KPK Sengaja Rahasiakan Nama Pengembali Uang Korupsi E-KTP - Kompas.com

KPK Sengaja Rahasiakan Nama Pengembali Uang Korupsi E-KTP

Kompas.com - 21/03/2017, 06:06 WIB
KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (5/10/2016). Ketua Kamar Dagang Indonesia Jawa Timur La Nyalla Matalitti ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah Kadin Jawa Timur tahun 2012 pada 16 Maret 2016.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Laode Muhammad Syarif mengatakan, KPK sengaja merahasiakan nama 14 pihak pengembali uang suap e-KTP dalam persidangan sebagai bentuk perlindungan.

"Yang mengembalikan (uang suap e-KTP) memang sengaja tidak disebutkan namanya," kata Laode seusai menjadi pembicara dalam seminar "Menelusuri Peran dan Kinerja DPR Dalam Pemberantasan Korupsi" di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Senin (20/3/2017).

Menurut Laode, akan berbahaya jika pengembali uang suap e-KTP disebutkan namanya dalam persidangan. Sebagai pihak yang mau bekerja sama, mereka biasanya yang lebih banyak memberikan penjelasan terkait skandal kasus korupsi tersebut.

"Berbahaya kalau disebut namanya, keselamatannya siapa yang akan jaga," kata dia.

(Baca: Ini Daftar Mereka yang Disebut Terima Uang Proyek E-KTP)

Meski demikian, Laode menegaskan, tidak menyebutkan nama mereka bukan berarti menghilangkan tanggung jawab pidananya atas kasus yang mengakibatkan kerugian negara senilai Rp 2,3 triliun itu.

"Tapi kapan akan ditetapkan sebagai tersangka bisa dilihat pasti dia yang terakhir karena dia sudah membantu KPK memberikan informasi dan sudah punya niat baik untuk mengembalikan uangnya," kata dia.

Selain itu, menurut Laode, apabila di persidangan mereka dapat bersikap kooperatif, KPK juga dapat memberikan keringanan tuntutan serta menjadikan mereka sebagai justice collaborator.

"Tetapi itu nantinya tergantung dari pihak hakim apakah mau mengabulkan atau tidak," kata dia.

Kompas TV Kesaksian Diah Anggraini, mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, dalam sidang perkara dugaan korupsi proyek KTP.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorSabrina Asril
Komentar

Terkini Lainnya

Pengungsi Tinggal di Trotoar, Yasonna Akui Daya Tampung Rumah Detensi Terbatas

Pengungsi Tinggal di Trotoar, Yasonna Akui Daya Tampung Rumah Detensi Terbatas

Nasional
Kader Tewas Tertembak Oknum Brimob di Parkiran Diskotek, Gerindra Minta Polri Usut Tuntas

Kader Tewas Tertembak Oknum Brimob di Parkiran Diskotek, Gerindra Minta Polri Usut Tuntas

Nasional
Panji si Petualang Bakal Lepas Ban di Leher Buaya Sungai Palu

Panji si Petualang Bakal Lepas Ban di Leher Buaya Sungai Palu

Regional
'T-Rex' Berjalan Penarik Gerobak di Jogja, Buah Karya Remaja Lulusan SMK

"T-Rex" Berjalan Penarik Gerobak di Jogja, Buah Karya Remaja Lulusan SMK

Regional
Sandiaga: Trotoar untuk Pejalan Kaki, Bukan Tempat Tinggal

Sandiaga: Trotoar untuk Pejalan Kaki, Bukan Tempat Tinggal

Megapolitan
Disambar Petir, Seorang Nelayan Tewas di Aceh Utara

Disambar Petir, Seorang Nelayan Tewas di Aceh Utara

Regional
Sudah 50 Persen, Revitalisasi Taman Lapangan Banteng Rampung April 2018

Sudah 50 Persen, Revitalisasi Taman Lapangan Banteng Rampung April 2018

Megapolitan
Jika Terbukti Bersalah, Polri Akan Proses Hukum Anggota Brimob yang Tembak Kader Gerindra

Jika Terbukti Bersalah, Polri Akan Proses Hukum Anggota Brimob yang Tembak Kader Gerindra

Nasional
Mobil Terobos Jalur Busway Saat 'Car Free Day', Sopir Diduga Mabuk

Mobil Terobos Jalur Busway Saat "Car Free Day", Sopir Diduga Mabuk

Megapolitan
Cerita Berburu Paspor Kilat di Monas, Datang Pagi-pagi, Berdesakan hingga Tak Kebagian Kuota

Cerita Berburu Paspor Kilat di Monas, Datang Pagi-pagi, Berdesakan hingga Tak Kebagian Kuota

Megapolitan
Operasi Bulog Tak Mempan Turunkan Harga Beras Di Majene

Operasi Bulog Tak Mempan Turunkan Harga Beras Di Majene

Regional
Majikan Terjerat Kasus Hukum, Juwita Menggelandang di Jakarta

Majikan Terjerat Kasus Hukum, Juwita Menggelandang di Jakarta

Megapolitan
Sandiaga: DKI Juga Terima Ribuan 'Data Sampah'

Sandiaga: DKI Juga Terima Ribuan "Data Sampah"

Megapolitan
Tangkal Hoaks, Masyarakat Adat Gumantar Belajar Melek Media

Tangkal Hoaks, Masyarakat Adat Gumantar Belajar Melek Media

Regional
Kronologi Tewasnya Kader Gerindra yang Tertembak Anggota Brimob di Parkiran Diskotek

Kronologi Tewasnya Kader Gerindra yang Tertembak Anggota Brimob di Parkiran Diskotek

Regional

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM