Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jokowi Akan Duduk di Kursi Berusia 48 Tahun Warisan Soeharto

Kompas.com - 17/10/2014, 15:36 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden terpilih Joko Widodo akan menempati kursi, yang pernah digunakan oleh mantan Presiden RI Soeharto, dalam acara pelantikan presiden, Senin (20/10/2014). Momen itu akan berlangsung setelah Jokowi menandatangani berita acara pelantikan dan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono mempersilakannya untuk duduk di kursi kepresidenan di sisi kanan pimpinan MPR.

Pada saat yang sama, Wakil Presiden RI periode 2009-2014, Boediono, akan mempersilakan Jusuf Kalla (JK) untuk duduk di kursi di sisi kiri pimpinan MPR. Momen Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Boediono untuk mempersilakan Jokowi dan JK tersebut merupakan bagian dari skenario pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih di Gedung Nusantara I MPR/DPD/DPR RI.

"Setelah presiden dan wakil presiden tanda tangan berita acara pelantikan, presiden dan wakil presiden akan ke tempat duduk. Nanti, SBY akan mempersilakan presiden yang telah dilantik ke tempat duduknya. Begitu juga wapres (Boediono-Red) akan mempersilakan wapres yang telah dilantik (Jusuf Kalla) untuk duduk di tempat duduknya," kata Ketua MPR Zulkifli Hasan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/10/2014).

Sekretaris Jenderal MPR Edi Siregar mengatakan, kursi yang akan diduduki oleh Jokowi dan JK dalam sidang paripurna MPR telah berumur 48 tahun dan memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi.

"Kursi itu diadakan tahun 1966," kata Edi saat berbincang dengan Tribun di Gedung DPR/MPR/DPD RI. Namun, kursi berbahan kayu jati itu baru mulai digunakan pada pelantikan Soeharto menjadi presiden RI pada 12 Maret 1967.

Selanjutnya, ketiga kursi tersebut rutin digunakan oleh presiden dan wakil presiden ketika menghadiri sidang MPR/DPR. Bila tidak digunakan, kursi-kursi tersebut diselimuti, lalu disimpan di ruangan khusus.

Hingga Rabu siang, kursi yang akan diduduki Jokowi dan JK pada hari pelantikan mereka belum dikeluarkan dari ruang penyimpanan. Selain menyiapkan kursi untuk Jokowi dan JK, pihak Setjen MPR juga menyiapkan dua kursi khusus untuk SBY dan Boediono.

Bentuk keempat kursi mirip bentuk kursi pimpinan MPR. Perbedaannya terletak pada warna kayu dan bantalan. Menurut Edi, kursi untuk presiden dan wakil presiden yang ada di MPR/DPR merupakan kursi berbahan kayu jati berwarna coklat tua.

Dari foto-foto sidang MPR, kursi itu merupakan kursi ukir khas Jepara dan memiliki sandaran punggung setinggi 1 meter. Adapun bantalan kursi adalah bahan berlapis kulit berwarna coklat muda. (Tribunnews/coz)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kasus WNI Terjerat Judi 'Online' di Kamboja Naik, RI Jajaki Kerja Sama Penanganan

Kasus WNI Terjerat Judi "Online" di Kamboja Naik, RI Jajaki Kerja Sama Penanganan

Nasional
Eks Penyidik KPK: Ponsel Hasto Tidak Akan Disita Jika Tak Ada Informasi soal Harun Masiku

Eks Penyidik KPK: Ponsel Hasto Tidak Akan Disita Jika Tak Ada Informasi soal Harun Masiku

Nasional
Soal Duet Anies-Kaesang, Relawan Anies Serahkan ke Partai Pengusung

Soal Duet Anies-Kaesang, Relawan Anies Serahkan ke Partai Pengusung

Nasional
MPR Khawatir Bansos yang Akan Diberikan ke Korban Judi Online Malah Dipakai Berjudi Lagi

MPR Khawatir Bansos yang Akan Diberikan ke Korban Judi Online Malah Dipakai Berjudi Lagi

Nasional
Eks Penyidik KPK: Kasus Harun Masiku Perkara Kelas Teri, Tapi Efeknya Dahsyat

Eks Penyidik KPK: Kasus Harun Masiku Perkara Kelas Teri, Tapi Efeknya Dahsyat

Nasional
Siapa Anggota DPR yang Diduga Main Judi Online? Ini Kata Pimpinan MKD

Siapa Anggota DPR yang Diduga Main Judi Online? Ini Kata Pimpinan MKD

Nasional
Eks Penyidik KPK Anggap Wajar Pemeriksaan Hasto Dianggap Politis, Ini Alasannya

Eks Penyidik KPK Anggap Wajar Pemeriksaan Hasto Dianggap Politis, Ini Alasannya

Nasional
Rupiah Alami Tekanan Hebat, Said Abdullah Paparkan 7 Poin yang Perkuat Kebijakan Perekonomian

Rupiah Alami Tekanan Hebat, Said Abdullah Paparkan 7 Poin yang Perkuat Kebijakan Perekonomian

Nasional
DPR Sebut Ada Indikasi Kemenag Langgar UU Karena Tambah Kuota Haji ONH Plus

DPR Sebut Ada Indikasi Kemenag Langgar UU Karena Tambah Kuota Haji ONH Plus

Nasional
Punya Kinerja Baik, Pertamina Raih Peringkat 3 Perusahaan Terbesar Fortune 500 Asia Tenggara 2024

Punya Kinerja Baik, Pertamina Raih Peringkat 3 Perusahaan Terbesar Fortune 500 Asia Tenggara 2024

Nasional
Gugat ke MK, Dua Mahasiswa Minta Syarat Usia Calon Kepala Daerah Dihitung saat Penetapan

Gugat ke MK, Dua Mahasiswa Minta Syarat Usia Calon Kepala Daerah Dihitung saat Penetapan

Nasional
Satgas Judi 'Online' Dibentuk, Kompolnas Minta Polri Perkuat Pengawasan Melekat

Satgas Judi "Online" Dibentuk, Kompolnas Minta Polri Perkuat Pengawasan Melekat

Nasional
Pemerintah Diminta Fokuskan Bansos Buat Rakyat Miskin, Bukan Penjudi 'Online'

Pemerintah Diminta Fokuskan Bansos Buat Rakyat Miskin, Bukan Penjudi "Online"

Nasional
Pemerintah Diminta Solid dan Fokus Berantas Judi 'Online'

Pemerintah Diminta Solid dan Fokus Berantas Judi "Online"

Nasional
Ada Anggota DPR Main Judi Online, Pengamat: Bagaimana Mau Mikir Nasib Rakyat?

Ada Anggota DPR Main Judi Online, Pengamat: Bagaimana Mau Mikir Nasib Rakyat?

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com