Kasus Jessica dan Bukti Lengkap Kasus Novel - Kompas.com

Kasus Jessica dan Bukti Lengkap Kasus Novel

Aiman Witjaksono
Kompas.com - 07/08/2017, 08:33 WIB
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menunjukkan sketsa wajah terduga pelaku penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (31/7). Kapolri dipanggil oleh Presiden Joko Widodo untuk melaporkan perkembangan kasus Novel Baswedan. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/kye/17ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menunjukkan sketsa wajah terduga pelaku penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (31/7). Kapolri dipanggil oleh Presiden Joko Widodo untuk melaporkan perkembangan kasus Novel Baswedan. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/kye/17

TAYANGAN AIMAN di KompasTV, Senin (7/8) pukul 20.00 wib akan mengangkat kasus Novel Baswedan dengan judul "Ekslusif, Bukti Lengkap Kasus Novel”.

Bukti lengkap?

Iya!

Bukan bukti lengkap dari semua sisi penyelidikkan, tetapi bukti lengkap yang cukup untuk menjawab siapa orang-orang yang tampil di CCTV Novel.

Hari ini, Senin, 118 hari sudah penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan, terjadi. Terhitung, sudah empat bulan kasus berjalan dan polisi belum juga berhasil mengungkap siapa pelakunya.

Saya mendapat empat rekaman CCTV dan mencoba menganalisanya. Saya meminta bantuan sejumlah ahli forensik digital untuk menambah pixel atau titik-titik pada CCTV supaya rekaman gambar terlihat jelas.

Apa yang saya dapatkan?

Belajar dari kasus Jessica

Seperti halnya kasus Novel, dalam kasus Jessica yang didakwa membunuh Wayan Mirna Salihin, rekaman CCTV memegang peranan penting. Putusan Mahkamah Agung (MA) pada Juni 2017 menetapkan hukuman 20 tahun penjara untuk Jessica.

Sebelumnya, persidangan Jessica disiarkan luas secara langsung oleh sejumlah TV. Jalannya persidangan berlangsung terbuka. Bukti-bukti persidangan dan metode pembuktian dapat diikuti secara terbuka oleh masyarakat.

Salah satu yang menyita perhatian adalah rekaman CCTV. Salah satu dasar putusan hakim adalah rekaman tersebut.

Salah satu cara untuk mendapatkan informasi dari rekaman CCTV adalah dengan membesarkan citra gambarnya. Hasilnya, gambar menjadi pecah karena gambar dari CCTV memiliki resolusi kecil.

Nah, demi mendapat gambar yang jelas, gambar yang pecah tiadi ditambahi pixel atau titik-titik pada wilayah yang relevan.

Empat rekaman CCTV di kasus Novel

Tim Aiman KompasTV mencoba untuk mencari data selengkap mungkin terkait kasus Novel. Tim mendapat CCTV lengkap yang berasal dari lokasi paling dekat dengan penyerangan Novel. Ada empat CCTV yang didapat.

Waktu kejadian memang saat subuh ketika hari masih gelap. Gambar CCTV pun tidak terang. Namun, dari hasil penelusuran gambar pada CCTV, terungkap detail motor pelaku, postur tubuh pelaku, dan pada tahap yang lebih jauh bisa mengidentifikasi plat nomor motor pelaku, meskipun plat nomor bisa saja palsu.

Bermodal dari hasil CCTV ini, Aiman juga menghampiri orang yang pernah dilaporkan Novel terkait penyerangannya. Orang itu sempat diperiksa Polisi tapi dilepaskan karena memiliki alibi yang kuat. Yang bersangkutan tidak berada di lokasi kejadian saat penyerangan.

Aiman juga mewancarai Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono yang menyampaikan bahwa rekaman CCTV masih diperiksa, bahkan dibawa ke Australia untuk didalami.

Setidaknya ada perkembangan signifikan pasca-Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Aziz menjabat beberapa hari. Idham menggantikan Irjen Pol M Iriawan.

Idham adalah mantan pejabat Densus 88 Polri. Ia rekan seangkatan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Keduanya mendapatkan penghargaan saat melumpuhkan gembong teroris Doktor Azahari tahun 2005 silam.

Setelah beberapa hari Idham menjabat di Kepala Polda, sketsa penyerang Novel keluar. Semoga Idham mampu menyelesaikan kasus ini.

Saya Aiman Witjaksono,

Salam.

EditorHeru Margianto
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM