Kamis, 24 Juli 2014

News / Nasional

Tak Nemu Sawah, Wawancara Akhirnya di Taman

Rabu, 3 Februari 2010 | 10:56 WIB

CIPANAS, KOMPAS.com- Sebelum memimpin rapat kerja pemerintah di serambi belakang Gedung Utama Istana Kepresidenan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu (3/2/2010) pagi,  Presiden  Susilo Bambang Yudhoyono mengadakan wawancara khusus dengan sebuah stasiun televisi di taman Istana Kepresidenan. Tema wawancara menyangkut swasembada pangan.

Seharusnya, sesuai agenda, Presiden diwawancarai Senin (1/2/2010) lalu, akan tetapi urung dilaksanakan karena lokasi yang dicari sebagai latar belakang, yakni sawah tidak ditemukan.

"Presiden mencari sawah yang padinya hijau royo-royo, akan tetapi sulit. Karena baru musim tanam. Jadi, diubah hari Rabu ini. Sebagai gantinya, lokasi yang dituju adalah sekitar taman dan hutan lindung di Istana Kepresidenan," ujar seorang staf.

Menurut staf itu lagi, Selasa malam di Istana Kepresidenan, lokasi syuting Presiden berpindah-pindah tiga kali. "Ya, pokoknya di sekitar taman dan hutan lindung tersebut," ujar staf tersebut.

Dijadwalkan, agenda berikutnya adalah Presiden akan melanjutkan pembahasan dari hasil perumusan enam kelompok kerja (Pokja).

Pada siang harinya, hasil-hasil Pokja akan dibuat kesimpulan dan diterima oleh Presiden. Sore harinya, pukul 16.00 wib, Presiden akan menutup raker dan sekaligus menyerahkan buku soal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014 yang telah disusun oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas.

Presiden dan Wakil Presiden Boediono dijadwalkan kembali ke Jakarta pukul 17.30 wib.


Editor : msh