Ketua Panitia Lelang Proyek E-KTP Akui Terima Uang 40.000 Dollar AS - Kompas.com

Ketua Panitia Lelang Proyek E-KTP Akui Terima Uang 40.000 Dollar AS

Abba Gabrillin
Kompas.com - 20/04/2017, 14:10 WIB
KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN Ketua Panitia Lelang Proyek e-KTP Drajat Wisnu Setyawan bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (20/4/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Panitia Lelang dalam proyek e-KTP Drajat Wisnu Setyawan, mengaku pernah menerima uang 40.000 dollar AS dari terdakwa Sugiharto, yang saat itu selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Hal itu dikatakan Drajat saat bersaksi dalam sidang kasus dugaan korupsi e-KTP di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (20/4/2017).

"Saat itu momennya Lebaran, ya mungkin untuk panitia lelang," ujar Drajat kepada jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

(baca: Keponakan Setya Novanto Akui "Fee" DPR Loloskan E-KTP Sangat Besar)

Menurut Drajat, saat itu uang diterima langsung dari Sugiharto. Uang tersebut kemudian disimpan.

Setelah diperiksa KPK, Drajat mengaku telah menyerahkan uang 40.000 dollar AS tersebut kepada penyidik KPK.

(baca: Saksi E-KTP Sebut Setya Novanto Dapat Bagian 7 Persen)

Drajat membantah adanya penerimaan lain terkait proyek e-KTP. Namun, dalam surat dakwaan, Drajat disebut pernah menerima 75.000 dollar AS dari Sugiharto.

Uang tersebut berasal dari pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong. Dalam surat dakwaan, Drajat disebut diperkaya sebesar 615.000 dollar AS dan Rp 25 juta.

Berdasarkan perintah para terdakwa, Drajat memenangkan Konsorsium PNRI sebagai pemenang lelang. Padahal, konsorsium tersebut seharusnya tidak lolos dalam proses seleksi.

Kompas TV Saat ini KPK telah menerima uang sebesar 250 miliar rupiah dari mereka yang diduga terlibat korupsi KTP elektronik. Sumber uang berasal dari korporasi atau vendor yang terlibat pengadaan, pihak swasta, hingga anggota DPR. Ketua KPK menolak menyebutkan siapa anggota DPR, yang mengembalikan uang korupsi e-KTP. Namun sempat beredar informasi, anggota dewan yang mengembalikan uang e-KTP berjumlah 13 orang. Ketua KPK juga menegaskan pengembalian uang tidak menghapus tindak pidana, hanya menunjukkan iktikad baik.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisAbba Gabrillin
EditorSandro Gatra
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM