Setya Novanto Juga Tak Bisa Hadiri Sidang Praperadilan Selasa - Kompas.com

Setya Novanto Juga Tak Bisa Hadiri Sidang Praperadilan Selasa

Robertus Belarminus
Kompas.com - 11/09/2017, 11:52 WIB
Ketua DPR Setya Novanto meninggalkan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seusai diperiksa di Jakarta, Jumat (14/7/2017).  Setya Novanto diperiksa sebagai saksi untuk kasus dugaan korupsi dalam pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik ( e-KTP).KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Ketua DPR Setya Novanto meninggalkan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seusai diperiksa di Jakarta, Jumat (14/7/2017). Setya Novanto diperiksa sebagai saksi untuk kasus dugaan korupsi dalam pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik ( e-KTP).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham menyatakan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto juga tidak bisa hadir pada sidang perdana praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (12/9/2017).

Hal itu, menurut dia, karena faktor kesehatan Novanto.

Sejak Minggu (10/9/2017), Novanto dirawat di Rumah Sakit Siloam, Semanggi, Jakarta, karena gula darahnya naik.

(baca: Alasan Sakit, Setya Novanto Tak Penuhi Pemeriksaan di KPK)

Karena alasan sakit, Novanto tidak dapat menghadiri pemeriksaan di KPK sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP hari ini.

"Saya kira dengan kondisi seperti ini tidak mungkin hadir besok," kata Idrus di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Senin.

Novanto telah menjadi tersangka di KPK. Ia diduga ikut mengatur agar anggaran proyek e-KTP senilai Rp 5,9 triliun disetujui oleh anggota DPR.

 

(baca: MA Jamin Hakim Bakal Independen Tangani Praperadilan Novanto)

Selain itu, Novanto diduga mengondisikan pemenang lelang dalam proyek e-KTP. Bersama pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong, Novanto diduga ikut menyebabkan kerugian negara Rp 2,3 triliun.

Atas penetapan itu, Novanto telah mengajukan gugatan praperadilan. Rencananya, sidang perdana praperadilan akan digelar pada Selasa (12/9/2017).

KPK optimistis dapat memenangi gugatan praperadilan yang diajukan Setya Novanto.

KPK merasa penetapan Novanto sebagai tersangka telah memenuhi prosedur yang ditetapkan undang-undang.

Kompas TV Di usia yang seharusnya sudah matang, DPR masih banyak mendapat sorotan negatif.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisRobertus Belarminus
EditorSandro Gatra
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM