Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Eks Warek Disidang Kasus Korupsi, BEM UI Sayangkan Bila Terbukti Benar

Kompas.com - 07/08/2014, 00:38 WIB
Laila Rahmawati

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) M Ivan Riansa menyayangkan bila mantan Wakil Rektor UI Bidang Sumber Daya Manusia, Keuangan, dan Administrasi Umum Tafsir Nurchamid benar terbukti melakukan tindak pidana korupsi.

Tafsir menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, sebagai terdakwa dalam kasus dugaan korupsi pengadaan instalasi IT Perpustakaan Pusat UI, Rabu (6/8/2014).

"Sangat sayang rasanya kalau memang benar-benar terbukti ada korupsi di institusi pendidikan. Institusi yang seharusnya menjadi wadah bagi pembangunan karakter bangsa Indonesia ini justru dirusak dengan oknum pendidik yang korup seperti ini," kata Ivan kepada Kompas.com.

Ivan menyadari kasus korupsi tersebut berada dalam ranah hukum yang tidak boleh diintervensi siapa pun. Akan tetapi, sebagai mahasiswa, pihaknya memiliki kepentingan, yaitu kepentingan akan kebenaran dan keadilan.

"Kami harap kasus ini dapat menjadi entry point bagi UI untuk membenahi tata kelola keuangannya, apalagi menjelang pemilihan rektor pada September-Oktober mendatang," kata Ivan.

Sejak Gumilar Rusliwa Soemantri diberhentikan oleh Majelis Wali Amanat (MWA) UI sebagai rektor UI pada Desember 2011 silam, UI belum memiliki rektor lagi. Saat ini, UI dipimpin oleh Muhammad Anis yang bertugas sebagai pejabat rektor.

Tahun ini, UI akan melanjutkan kembali proses pemilihan rektor yang sempat tertunda beberapa kali

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Hakim MK Cecar Bawaslu Terkait Kemiripan Tanda Tangan Pemilih

Hakim MK Cecar Bawaslu Terkait Kemiripan Tanda Tangan Pemilih

Nasional
Waketum Gerindra Nilai Eko Patrio Pantas Jadi Menteri Prabowo-Gibran

Waketum Gerindra Nilai Eko Patrio Pantas Jadi Menteri Prabowo-Gibran

Nasional
MKD Temukan 3 Kasus Pelat Nomor Dinas DPR Palsu, Akan Koordinasi dengan Polri

MKD Temukan 3 Kasus Pelat Nomor Dinas DPR Palsu, Akan Koordinasi dengan Polri

Nasional
Paradoks Sejarah Bengkulu

Paradoks Sejarah Bengkulu

Nasional
Menteri PPN: Hak Milik atas Tanah di IKN Diperbolehkan

Menteri PPN: Hak Milik atas Tanah di IKN Diperbolehkan

Nasional
Menkes: Indonesia Kekurangan 29.000 Dokter Spesialis, Per Tahun Cuma Produksi 2.700

Menkes: Indonesia Kekurangan 29.000 Dokter Spesialis, Per Tahun Cuma Produksi 2.700

Nasional
Kepala Bappenas: Progres Pembangunan IKN Tahap 1 Capai 80,82 Persen

Kepala Bappenas: Progres Pembangunan IKN Tahap 1 Capai 80,82 Persen

Nasional
Hakim MK Cecar KPU RI Soal Ubah Aturan Tenggat Waktu Rekapitulasi Suara Pileg

Hakim MK Cecar KPU RI Soal Ubah Aturan Tenggat Waktu Rekapitulasi Suara Pileg

Nasional
Pakar Hukum: PTUN Bisa Timbulkan Preseden Buruk jika Kabulkan Gugatan PDI-P

Pakar Hukum: PTUN Bisa Timbulkan Preseden Buruk jika Kabulkan Gugatan PDI-P

Nasional
Gerindra: Pak Prabowo Bisa Jadi Presiden Terpilih berkat Doa PKS Sahabat Kami

Gerindra: Pak Prabowo Bisa Jadi Presiden Terpilih berkat Doa PKS Sahabat Kami

Nasional
Pakai Pelat Palsu Anggota DPR, Pemilik Alphard dalam Kasus Brigadir RAT Bakal Dipanggil MKD

Pakai Pelat Palsu Anggota DPR, Pemilik Alphard dalam Kasus Brigadir RAT Bakal Dipanggil MKD

Nasional
Jokowi Soroti Banyak Program Pemerintah Pusat dan Daerah yang Tak Sinkron

Jokowi Soroti Banyak Program Pemerintah Pusat dan Daerah yang Tak Sinkron

Nasional
KPK Tak Hadir, Sidang Gugatan Status Tersangka Gus Muhdlor Ditunda

KPK Tak Hadir, Sidang Gugatan Status Tersangka Gus Muhdlor Ditunda

Nasional
Sebut Prabowo Tak Miliki Hambatan Psikologis Bertemu PKS, Gerindra: Soal Teknis Saja

Sebut Prabowo Tak Miliki Hambatan Psikologis Bertemu PKS, Gerindra: Soal Teknis Saja

Nasional
Saat Jokowi Pura-pura Jadi Wartawan lalu Hindari Sesi 'Doorstop' Media...

Saat Jokowi Pura-pura Jadi Wartawan lalu Hindari Sesi "Doorstop" Media...

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com