Idrus Marham Yakin Dinamika Partai Tak Ganggu Hubungan Akom-Novanto - Kompas.com

Idrus Marham Yakin Dinamika Partai Tak Ganggu Hubungan Akom-Novanto

Nabilla Tashandra
Kompas.com - 26/12/2016, 17:37 WIB
KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Idrus Marham di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Senin (26/12/2016)

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham yakin dinamika internal partai mengganggu hubungan Ade Komarudin dan Setya Novanto.

Secara pribadi, menurut dia, tak ada masalah dalam hubungan keduanya.

"Tetap sebagai sahabat, teman, dan sebagai kader Partai Golkar dan memang sejatinya seperti itu. Dinamika politik yang terjadi tidak boleh merusak hubungan pribadi sesama kader," kata Idrus, di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Senin (26/12/2016).

Idrus mengapresiasi pernyataan Ade kepada media, Minggu (25/12/2016) kemarin yang menyatakan bahwa hubungannya dengan Novanto tetap baik meski ada dinamika politik yang terjadi.

"Saya mengkonfirmasi, Ketua Umum Saudara Novanto juga (mengatakan) hal yang sama. Bahwa secara umum kami dengan Akom tidak ada masalah. Semua seperti biasa," kata dia.

Rapat Pleno DPP Partai Golkar beberapa waktu lalu memutuskan Novanto kembali menjadi ketua DPR.

Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid mengatakan, keputusan ini diambil dengan mengacu pada putusan Mahkamah Konstitusi terkait kasus "Papa Minta Saham" yang menyeret nama Novanto.

Adapun Novanto mundur dari kursi ketua DPR pada Desember 2015 lalu karena tersangkut kasus "Papa Minta Saham". 

Ia dituding mencatut nama Jokowi untuk meminta saham dari PT Freeport Indonesia.

Dalam perjalanan pergantian Ketua DPR itu, MKD memutuskan menjatuhkan hukuman untuk laporan terkait Ade Komarudin.

Secara akumulasi, keputusan tersebut membuat Ade diberhentikan dari jabatannya sebagai Ketua DPR, yang semakin melanggengkan langkah Golkar mengganti Ade dengan Novanto.

Ade sendiri telah menegaskan bahwa dirinya ikhlas menerima kejadian yang menerimanya. Hal itu dianggap sebagai "warna" dalam perjalan karir politiknya.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisNabilla Tashandra
EditorInggried Dwi Wedhaswary
Komentar

Close Ads X