Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 30/09/2023, 22:16 WIB
Nicholas Ryan Aditya,
Irfan Maullana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka telah menyampaikan laporan kepada DPP PDI-P terkait dirinya yang dilirik sebagai bakal calon wakil presiden (bacawapres) oleh para pendukung Prabowo Subianto.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto usai ditanya soal Gibran yang dilirik menjadi cawapres Prabowo, bukan dengan Ganjar Pranowo sebagaimana yang didukung PDI-P.

"Mas Gibran kan pernah juga menyampaikan pada kami, dalam berbagai dialog-dialog di internal terkait hal tersebut (dilirik menjadi cawapres Prabowo) ya," kata Hasto ditemui di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (30/9/2023).

Hasto lantas mengingatkan prinsip PDI-P dalam berpolitik.

Baca juga: Jika Gibran Dipinang Prabowo, Puan Sebut PDI-P Tak Masalah...

Menurut dia, PDI-P memiliki prinsip berpartai untuk memperjuangkan kepentingan yang lebih besar. Namun, tak disebut peringatan itu disampaikan untuk siapa.

Lebih jauh, Hasto juga ditanya soal kans Gibran dipilih menjadi kandidat cawapres Ganjar Pranowo.

Namun, lagi-lagi ia mengatakan bahwa nama cawapres menunggu pengumuman Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.

"Kalau capres kan sudah, Pak Ganjar Pranowo. Kalau cawapres nunggu diumumkan," jelasnya.

"Begitu ini diumumkan, maka langsung TPN (Tim Pemenangan Nasional) Ganjar Pranowo dan satunya, wakilnya, itu kemudian dilengkapi, dengan visi misi, dilengkapi dengan struktur pemenangan, itu langsung didaftarkan di KPU," pungkas dia.

Baca juga: Ditanya Apakah Tetap di Gerbong PDI-P, Gibran: Saya Tunggu Arahan Ketum

Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo menyebutkan, Gibran Rakabuming Raka adalah sosok ideal sebagai bakal calon wakil presiden untuk mendampingi Prabowo Subianto pada Pilpres 2024 mendatang.

Figur wali kota Solo itu menurut dia akan mengimbangi figur Prabowo sebagai politisi senior yang kaya pengalaman.

Sementara Gibran adalah figur muda, berusia 36 tahun, yang baru masuk dunia politik.

"Saya kira akan balance (seimbang). Kalau nanti jadi wakil presiden lima tahun lebih, pengalamannya akan bertambah, saya kira ini pasangan ideal," katanya dalam acara Millenial Fest 08 di Surabaya, Jumat (29/9/2023).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda

Terkini Lainnya

Bawaslu Ungkap Kerawanan Pencoblosan Pemilu 2024 lewat Pos di Hong Kong dan Makau

Bawaslu Ungkap Kerawanan Pencoblosan Pemilu 2024 lewat Pos di Hong Kong dan Makau

Nasional
Kemendag Siap Dukung Kebutuhan Operasi Freeport untuk Smelter Kedua di GresikĀ 

Kemendag Siap Dukung Kebutuhan Operasi Freeport untuk Smelter Kedua di GresikĀ 

Nasional
Ditanya Solusi Damaikan Papua, Ganjar Tekankan Pentingnya Keadilan

Ditanya Solusi Damaikan Papua, Ganjar Tekankan Pentingnya Keadilan

Nasional
Pelanggaran Kampanye di Media Sosial, Bagaimana Aturan dan Sanksinya?

Pelanggaran Kampanye di Media Sosial, Bagaimana Aturan dan Sanksinya?

Nasional
KSAU Pimpin Sertijab 4 Jabatan Strategis TNI AU, dari Irjenau hingga Kadisminpersau

KSAU Pimpin Sertijab 4 Jabatan Strategis TNI AU, dari Irjenau hingga Kadisminpersau

Nasional
Kampanye di Bogor, Anies Janji Bangun Transportasi Umum yang Lebih Luas dan Terjangkau

Kampanye di Bogor, Anies Janji Bangun Transportasi Umum yang Lebih Luas dan Terjangkau

Nasional
TPN Ganjar-Mahfud Harap Netralitas Aparat Bukan Hanya 'Lip Service'

TPN Ganjar-Mahfud Harap Netralitas Aparat Bukan Hanya "Lip Service"

Nasional
Pulang Kampanye dari Bogor, Anies Pilih Naik KRL

Pulang Kampanye dari Bogor, Anies Pilih Naik KRL

Nasional
Kampanye di GOR Ciracas, Anies Singgung Penggusuran Kampung Akuarium

Kampanye di GOR Ciracas, Anies Singgung Penggusuran Kampung Akuarium

Nasional
Pemerintah RI Hapus Kamerun dari Negara 'Calling Visa', Faktor Ekonomi Jadi Pertimbangan

Pemerintah RI Hapus Kamerun dari Negara "Calling Visa", Faktor Ekonomi Jadi Pertimbangan

Nasional
Prabowo Kirim Rp 5 M dan RS Apung ke Palestina, TKN: Bukti Prabowo Tak Cuma Mengecam

Prabowo Kirim Rp 5 M dan RS Apung ke Palestina, TKN: Bukti Prabowo Tak Cuma Mengecam

Nasional
Menkominfo Sebut Beberapa Konten Hoaks Cukup Distempel Hoaks, Tak Perlu Di-'takedown'

Menkominfo Sebut Beberapa Konten Hoaks Cukup Distempel Hoaks, Tak Perlu Di-"takedown"

Nasional
Kampanyenya Dinilai Membosankan Dibanding 'Gemoy' dan Religius, Ganjar: Saya Tak Mau Giring Anak Muda dengan 1 Jargon

Kampanyenya Dinilai Membosankan Dibanding "Gemoy" dan Religius, Ganjar: Saya Tak Mau Giring Anak Muda dengan 1 Jargon

Nasional
Membaca Strategi Kampanye Capres-Cawapres di Hari Pertama

Membaca Strategi Kampanye Capres-Cawapres di Hari Pertama

Nasional
KPK Didesak Tak Beri Bantuan Hukum ke Firli yang Jadi Tersangka Korupsi

KPK Didesak Tak Beri Bantuan Hukum ke Firli yang Jadi Tersangka Korupsi

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com