Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Ignatius B Prasetyo

A Masterless Samurai

ChatGPT dan Pak Menteri

Kompas.com - 23/05/2023, 05:45 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

SAYA kaget membaca berita tentang kasus dugaan korupsi Menkominfo Johnny G. Plate dalam hal pegadaan BTS (Base Transceiver Station) di daerah yang tergolong 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal). Bukan kaget sih sebenarnya, lebih tepatnya ingin tahu bagaimana detailnya.

Alasannya, saya pernah terlibat cukup lama dalam pengembangan BTS. Kalau masalah korupsinya sih, tidak kaget lagi karena itu kan bukan "barang" baru di Indonesia.

Lagi pula, proses hukumnya masih berjalan sekarang. Sehingga, kita tunggu saja nanti bagaimana hasilnya.

Kita kembali lagi ke masalah BTS. Awalnya bingung apakah Kemenkominfo juga mengurusi pembangunan BTS, apalagi untuk daerah 3T. Saya berusaha mencari tahu jawabannya di laman Kemenkominfo.

Di bagian unit kerja, saya tidak bisa menemukan bagian mana yang berhubungan dengan BTS. Akan tetapi, di bagian struktur organisasi, ada BAKTI (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi).

Ternyata badan inilah yang ada hubungannya dengan BTS, dan sekarang menjadi bahan pembicaraan karena dugaan korupsi.

Di laman BAKTI, ada informasi dengan tampilan peta menunjukkan lokasi BTS dan akses internet.

Saya heran ada beberapa daerah yang tidak ada BTS-nya (ditandai dengan bulatan hijau), namun ada banyak bulatan merah yang menunjukkan daerah itu bisa mengakses internet.

Apakah itu artinya, akses internet menggunakan metode selain BTS, misalnya menggunakan fixed line seperti kabel optik, atau bahkan Starlink? Saya tidak tahu jawabannya.

Setelah beberapa menit klik sana sini, dan beberapa kali googling, tetap tidak bisa menemukan informasi yang ingin saya ketahui. Ada banyak pertanyaan melintas di benak terkait kasus ini.

Pertama, dugaan kasus korupsi terjadi atas penyediaan BTS 4G. Saya bertanya-tanya, kalau yang ditekankan adalah "4G"-nya, berarti ini urusan trafik data. Lebih spesifiknya, koneksi internet.

Pertanyaannya adalah (tanpa ada maksud untuk mendiskreditkan), apakah daerah 3T "saat ini" butuh koneksi internet? Tidakkah ada hal lain yang lebih mendesak dan lebih penting?

Ada video di Youtube yang menggambarkan bagaimana membangun BTS di daerah terpencil yang tidak ada jalan, bahkan tidak ada sumber energi (listrik).

Bahan baku untuk tower dan komponen lainnya diangkut ke lokasi menggunakan helikopter maupun pesawat.

Dari sini saya bertanya. Kalau untuk menuju lokasi pembangunan BTS saja susah, apakah masih relevan untuk menyediakan koneksi internet?

Mungkin nanti ada komentar, penyediaan koneksi internet sampai daerah terpencil adalah salah satu upaya untuk mengurangi digital devide.

Kalau ini masalahnya, jangankan di daerah terpencil. Di kota besar termasuk daerah sekeliling dan di daerah yang tidak tergolong 3T pun, digital devide masih terjadi.

Kedua, saya tertarik untuk mengetahui bagaimana nantinya orang menikmati akses internet tersebut. Apakah orang di sekitar BTS (atau orang yang berada di daerah terjangkau sinyal) bisa gratis menikmati akses 4G? Alias tidak perlu membayar pulsa?

Bagaimana dengan gawainya? Apakah ada juga pembagian gawai gratis? Mengingat gawai dengan kemampuan akses 4G (modem 4G) harganya relatif mahal.

Ketiga, jika akses internet gratis, lalu bagaimana operator yang menggunakan tower tersebut mendapat biaya untuk pembelian investasi jangka panjang seperti BTS dan penunjangnya (Capital Expenditures atau CapEx), dan ongkos operasional (Operating Expenditures atau OpEx)?

Bagaimana kalau ada kerusakan? Apakah sparepart beserta teknisi sudah tersedia dan bisa dengan cepat menangani masalah yang nanti terjadi?

Mengingat ada beberapa daerah 3T yang sukar dikunjungi menggunakan mobil (motor), dan hanya bisa diakses melalui udara (helikopter maupun pesawat terbang).

Sebagai catatan, sebenarnya, BTS adalah alat utama dari telekomunikasi nirkabel, di samping antena dan tower. Kita biasanya menyebut BTS untuk alat yang dipasang pada tower beserta antena, shelter, sistem Microwave, baterai dan semua komponen lainnya.

Keempat, bagaimana dengan literasi digital? Apakah sudah dilakukan penyuluhan literasi digital secara terpadu dengan pemerintah daerah setempat?

Orang yang baru saja mempunyai gawai dan akses ke internet, mungkin tidak sadar bahwa apa saja yang dia lakukan di dunia maya (jejak digital), tidak mudah untuk dihapus.

Bagaimana kita mengingatkan juga agar jangan mudah memberikan data yang berhubungan dengan pribadi, karena perlindungan data pribadi itu hal penting.

Orang-orang di perkotaan yang sudah terbiasa akses ke internet pun terkadang lupa, apalagi orang baru saja mendapat kesempatan akses.

Sebenarnya saya punya pertanyaan lain yang kalau ditulis di sini, nanti tidak akan selesai. Maka cukuplah sampai di sini saja pertanyaan.

Kembali ke kasus dugaan korupsi, masyarakat sekarang sedang menunggu siapa kiranya yang ditunjuk untuk menggantikan Johnny G Plate.

Sudah banyak beredar analisis dari pakar, juga rumor mengenai siapa nanti yang layak menjadi Menkominfo. Apalagi tahun depan ada pilpres, sehingga makin banyak "bumbu" yang membuat perbincangan makin panas di dunia maya maupun nyata.

Saya tidak pandai untuk menebak, apalagi berargumentasi tentang siapa yang pantas menduduki kursi Menkominfo selanjutnya.

Sehingga, saya akan bertanya saja kepada ChatGPT, agar dia bisa memberikan informasi tentang siapa yang layak.

Akan tetapi, setelah menanyakan dengan tiga bahasa (Indonesia, Jepang dan Inggris), sayangnya saya tidak bisa mendapatkan jawaban. Alasannya, ChatGPT menyatakan bahwa dia tidak mempuyai data tentang perpolitikan di Indonesia setelah September 2021.

Kemudian saya mengubah pertanyaan, apa kriteria untuk bisa menduduki jabatan Menkominfo. Ternyata saya mendapatkan jawaban masuk akal. Ada dua kategori yang layak diketahui, sehingga saya tuliskan di sini untuk diketahui.

Pertama, pengalaman di bidang komunikasi dan teknologi informasi. Alasannya, dengan pengalaman, maka orang tersebut memiliki pemahaman, baik tentang dinamika di dunia komunikasi dan informasi, sekaligus siap untuk menghadapi tantangan zaman.

Kedua, kepatutan etika dan integritas. Integritas tinggi dan kepatutan etika adalah faktor penting dalam menjalankan jabatan publik, termasuk sebagai seorang Menkominfo.

Anda boleh saja setuju, maupun menolak jawaban ChatGPT mengenai kriteria menjadi Menkominfo. Bagi saya, yang terpenting bukan "siapa" Menkominfonya, tetapi apa dan bagaimana sosok yang nantinya menjadi Menkominfo itu, menyikapi perkembangan teknologi, terutama teknologi komunikasi dan informasi.

Tantangan teknologi pada masa datang amat banyak. Untuk menyebutkan beberapa teknologi yang perlu dicermati kalau kita berbicara tentang teknologi nirkabel misalnya 5G dan 6G.

Ada juga New IP yang sedang dipromosikan oleh Tiongkok untuk menggantikan protokol internet saat ini. Jangan lupa juga AI, lalu singularity yang diprediksi akan terjadi pada tahun 2045 (bersamaan dengan seabad Indonesia merdeka).

Saya hanya berharap, agar Pak/Bu menteri kominfo baru bisa mewujudkan visi Kemenkominfo, sesuai dengan yang tertulis di lamannya. Yaitu "Terwujudnya Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong".

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Bantah Bikin Partai Perubahan, Anies: Tidak ada Rencana Bikin Ormas, Apalagi Partai

Bantah Bikin Partai Perubahan, Anies: Tidak ada Rencana Bikin Ormas, Apalagi Partai

Nasional
Luhut Minta Prabowo Tak Bawa Orang “Toxic” ke Pemerintahan, Cak Imin: Saya Enggak Paham Maksudnya

Luhut Minta Prabowo Tak Bawa Orang “Toxic” ke Pemerintahan, Cak Imin: Saya Enggak Paham Maksudnya

Nasional
Jawaban Cak Imin soal Dukungan PKB untuk Anies Maju Pilkada

Jawaban Cak Imin soal Dukungan PKB untuk Anies Maju Pilkada

Nasional
[POPULER NASIONAL] Prabowo Ingin Bentuk 'Presidential Club' | PDI-P Sebut Jokowi Kader 'Mbalelo'

[POPULER NASIONAL] Prabowo Ingin Bentuk "Presidential Club" | PDI-P Sebut Jokowi Kader "Mbalelo"

Nasional
Kualitas Menteri Syahrul...

Kualitas Menteri Syahrul...

Nasional
Tanggal 6 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 6 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Prabowo Pertimbangkan Saran Luhut Jangan Bawa Orang 'Toxic' ke Pemerintahan

Prabowo Pertimbangkan Saran Luhut Jangan Bawa Orang "Toxic" ke Pemerintahan

Nasional
Berkunjung ke Aceh, Anies Sampaikan Salam dari Pimpinan Koalisi Perubahan

Berkunjung ke Aceh, Anies Sampaikan Salam dari Pimpinan Koalisi Perubahan

Nasional
Komnas KIPI: Kalau Saat Ini Ada Kasus TTS, Bukan karena Vaksin Covid-19

Komnas KIPI: Kalau Saat Ini Ada Kasus TTS, Bukan karena Vaksin Covid-19

Nasional
Jika Diduetkan, Anies-Ahok Diprediksi Bakal Menang Pilkada DKI Jakarta 2024

Jika Diduetkan, Anies-Ahok Diprediksi Bakal Menang Pilkada DKI Jakarta 2024

Nasional
Jokowi Perlu Kendaraan Politik Lain Usai Tak Dianggap PDI-P

Jokowi Perlu Kendaraan Politik Lain Usai Tak Dianggap PDI-P

Nasional
Kaesang dan Gibran Dianggap Tak Selamanya Bisa Mengekor Jokowi

Kaesang dan Gibran Dianggap Tak Selamanya Bisa Mengekor Jokowi

Nasional
Hasil Rekapitulasi di Papua Berubah-ubah, KPU Minta MK Hadirkan Ahli Noken

Hasil Rekapitulasi di Papua Berubah-ubah, KPU Minta MK Hadirkan Ahli Noken

Nasional
Tak Dianggap Kader PDI-P, Jokowi dan Keluarga Diprediksi Gabung Golkar

Tak Dianggap Kader PDI-P, Jokowi dan Keluarga Diprediksi Gabung Golkar

Nasional
Prabowo Harap Semua Pihak Rukun meski Beda Pilihan Politik

Prabowo Harap Semua Pihak Rukun meski Beda Pilihan Politik

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com