Sabtu, 29 November 2014

News / Nasional

Astronom: Idul Fitri Kemungkinan Besar Serentak

Sabtu, 18 Agustus 2012 | 15:43 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Astronom dan anggota Badan Hisab Rukyat Kementerian Agama utusan dari Planetarium dan Observatorium Jakarta, Cecep Nurwendaya, mengatakan, hari raya Idul Fitri di Indonesia kemungkinan besar jatuh pada esok hari, Minggu (19/8/2012). Hal tersebut mengacu pada hasil hisab. Meski demikian, keputusan penetapan 1 Syawal 1433 Hijriah oleh pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) masih menantikan proses rukyat.

"Kalau berdasarkan hisab, Idul Fitri akan jatuh besok. Tapi masih menunggu hasil rukyat yang bisa dilihat habis maghrib nanti," ujar Cecep di Kemenag, Jakarta, Sabtu (18/8/2012).

Menurut Cecep, penentuan 1 Syawal tidak hanya mementingkan hasil hisab atau penghitungan. Hasil rukyat, lanjutnya, diperlukan untuk melihat posisi bulan atau hilal di posisi di atas 5 derajat. Posisi rukyat oleh pemerintah telah ditinggikan menjadi 5 derajat karena diperkirakan posisi Bulan sama.

Ia menjelaskan bahwa posisi hilal di Palabuhan Ratu sudah signifikan atau di posisi 6 derajat. Hal tersebut sudah memenuhi kriteria bahwa Idul Fitri akan jatuh esok hari. "Tahun ini hingga 2019, hari raya Idul Fitri akan serempak jika mengacu pada tinggi hilal. Hal itu karena posisi hilal di posisi positif atau dengan kata lain, Idul Fitri tahun ini sama dengan Muhammadiyah. Kalau nanti hilal di posisi di bawah 5 derajat, maka hari raya Idul Fitri akan digenapkan 30 hari atau istikmal. Tapi itu untuk penetapan hari raya Idul Fitri tidak hari ini, soalnya hilal tampak di posisi di atas 5 derajat," katanya.

Muhammadiyah sudah menetapkan hari raya Idul Fitri akan jatuh besok, Minggu. Adapun pemerintah masih menunggu hasil rukyat meskipun jika mengacu hasil hisab seperti yang dilakukan Muhammadiyah, Idul Fitri dipastikan esok hari.


Penulis: Aditya Revianur
Editor : Laksono Hari W