Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemerintah Siapkan Induk Badan Usaha Milik Desa

Kompas.com - 09/05/2017, 19:20 WIB
Estu Suryowati

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo mengatakan, salah satu kendala dalam mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yaitu kurangnya kapasitas atau kemampuan bisnis para pejabat tingkat desa.

"Kemauan mereka besar, tetapi rata-rata kepala desa (lulusan) SD sampai SMP. Nah kemauan saja tidak cukup. Makanya cara paling efektif membimbingnya adalah membentuk holding company (induk) BUMDesa dari tingkat pusat, kabupaten, desa," kata Eko ditemui usai mengisi sebuah acara penghargaan di Jakarta, Selasa (9/5/2017).

(Baca: "Blusukan" ke Bandung, Menteri Desa Tengok Perkembangan BUMDes)

Induk BUMDes ini nantinya yang akan diminta membina BUMDes di desa-desa.

"Jadi kalau BUMDes di desa tidak bagus, ya tinggal lihat kepala cabangnya siapa," kata dia lagi.

Eko menuturkan, saat ini sudah ada sekitar 18.000 BUMDes yang tersebar di seluruh wilayah, dengan rata-rata net profit sebesar Rp 15 juta per tahun.

(Baca: Kemendes Anggap Wajar Banyak Masyarakat Tak Tahu BUMDes)

Hingga 2022, pemerintah menargetkan jumlah BUMDes aktif mencapai 74.910 badan usaha, dengan target net profit Rp 1 miliar per tahun.

"Kalau satu BUMDes berhasil rata-rata Rp 1 miliar per tahun, itu kan kecil. Ketika konsolidasi 75.000 desa, berarti net profit-nya Rp 75 triliun," kata Eko.

Kompas TV Menakar Kinerja Kabinet Kerja Jokowi-JK (Bag 4)
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Prabowo Sebut Soekarno Milik Bangsa Indonesia, Ini Respons PDI-P

Prabowo Sebut Soekarno Milik Bangsa Indonesia, Ini Respons PDI-P

Nasional
Ganjar Serahkan ke PDI-P soal Nama yang Bakal Maju Pilkada Jateng

Ganjar Serahkan ke PDI-P soal Nama yang Bakal Maju Pilkada Jateng

Nasional
Prabowo Minta Pemerintahannya Tak Diganggu, Ini Kata Ganjar

Prabowo Minta Pemerintahannya Tak Diganggu, Ini Kata Ganjar

Nasional
Bertemu Calon-calon Kepala Daerah, Zulhas Minta Mereka Tiru Semangat Jokowi dan Prabowo

Bertemu Calon-calon Kepala Daerah, Zulhas Minta Mereka Tiru Semangat Jokowi dan Prabowo

Nasional
7 Jenis Obat-obatan yang Disarankan Dibawa Jamaah Haji Asal Indonesia

7 Jenis Obat-obatan yang Disarankan Dibawa Jamaah Haji Asal Indonesia

Nasional
Visa Terbit, 213.079 Jemaah Haji Indonesia Siap Berangkat 12 Mei

Visa Terbit, 213.079 Jemaah Haji Indonesia Siap Berangkat 12 Mei

Nasional
Soal Usulan Yandri Susanto Jadi Menteri, Ketum PAN: Itu Hak Prerogatif Presiden

Soal Usulan Yandri Susanto Jadi Menteri, Ketum PAN: Itu Hak Prerogatif Presiden

Nasional
Di Australia, TNI AU Bahas Latihan Bersama Angkatan Udara Jepang

Di Australia, TNI AU Bahas Latihan Bersama Angkatan Udara Jepang

Nasional
BPK Buka Suara usai Auditornya Disebut Peras Kementan Rp 12 Miliar

BPK Buka Suara usai Auditornya Disebut Peras Kementan Rp 12 Miliar

Nasional
Chappy Hakim: Semua Garis Batas NKRI Punya Potensi Ancaman, Paling Kritis di Selat Malaka

Chappy Hakim: Semua Garis Batas NKRI Punya Potensi Ancaman, Paling Kritis di Selat Malaka

Nasional
Prabowo Diminta Cari Solusi Problem Rakyat, Bukan Tambah Kementerian

Prabowo Diminta Cari Solusi Problem Rakyat, Bukan Tambah Kementerian

Nasional
Zulhas: Anggota DPR dan Gubernur Mana yang PAN Mintai Proyek? Enggak Ada!

Zulhas: Anggota DPR dan Gubernur Mana yang PAN Mintai Proyek? Enggak Ada!

Nasional
Usul Prabowo Tambah Kementerian Dianggap Sinyal Kepemimpinan Lemah

Usul Prabowo Tambah Kementerian Dianggap Sinyal Kepemimpinan Lemah

Nasional
Dubes Palestina Sindir Joe Biden yang Bersimpati Dekat Pemilu

Dubes Palestina Sindir Joe Biden yang Bersimpati Dekat Pemilu

Nasional
Di Hadapan Relawan, Ganjar: Politik Itu Ada Moral, Fatsun dan Etika

Di Hadapan Relawan, Ganjar: Politik Itu Ada Moral, Fatsun dan Etika

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com