya diganti," kata dia.

Dalam kasus ini, KPK tak hanya menjerat Rita sebagai tersangka. Dua orang dari pihak swasta juga telah ditetapkan sebagai tersangka yaitu Komisaris PT Media Bangun Bersama (MBB) Khairudin (KHN) dan Hari Susanto Gun (HSG) selaku Direktur Utama PT SGP (Sawit Golden Prima).

HSG diduga memberikan uang sejumlah Rp 6 miliar kepada Rita sekitar bulan Juli-Agustus tahun 2010.

Selain itu, Rita dan Khairudin juga diduga menerima gratifikasi yang berhubungan dengan jabatannya sebagai penyelenggara negara.

Baca: KPK Sita Empat Mobil Milik Bupati Kukar Rita Widyasari

Keduanya diduga bersama-sama menerima gratifikasi uang sebesar 775 ribu dollar AS atau setara Rp 6,97 miliar terkait sejumlah proyek di Kutai Kartanegara.

Sebagai penerima suap, Rita disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. 

Sementara, sebagai pemberi suap, Hari Susanto disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. 

Terkait penerimaan gratifikasi, Rita dan Khairudin disangka melanggar Pasal 12 B Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Kompas TV KPK akhirnya membuka kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Kutai Kertanegara Rita Widyasari.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisMoh. Nadlir
EditorInggried Dwi Wedhaswary
Komentar

Terkini Lainnya

Setya Novanto dan Para Loyalisnya yang Mulai 'Berguguran'...

Setya Novanto dan Para Loyalisnya yang Mulai "Berguguran"...

Nasional
Kadishub DKI Rayu Sopir Angkot Tanah Abang Ikut OK Otrip

Kadishub DKI Rayu Sopir Angkot Tanah Abang Ikut OK Otrip

Megapolitan
Kepala SMK Kaget Dua Siswanya Bunuh Sopir Taksi 'Online'

Kepala SMK Kaget Dua Siswanya Bunuh Sopir Taksi "Online"

Regional
Cegah Wabah Berulang, Jokowi Janji Bangun Infrastruktur di Asmat

Cegah Wabah Berulang, Jokowi Janji Bangun Infrastruktur di Asmat

Nasional
100 Hari Kerja Anies-Sandi, Terbentuknya Komite Pencegahan Korupsi dan Harmonisasi Regulasi

100 Hari Kerja Anies-Sandi, Terbentuknya Komite Pencegahan Korupsi dan Harmonisasi Regulasi

Megapolitan
'Saya Tanam Jambu agar Warga yang Lewat Bisa Makan, Saya Dapat Pahala'

"Saya Tanam Jambu agar Warga yang Lewat Bisa Makan, Saya Dapat Pahala"

Regional
Diduga Edarkan Narkoba, Oknum Polisi Riau dan Istrinya Ditangkap

Diduga Edarkan Narkoba, Oknum Polisi Riau dan Istrinya Ditangkap

Regional
Jakarta Selatan dan Timur Berpotensi Hujan Deras Disertai Petir dan Angin Kencang

Jakarta Selatan dan Timur Berpotensi Hujan Deras Disertai Petir dan Angin Kencang

Megapolitan
Gempa 4,9 Magnitudo Guncang Pulau Seram, Warga Berhamburan Keluar Rumah

Gempa 4,9 Magnitudo Guncang Pulau Seram, Warga Berhamburan Keluar Rumah

Regional
Jusuf Kalla: Kalau Sekjen Golkar Sekarang Jenderal, Itu Tak Lepas dari Masa Lalu

Jusuf Kalla: Kalau Sekjen Golkar Sekarang Jenderal, Itu Tak Lepas dari Masa Lalu

Nasional
Tabrakan Pesawat dan Helikopter di Jerman, Empat Tewas

Tabrakan Pesawat dan Helikopter di Jerman, Empat Tewas

Internasional
Satu Orang Meninggal akibat Gempa, Pangdam Siliwangi Kerahkan Bantuan Pasukan

Satu Orang Meninggal akibat Gempa, Pangdam Siliwangi Kerahkan Bantuan Pasukan

Regional
Sejumlah Warga Nunukan Nekat Berfoto dengan Buaya Liar

Sejumlah Warga Nunukan Nekat Berfoto dengan Buaya Liar

Regional
Lion Air Bebaskan Biaya Tiket Pesawat untuk Peserta Kongres HMI di Ambon

Lion Air Bebaskan Biaya Tiket Pesawat untuk Peserta Kongres HMI di Ambon

Regional
Dilaporkan Hilang, Potongan Tubuh Perempuan Ditemukan di Dalam Panci

Dilaporkan Hilang, Potongan Tubuh Perempuan Ditemukan di Dalam Panci

Internasional

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM