Jumat, 31 Oktober 2014

News / Nasional

Kaum Tarekat Penting untuk Moderasi Islam

Kamis, 12 Januari 2012 | 07:01 WIB

MALANG, KOMPAS.com - Ketua Moderate Muslim Society (MMS) Zuhairi Misrawi mengatakan, kaum tarekat yang merupakan penggiat tasawuf adalah gerakan penting bagi moderasi Islam.

Menurut Zuhairi yang juga intelektual muda Nahdlatul Ulama, sifat kaum tarekat yang mengutamakan hidup spiritualitas menjadi komponen utama dalam NU untuk mendorong sikap antikekerasan dan cinta damai.

"Kaum tarekat sangat penting bagi moderasi Islam," kata Zuhairi, Kamis (12/1/2012), saat dihubungi dari Malang, Jawa Timur, terkait Muktamar XI Jam'iyah Ahlith Thariqah Al Mu'tabarah An Nahdliyah, di Pondok Pesantren Al Munawariyah, Bululawang, Malang.

Muktamar yang dihadiri ribuan peserta itu dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Rabu (11/1/2012). Ibu Negara Ani Yudhoyono, sejumlah menteri, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, dan Ketua Umum PB NU Said Aqil Siradj hadir dalam acara pembukaan itu.

Saat memberikan sambutan, Presiden menyampaikan terima kasih kepada kaum tarekat atas kontribusi mereka sejak sebelum Indonesia merdeka hingga masa sekarang.

Tradisi hidup keagamaan kaum tarekat yang menyejukkan, menurut Yudhoyono, telah membantu bangsa Indonesia mengatasi berbagai persoalan. "Tradisi dakwah dan sufi yang dijalankan kaum tarekat yang jernih, mendidik, dan tanpa kekerasan terasa paling tepat bagi pembangunan bangsa Indonesia," tegasnya.


Penulis: Tomy Trinugroho A.
Editor : Robert Adhi Ksp