Minggu, 23 November 2014

News / Nasional

Marak Penembakan Polisi Didorong Kemarahan Publik

Rabu, 7 Agustus 2013 | 18:14 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Banyaknya penembakan terhadap anggota polisi didorong dendam publik atas arogansi kepolisian. Karena itu, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) harus sungguh-sungguh mewujudkan reformasi kepolisian, bukan hanya lip service.

"Saya tidak yakin penembakan polisi itu aksi teror. Menurut saya itu sikap tidak suka masyarakat. Masyarat menyimpan dendam pada anggota polisi," ujar pengamat sosiologi hukum dari Universita Gadjah Mada Sudjito saat dihubungi, Rabu (7/8/2013).

Dia menilai, masyarakat sudah dalam kondisi terdesak oleh sikap antagonis polisi. Ketika didesak, katanya, dalam keadaan terpaksa, masyarakat akan melakukan perlawanan. "Itu hukum alam, kalau polisi terus terus menunjukkan sikap antagonis, ketika didesak betul, dalam keadaan terpaksa, masyarakat akan melakukan perlawanan," kata dia.

Dia menilai, kepolisian kerap menyosialisasikan perubahan dan perbaikan budaya kerja. Tetapi, pungkasnya, tidak ada perbaikan yang nyata. "Yang saya lihat polisi dan jajaran selalu ingin melakukan perubahan, tapi kenyataannya hanya pernyataan normatif saja. Belum pernah masyarakat merasakan perubahan kepolisian," ujar Sudjito.

Dalam satu bulan terakhir beberapa anggota polisi ditembak orang tidak dikenal. Yang terbaru, Aiptu Dwiyatna, anggota. Pembinaan Masyarakat (Bimas) Kepolisian Sektor Metro Cilandak. Dwi ditembak di depan Rumah Sakit Sari Asih, Ciputat, Rabu (7/8/2013) sekitar pukul 5 WIB.

Akibat penembakan itu, Dwi meninggal di tempat. Pekan lalu, Aipda Patah Saktiyono, menjadi korban penembakan orang tak dikenal, tepatnya Sabtu (27/7/2013) pukul 04.30 WIB di Cirendeu Raya.

Sebelumnya, Briptu Ratijo, anggota Pos Polisi Bunut Polsek Sragi, ditembak orang tak dikenal di Simpang Tanggul, Desa Bunut, Kecamatan Seragi, Lampung Selatan, Kamis (4/7/2013) pukul 18.30. Ratijo ditembak setelah melakukan pengejaran terhadap sekelompok orang mencurigakan dari Desa Belanga, Kecamatan Sragi, menuju Desa Bunut.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Deytri Robekka Aritonang
Editor : Hindra Liauw