Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Anies Sebut Negeri Berada di Persimpangan Jalan Menuju Negara Kekuasaan

Kompas.com - 04/01/2024, 12:07 WIB
Singgih Wiryono,
Novianti Setuningsih

Tim Redaksi

CIAMIS, KOMPAS.com - Calon presiden (capres) nomor urut 1, Anies Baswedan menyebut bahwa Indonesia berada di persimpangan jalan menuju negara kekuasaan.

Hal itu disampaikan Anies saat acara kampanye bertajuk "Gerak Bersama Jangkau Semua Aminkeun" di Ciamis, Jawa Barat, seperti ditayangkan Kompas TV, Kamis (4/1/2024).

Anies mengatakan, beberapa waktu terakhir, Indonesia sudah berada di persimpangan jalan, apakah akan menuju negara kekuasaan atau negara hukum.

"Beberapa bulan ini dipertontonkan bahwa negeri ini seakan memasuki persimpangan jalan, persimpangan jalan apa? Persimpangan jalan menjadi negara hukum atau negara kekuasaan," ujarnya.

Baca juga: Anies: Bansos Dibeli dari Uang Pajak, Jangan Pernah Diklaim Bantuan Pribadi

Gubernur DKI Jakarta 2017-2022 ini mengatakan, negara hukum yang dimaksud adalah negara yang diatur oleh hukum, termasuk penguasa di negeri ini.

Namun, jika Indonesia menjadi negara kekuasaan, maka yang terjadi penguasa bebas mengatur tanpa memperdulikan hukum yang berlaku.

"Yang kita saksikan akhir-akhir ini adalah hukum ditekuk-tekuk oleh penguasa," kata Anies.

Anies mengatakan, salah satu indikasi Indonesia menjadi negara kekuasaan adalah praktik korupsi yang semakin marak.

Oleh karena itu, dia menginginkan adanya gerakan perubahan dari segala aspek, termasuk mengembalikan jalan Indonesia menjadi negara hukum.

"Dan sekarang banyak yang menyadari, ya perubahan itu bukan cuma soal ekonomi, perubahan itu adalah mengembalikan marwah kehidupan bernegara di negeri ini. Hari ini kesadaran perubahan jauh lebih luas," ujar Anies.

Baca juga: Diminta Berjoget, Anies: Kalau Bisa Dialog, Kenapa Harus Joget?

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Polri Akan Cek dan Mitigasi Dugaan Data INAFIS Diperjualbelikan di 'Dark Web'

Polri Akan Cek dan Mitigasi Dugaan Data INAFIS Diperjualbelikan di "Dark Web"

Nasional
Ingin Duetkan Kaesang dengan Zita Anjani, PAN: Sudah Komunikasi

Ingin Duetkan Kaesang dengan Zita Anjani, PAN: Sudah Komunikasi

Nasional
Ada Tiga Anak Yusril, Ini Susunan Lengkap Kepengurusan Baru PBB

Ada Tiga Anak Yusril, Ini Susunan Lengkap Kepengurusan Baru PBB

Nasional
Polri Usut Dugaan Pidana Terkait Serangan 'Ransomware' di PDN

Polri Usut Dugaan Pidana Terkait Serangan "Ransomware" di PDN

Nasional
Siap Kembalikan Uang, SYL: Tetapi Berapa? Masa Saya Tanggung Seluruhnya...

Siap Kembalikan Uang, SYL: Tetapi Berapa? Masa Saya Tanggung Seluruhnya...

Nasional
Heru Budi: Rusunawa Marunda Bakal Dibangun Ulang, Minimal 2 Tower Selesai 2025

Heru Budi: Rusunawa Marunda Bakal Dibangun Ulang, Minimal 2 Tower Selesai 2025

Nasional
Pusat Data Nasional Diretas, Pengamat Sebut Kemekominfo-BSSN Harus Dipimpin Orang Kompeten

Pusat Data Nasional Diretas, Pengamat Sebut Kemekominfo-BSSN Harus Dipimpin Orang Kompeten

Nasional
SYL Mengaku Menteri Paling Miskin, Rumah Cuma BTN Saat Jadi Gubernur

SYL Mengaku Menteri Paling Miskin, Rumah Cuma BTN Saat Jadi Gubernur

Nasional
Uang dalam Rekening Terkait Judi Online Akan Masuk Kas Negara, Polri: Masih Dikoordinasikan

Uang dalam Rekening Terkait Judi Online Akan Masuk Kas Negara, Polri: Masih Dikoordinasikan

Nasional
Anak-anak Yusril Jadi Waketum, Bendahara, dan Ketua Bidang di PBB

Anak-anak Yusril Jadi Waketum, Bendahara, dan Ketua Bidang di PBB

Nasional
Satgas Judi Online Gelar Rapat Koordinasi Bareng Ormas Keagamaan

Satgas Judi Online Gelar Rapat Koordinasi Bareng Ormas Keagamaan

Nasional
MUI Dorong Satgas Pemberantasan Judi Online Bekerja Optimal

MUI Dorong Satgas Pemberantasan Judi Online Bekerja Optimal

Nasional
Saat SYL Singgung Jokowi Pernah Jadi Bawahannya di APPSI...

Saat SYL Singgung Jokowi Pernah Jadi Bawahannya di APPSI...

Nasional
MUI Apresiasi Rencana Kemenag Edukasi Calon Pengantin Terkait Bahaya Judi Online

MUI Apresiasi Rencana Kemenag Edukasi Calon Pengantin Terkait Bahaya Judi Online

Nasional
Pengadilan Tipikor Bakal Adili Lagi Perkara Hakim MA Gazalba Saleh

Pengadilan Tipikor Bakal Adili Lagi Perkara Hakim MA Gazalba Saleh

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com