Besok, Pimpinan KPK Akan Dampingi Novel Saat Diperiksa Polisi - Kompas.com

Besok, Pimpinan KPK Akan Dampingi Novel Saat Diperiksa Polisi

Kristian Erdianto
Kompas.com - 13/08/2017, 22:02 WIB
Tepat 120 hari peristiwa penyerangan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, sejumlah aktivis yang menamakan diri Sekolah Anti Korupsi Indonesia Corruption Watch (ICW) 2017 menggelar aksi teatrikal di depan gedung KPK.Kompas.com/Robertus Belarminus Tepat 120 hari peristiwa penyerangan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, sejumlah aktivis yang menamakan diri Sekolah Anti Korupsi Indonesia Corruption Watch (ICW) 2017 menggelar aksi teatrikal di depan gedung KPK.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim Penyidik Polri akan memeriksa penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Novel Baswedan di Kedutaan Besar RI untuk Singapura pada Senin (14/8/2017).

Pemeriksaan tersebut dilakukan penyidik Polri untuk meminta keterangan dari Novel terkait penyiraman air keras yang dialaminya.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pimpinan bersama tim KPK akan mendampingi Novel saat pemeriksaan. Febri mengungkapkan, KPK telah menerima surat dari Polri pada Jumat (11/8/2017).

"Besok tim KPK akan mendampingi Novel Baswedan terkait rencana pemeriksaan oleh tim penyidik Polri. Selain didampingi tim, besok ada pimpinan KPK yang juga akan ke Singapura," ujar Febri melalui keterangan tertulisnya, Minggu (13/8/2017).

Baca: Periksa Novel, Polisi Akan Konfirmasi Keterlibatan Jenderal

Meskipun pemeriksaan korban bukanlah syarat ditemukannya pelaku penyerangan, lanjut Febri, namun KPK berharap akan ada titik terang setelah pemeriksaan. Dengam demikian, pelaku penyerang bisa diproses segera dan aktor intelektual pun bisa ditemukan.

"Apalagi beberapa waktu sebelumnya Presiden telah menunjukkan perhatian yang kuat untuk pengungkapan kasus ini," kata dia.

Menurut Febri, sejak awal Novel mengatakan bersedia untuk memberikan informasi dan diperiksa. Sejumlah informasi yang dimiliki Novel pun pernah disampaikan pada penyidik yang ke Singapura sebelumnya.

Menurut rencana, usai pemeriksaan, Novel akan menjalani operasi besar di mata sebelah kiri pada Kamis (17/8/2017) mendatang.

Baca: Novel Baswedan akan Jalani Operasi Besar Tanggal 17 Agustus

"KPK dan keluarga berharap doa dari seluruh pihak agar operasi dan segala perawatan berhasil. Dan para penegak hukum diberikan kekuatan untuk mengungkap kasus ini. Termasuk penanganan kasus e-KTP yang pernah ditangani Novel semakin maju mengungkap aktor-aktor utama yang merugikan keuangan negera hingga triliunan Rupiah," kata Febri.

Sebelumnya Novel menyatakan pesimistis kasusnya bakal diusut tuntas oleh kepolisian. Hingga lebih dari 100 hari, polisi belum berhasil menangkap satu pun pelaku penyiraman air keras ke wajah Novel.

Novel yakin para penyidik punya kemampuan untuk mengungkap kasus dalam waktu dekat. Hanya saja, ia meragukan keberanian para penyidik untuk menuntaskan kasus itu.

"Saya cukup bisa sebut Polri tidak akan berani mengungkap. Mungkin begini, ayo kita lihat apakah ke depan akan diungkap. Saya yakin sekali tidak akan diungkap," ujar Novel dalam wawancara bersama Mata Najwa di Metro TV, Rabu (26/7/2017) malam.

Novel menduga ada keterlibatan oknum polisi dalam penyiraman air keras. Ia pun menyampaikannya kepada perwira Polri yang sempat bertemu dengannya.

Baca: Najwa Shihab Bantah Mundur dari Metro TV karena Novel Baswedan

Ia meminta agar penanganan kasus ini dilakukan secara serius. Tak hanya untuk Novel, tapi untuk instansi Polri sendiri.

"Walau setelah lewat tiga bulan, rasanya Polri tidak berani ungkap kasus ini," kata Novel.

Waktu lebih dari tiga bulan dianggap Novel terlalu lama untuk mengungkap kasus tindak pidana ringan.

Bahkan, kata dia, mengungkap kasus teroris saja bisa lebih cepat. Ia kenal betul penyidik-penyidik yang menangani kasusnya di Polda Metro Jaya dan tak meragukan kemampuannya. Menurut Novel, pengungkapan kasus ini bukan soal kemampuan, tapi kemauan.

"Bisa saja mereka melakukan ini, mau apa tidak. Ditambah, berani apa tidak," kata Novel.

Novel beberapa kali menerima teror, baik bentuk fisik maupun lewat saluran telepon. Ia mendapat informasi bahwa orang yang melakukan serangkaian teror itu merupakan orang yang sama.

"Orangnya itu-itu aja. Itu yang bikin rusak Polri," ujar dia.

Kompas TV Mata Novel Baswedan Akan Dioperasi

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisKristian Erdianto
EditorDian Maharani
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM