Beda Citra, "Jual" Jokowi Tak Otomatis Positif bagi PDI-P - Kompas.com

Beda Citra, "Jual" Jokowi Tak Otomatis Positif bagi PDI-P

Ihsanuddin
Kompas.com - 03/04/2014, 09:40 WIB
KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNA Bakal calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Joko Widodo, melakukan kampanye terbuka di Lapangan Sukun, Malang, Jawa Timur, Minggu (30/3/2014). Pria yang akrab disapa Jokowi meminta kepada masyarakat agar memberikan dukungan kepada PDI-P sekaligus turut mengawasi pelaksanaan Pemilu 2014. KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNA


JAKARTA, KOMPAS.com
 — Pengamat komunikasi politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio, menilai penetapan Joko Widodo (Jokowi) sebagai bakal calon presiden PDI Perjuangan belum tentu berdampak positif terhadap elektabilitas PDI-P. Pasalnya, citra Jokowi dinilai jauh lebih positif dibanding PDI-P.

"Citra Jokowi jauh lebih positif dari PDI-P sehingga pemilih Jokowi belum otomatis adalah pemilih PDI-P. Wajar kemudian kalau muncul fenomena 'Jokowi Yes, PDI-P No'," kata Hendri saat dihubungi Kompas.com, Kamis (3/4/2014).

Hendri menjelaskan, sosok Jokowi selama ini masih diidentikkan dengan sosok gubernur DKI  Jakarta yang sederhana dan sering turun ke lapangan untuk menyapa rakyatnya. Sementara, citra PDI-P masih diidentikkan dengan partai politik oposisi yang arogan.

"Misalnya, pernyataan Puan (Maharani) yang bilang kalau PDI-P tidak dapat 20 persen berarti dicurangi. Itu kan arogan sekali. Jauh dari sosok Jokowi yang humble dan sederhana," ujar dia.

Kondisi seperti ini, menurut Hendri, akan menyebabkan Jokowi kesulitan untuk meraih kursi RI 1. Pasalnya, agar Jokowi bisa didaftarkan sebagai capres, PDI-P mesti mendapat suara yang signifikan di pileg nanti.

Selama ini, kata Hendri, PDI-P selalu menjual sosok Jokowi dalam kampanyenya. Hendri meragukan cara berjualan itu akan efektif karena perbedaan citra antara Jokowi dan PDI-P.

"Harusnya citra Jokowi dan PDI-P harus disamakan terlebih dahulu, bentuk citra PDI-P seperti sosok Jokowi. PDI-P harus menginstrukikan kader dan calegnya untuk mempunyai cara komunikasi politik yang serupa dengan Jokowi," ujarnya.

Hal lain yang bisa dilakukan, menurut Hendri, adalah dengan menampilkan sosok Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri dan Jokowi bersama-sama lagi. Dengan begitu, masyarakat bisa melihat kalau Jokowi adalah PDI-P dan PDI-P adalah Jokowi.

"Sejak penugasan Jokowi sebagai capres, Megawati belum terlihat bersama Jokowi lagi," ujarnya.

Sebelumnya, PDI-P memilih memisahkan sejumlah tokohnya dalam kampanye agar memperoleh banyak suara dalam pileg pada 9 April nanti. "Kita bagi-bagi, semata-mata hanya pertimbangan teknis. Akan ada titik di mana nanti Pak Jokowi dan Bu Mega akan berkampanye bareng," ujar Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI-P Achmad Basarah.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisIhsanuddin
EditorSandro Gatra
Komentar

Terkini Lainnya

KTI Siapkan Aplikasi Transportasi yang Bisa Bayar Angkot Lewat Ponsel

KTI Siapkan Aplikasi Transportasi yang Bisa Bayar Angkot Lewat Ponsel

Megapolitan
Pelarangan Motor Diperluas, Transjakarta Siapkan 'Feeder' Lewati Jalan Ini

Pelarangan Motor Diperluas, Transjakarta Siapkan "Feeder" Lewati Jalan Ini

Megapolitan
Panik Usai Seruduk Motor, Sopir Fortuner Tabrak 2 Pemotor Lain hingga Tewas

Panik Usai Seruduk Motor, Sopir Fortuner Tabrak 2 Pemotor Lain hingga Tewas

Regional
Pengacara Destiara Bawa Bukti Baru soal Laporannya terhadap Wali Kota Kendari Terpilih

Pengacara Destiara Bawa Bukti Baru soal Laporannya terhadap Wali Kota Kendari Terpilih

Megapolitan
Jusuf Kalla: Tak Mungkin Ada Dua Cagub Golkar di Pilkada Jabar

Jusuf Kalla: Tak Mungkin Ada Dua Cagub Golkar di Pilkada Jabar

Nasional
Baru Bebas, Aman Abdurrahman Kembali Jadi Tersangka Terkait Bom Thamrin

Baru Bebas, Aman Abdurrahman Kembali Jadi Tersangka Terkait Bom Thamrin

Nasional
Tertibkan Bangunan, Satpol PP Temukan Kondom Berserakkan di Objek Wisata

Tertibkan Bangunan, Satpol PP Temukan Kondom Berserakkan di Objek Wisata

Regional
Dari Mana Sumber Dana First Travel Berangkatkan Umrah Seluruh Jemaah?

Dari Mana Sumber Dana First Travel Berangkatkan Umrah Seluruh Jemaah?

Megapolitan
Ganjar Pranowo: Selama Ini Saya Nyaman dengan Pak Heru...

Ganjar Pranowo: Selama Ini Saya Nyaman dengan Pak Heru...

Regional
Mereka yang Rela Tinggalkan Pekerjaan demi Laga Timnas Indonesia Vs Vietnam

Mereka yang Rela Tinggalkan Pekerjaan demi Laga Timnas Indonesia Vs Vietnam

Regional
Ratusan Penerbangan Dibatalkan Saat Topan Hato Dekati Hongkong

Ratusan Penerbangan Dibatalkan Saat Topan Hato Dekati Hongkong

Internasional
Soal Pilpres, Zulkifli Hasan Tak Bermimpi Jadi Capres atau Cawapres

Soal Pilpres, Zulkifli Hasan Tak Bermimpi Jadi Capres atau Cawapres

Nasional
Setelah di SPMN 13, PDAM Kota Tangerang Akan Pasang Keran Air Siap Minum di Sekolah Lain

Setelah di SPMN 13, PDAM Kota Tangerang Akan Pasang Keran Air Siap Minum di Sekolah Lain

Megapolitan
Hadapi Kekeringan, Ganjar Minta Masyarakat Menabung Air

Hadapi Kekeringan, Ganjar Minta Masyarakat Menabung Air

Regional
Pemuda Memerkosa Murid SMP dengan Iming-iming Sepatu Baru

Pemuda Memerkosa Murid SMP dengan Iming-iming Sepatu Baru

Megapolitan